Bangkit dari Kubur

Album-album penanda kebangkitan dari band-band Indonesia circa 90an setelah nyaris bubar jalan.

Metamorphosis (ADA Band)

Sebelum album ini ADA Band hanyalah band medioker yang tidak diperhitungkan. Well, saat itu orang hanya mengenal ADA Band sebagai Ibrahim Imran (Baim, gitar & vokal), Iso Eddy Himawarso (Iso, keyboard & backing vocal) Krishna Balagita (keyboard/piano), Dika Satjadibrata (bass) dan Muhammad Abdu Elif Ritonga (E’el) pada drum yang merilis album Seharusnya pada tahun 1997. Tidak lebih.

Setelah merilis album PerADAban 2000 pada tahun 1999, Iso dan E’el memutuskan mundur. Posisi E’el digantikan Rama Moektio, anak dari Yaya Moektio drummer Cockpit dan sekarang, God Bless. Baru saja bangun dan masih sempoyongan, Baim mundur pada Desember 2001. Sudah band medioker, vokalisnya keluar pula. Namun diam-diam, Krisna Balagita dan Dika Satjadibrata diam-diam menyiapkan amunisi baru. Gitaris dr.pm, Marshall Rachman ditarik. Sementara posisi Baim diisi oleh nama baru, Donie Sibarani.

Hasilnya manis. Lewat album Metamorphosis yang diperkuat lagu andalan Masih (Sahabatku Kekasihku) dan Manja, ADA Band membuktikan sosoknya masih ada. Nominasi  Anugerah Musik Indonesia (AMI) tahun 2003 sampai dengan Clear Top 10 Awards 2003 adalah bukti sahih.

Hari Yang Cerah (Peterpan)

Saya adalah pembenci Peterpan sebelum mendengarkan album ini. Ya album mereka sebelumnya, Taman Langit juga Bintang Di Surga yang fenomenal, tidak berarti apa-apa bagi saya. Bahkan saya bersorak saat bulan Oktober 2006 keyboardis Andika dan bassis Indra keluar. Yes, pasti bentar lagi bubar.

Namun Peterpan toh tetap menghasilkan album juga pada Mei 2007. Pikir saya dengan formasi lengkap saja lagu-lagunya tak ada yang bagus apalagi sekarang saat ditinggal dua personilnya sekaligus. Pasti jelek mampus. Tapi saya seperti diberi upper cut oleh Ariel, Lukman, Uki dan Reza lewat album Hari Yang Cerah .

Album yang pengerjaanya dibantu additional bassist Lucky yang jebolan Ize (salah satu peserta ajang Dreamband, sekarang berubah jadi Govinda) dan David ini membuat Peterpan naik kelas. Lupakan soal sampul album yang terkesan asal jadi, Hari Yang Cerah benar-benar mencerahkan. Tetap dengan dengan hook-hook khasnya, Ariel dkk. berhasil membuat kue lezat dengan campuran adonan antara “musik berkualitas” dengan “jualan”.

Menentukan Arah (Sheila On 7)

Setelah merilis album eksperimental Pejantan Tangguh pada tahun 2004, unit pop asal Yogyakarta ini mulai limbung. Album baru angka penjualannya menurun, keberadaan Sheila On 7 juga mulai “diusik” oleh Peterpan. Baru saja dirilis bulan Juni, per 18 Oktober 2004 Anton Widiastanto tidak lagi menjadi drummer. Setelah beberapa saat berganti additional drum, akhirnya nama Brian Kresnoputro didapuk menjadi pengganti.

Sheila On 7 terlihat kembali solid sampai saat penggarapan album studio ke-5, 507, pada tahun 2006. Gitaris Saktia Ari Seno mendadak mengundurkan diri ditengah-tengah proses produksi karena ingin mendalami agama. Meski Sakti sempat menyumbangkan satu lagu berjudul Cahaya Terang, album ini boleh dibilang album paling membosankan Sheila On 7. Seakan-akan hanya kejar setoran dari pihak label.

Hanya dua tahun, Sheila On 7 akhirnya berhasil menemukan kembali arah musiknya lewat Menentukan Arah.  Sheila On 7 terdengar santai . Seperti sudah lepas dari beban berat sebelumnya. Dari segi musik  tidak ada lagi aksi gila-gilaan nan liar di Pejantan Tangguh. Sementara liriknya seperti mengajak kembali pendengarnya untuk bersama-sama kembali ke warna musik yang membesarkan mereka. Salah satu album Indonesia terbaik tahun 2008 versi Rolling Stone Indonesia.

Kilas Balik (GIGI)

Tahun 1996 adalah masa suram bagi band yang berdiri tahun 1994 ini. Setelah merilis album kedua Dunia pada tahun 1995, yang menjadi cetak biru musik GIGI lewat amunisi seperti Janji dan Nirwana, GIGI  hampir pecah kongsi.  Berturut-turut bassis Thomas Ramdhan dan Ronald Fristianto menyatakan pamit mundur setelah sebelumnya Aria Baron memutuskan hengkang. Praktis tinggal Armand Maulana dan Dewa Budjana yang tersisa.

