The Hit Maker

Mereka-mereka yang namanya jadi jaminan mutu menciptakan lagu-lagu yang laris manis

Yah kalau di luar negeri seperti David Foster yang lagu-lagunya dinyanyikan oleh Whitney Houston,Celline Dion, Madonna sampai Michael Jackson

Yovie Widianto,motor dari Kahitna ini sering jadi langganan musisi-musisi ternama seperti Chrisye, Rossa, Gleen Fredly, Dea Mirella dan Rio Febrian. Selain itu Yovie jg sukses mengorbitkan nama2 seperti Bening, Audy, Astrid, dan yangg terakhir Monita Tahalea

Selain di Kahitna, Yovie juga punya side project Yove & Nuno yg dibentuk thn 2001 yang sampai saat ini sudah punya 4 album studio.

Yang juga sering dicari para penyanyi adalah Melly Goeslaw.  Anak dr penyanyi era 70an, Melky Goeslaw. Debut sbg hitmaker  dimulai Melly lewat Menghitung Hari yang dinyanyikan Krisdayanti dan Hati Yang Terpilih yang dinyanyikan Rossa)

Sebelumnya Melly dikenal sebaga vokalis Potret yg beranggotakan  suaminya Anto Hoed (bass) dan Ari Ayunir (drum,sekarang Aksan Sjuman).  Potret terkenal lewat hit single Salah, Bunda,Mak Comblang, Diam dan terakhir I Just Wanna Say I Love You

Sejak menggarap soundtrack Ada Apa Dengan Cinta nan fenomenal itu, Melly juga dikenal sebagai Ratu Soundtrack. Beberapa film yang pernah digarap soundtrack-nya antara lain Hearts, Ayat-ayat Cinya, juga…Bukan Bintang Biasa *langsung ngeslah motor. Kabur

Selanjutnya, mari kita sambit eh sambut master mister Ahmad Dhani prok..prok..prok..prok..prok…

Pentolan Dewa 19 ini adalah sosok tak terpisahkan dibalik kesuksesan seorang Reza Artamevia. Reza yang sebelumnya adalah backing vocal Dewa 19 diorbitkan oleh Dhani lewat album Keajaiban rilisan Aquarius tahun 1997. Album ini memuat hit single seperti Pertama, Dia dan Satu Yang Tak Bisa Lepas.

Dhani juga menciptakan Biar Menjadi Kenangan yang dibawakan Reza dengan penyanyi asal Jepang, Masaki Ueda yang diterjemahkan dalam bahasa Jepang dan Inggris. Lagu tersebut kemudian digunakan sebagai lagu tema untuk Grand Prix Formula 1 Jepang..

Dhani pada tahun 1999 sempat membentuk supergrup Ahmad Band yang personilnya Andra Junaedi dan Pay Siburian (gitar), Bongky Marcell (bass), dan Bimo Sulaksono (drum). Ahmad Band mencetak lagu2 seperti Kuldesak, Distorsi, Bidadari Di Kesunyian dan Aku Cinta Kau Dan Dia

Tahun 2007 Dhani membangun imperium bisnis Republik Cinta Management yang sukses menelurkan nama-nama seperti  The Virgin, The Rock, Mulan Jameela dan Mahadewi.

Fans Sheila On 7 layak bangga gitaris sekaligus otak musikal mereka, Eross Chandra bukan jago kandang yang hanya bisa bikin lagu bagus untuk bandnya sendiri .

Eross mulai dikenal sebagai hit maker pasca kesuksesan album Kisah Klasik Untuk Masa Depan (2000). Memes,Rio Febrian,Baim, Ello,Audy,Gita Gutawa hingga Iwan Fals dan Chrisye pernah “memakai” jasanya sebagai pencipta lagu.

Tapi Bendera yg dinyanyikan oleh Cokelat adalah karya monumental Eross. Lagu tersebut adalah soundtrack dari film berjudul Bendera garapan Nan. T Achnas (Pasir Berbisik, The Photograph). Lagu ini kemudian masuk 150 Lagu Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia.

Eross juga pernah menciptakan lagu anak-anak  Jangan Takut Gelap yang dinyanyikan oleh Tasya dan Duta vokalis Sheila On 7.

Selain di Sheila On 7, Eross punya sideproject di Jagostu yang personelnya Helmi (voc),Alam (bass), dan Brian (drum)

Masih dari Jogja ada Pongki Barata, ex. vokalis Jikustik yang sekarang jadi basis di The Dance Company.  Bersama Jikustik, Pongki menghasilkan 6 album studio dan  1 album the best  sebelum memutuskan keluar pada tahun 2010.

Debut Pongki sebagai hit maker diawali pada tahun 2002 saat menciptakan Bintang Keabadian yang dinyanyikan Roni Sianturi.  Namun namanya mencuat saat menciptakan Menangis Semalam yang dinyanyikan Audy disusul Aku Bukan Pilihan oleh Iwan Fals. Pongki juga menciptakan Seindah Biasa  yang dinyanyikan Siti Nurhaliza dan Seperti Yang Kau Minta yang dibawakan Chrisye.

OK, terakhir ada Dewiq. Pernah denger Dunia Belum Berakhir-nya Shaden kan? .Yap,itu debut Dewiq sebagai hit maker  pada 2001

Sebelumnya Dewiq sempat ngeband jadi drummer dan punya proyek solo sebanyak tiga album. Tapi semuanya tidak telalu sukses .

Nama Dewiq mencuat lewat Temui Aku yang dinyayikan Audy,Jenuh (Rio Febrian), 50 Tahun Lagi (Warna)dan  Cinta Pertama (Bunga Citra Lestari). Selain itu juga dia menciptakan OK (T2),Klik (Ussy), Cinta Di Ujung Jalan (Agnes Monica)  dan Bukan Permainan (Gita Gutawa)

Bersama Pay yang kini mantan suami, Dewiq membentuk komunitas Palu Musik Indonesia pada tahun 2000. Jebolan dr komunitas ini antara lain Cupumanik,Utopia,Kunci, dan Kotak . Yah mirip Potlot lah mengingat Pay kan jebolan Potlot juga.

Jangan dilupakan juga ya Charli ex. ST12 dan Dodhy “Kangen”. Biar begitu mereka boleh lah disebut hitmaker, walaupun rada maksa juga sih.

22/5/2012 13:40

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>