Teknisi bass Thomas, Opet Alatas ditarik sebagai pengganti. Smentara drummer yang pernah memperkuat Jamrud, Krakatau dan Karimata, Budhy Haryono didapuk untuk duduk dibalik drumset.  Formasi ini menghasilkan album 2X2  yang proses  produksinya dilakukan di Indonesia dan Amerika Serikat dengan melibatkan bassis MR. BIG, Billy Sheehan. Tapi hasilnya tidak menggembirakan.

Titik baliknya adalah album Kilas Balik. Memajang hit single Terbang dan Dimanakah Kau Berada, GIGI kembali menggigit. Di Anugerah Musik Indonesia tahun 1998, album produksi Sony Music Indonesia ini diganjar  penghargaan  Group Terbaik, Penyanyi Terbaik, Lagu Terbaik dan Nominasi Cover Kaset Terbaik. Lagu Terbang sendiri masuk dalam 150 Lagu Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia.

Tujuh (Slank)

Kondisi Slank seperti Titanic sesaat setelah ditabrak gunung es. Tinggal tunggu waktu buat tenggelam. Bagaimana tidak tiga personelnya, Pay Siburian, Bongky Marcell dan Indra Qadarsih, memutuskan pergi dari Potlot. Ditambah lagi, Slank sedang “sakaw” parah. Dalam kondisi kepayahan, Kaka dan Bimbim dibantu additional gitar Reynold dan Ivanka mampu menghasilkan album Lagi Sedih yang punya hit single Tong Kosong dan Koepoe-koepoe Liarkoe

Sampai Ridho Hafiedz dan Abdee Negara datang.  Mengingat saat itu Slank masih harus menyelesaikan tur, dua gitaris ini dituntut menghafal repertoar 35 buah lagu Slank dalam waktu seminggu. Datangnya Abdee dan Ridho membawa perubahan besar. Dari segi musik, Slank harus merombak warna musik, terutama unsur keyboard dari Indra Qadarsih yang kental, ke format dua gitaris. Selain itu, Abdee dan Ridho yang “bersih” dari narkotika merupakan bagian dari “bersih-bersih massal” di tubuh Slank. Hasilnya, album Tujuh yang memasang hit single Balikin mengembalikan Slank ke posisi sebenarnya sebagai salah satu unit rock n roll terbesar Indonesia.

Bintang Lima (Dewa 19)

Setelah merilis Pandawa Lima, album Dewa 19 terbaik menurut saya, nasib band bentukan tahun 1991 ini limbung setelah tiga personilnya keluar. Aksan Sjuman dipecat karena permainan drumnya menurut Ahmad Dhani terlalu nge-jazz. Sementara Ari Lasso dikeluarkan karena ketergantungan terhadap narkotika, sama seperti bassis Erwin Prasetya.

Tapi saat diwawancara oleh majalah Rockstar tahun 2004 Dhani mengaku pemecatan Ari Lasso sebetulnya hanya akal-akalan dari awak media saja supaya menemukan alasan pas hengkangnya Ari Lasso.

Dengan tinggal menyisakan Dhani dan Andra Ramadhan, Dewa 19 sempat merilis album Best of The Best dengan single baru Elang dan Persembahan Dari Surga.

Ari Lasso memilih nama Elfonda “Once” Mekel sebagai pengganti. Once, yang sudah kenal dengan Dhani  sejak tahun 1997 menanggung beban berat mengingat karakter Ari Lasso yang begitu kuat di lagu-lagu Dewa. Sebagai pengganti Aksan Sjuman adalah Tyo Nugross. Formasi Dhani-Andra-Once-Tyo menepis keraguan publik lewat album Bintang Lima.

Dengan modal lagu-lagu seperti Roman Picisan, Dua Sedjoli, Cemburu, Risalah Hati juga Lagu Cinta, album ini justru menjadi album terlaris sepanjang karier Dewa 19 dengan membukukan penjualan sebanyak 1,7 juta kopi. , Dewa menyabet tiga penghargaan AMI Awards tahun 2000 yaitu Penyanyi/Group Terbaik, Lagu Terbaik (Roman Picisan) dan Album Terbaik. Album Bintang Lima masuk dalam 150 Album Indonesia Terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia.

10/5/2012 14:49

3 Comments

  1. Pingback: 5 Album Pop Indonesia Terbaik 2014 - Masjaki

  2. Sete Reply

    Ari lasso dulu sakit (candu) lama sekali, Ari minta cuti sekian bulan akhirnya Andra & Dhani membentuk Ahmad band.. sampai pihak label membuat album the best of hanya untuk menunggu Ari sembuh, mungkin Dhani & Andra sdh tidak sanggup akhirnya melepas Ari.
    kali inget dulu di tv agak tengil Ari Lasso daripada Dhani, dan perasaan saya nih ya, dulu personil Dewa 19 yang terkenal itu cuma Ari Lasso & Andra Junaedi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>