Balada Pak Jan dan Bu Acin

Salah satu hal yang saya dapatkan dari membeli rilisan fisik adalah tetap bisa menjalankan ritual membaca ucapan terima kasih di sampul album. Dulu di kaset, sekarang CD. Ritual yang asyik. Seru rasanya membaca nama-nama yang ada di daftar ucapan terima kasih meskipun ya cukup senang diwakili dengan ucapan terima kasih untuk penggemar-penggemar kami…

Saking senangnya membaca ucapan terima kasih tadi, saya sampai hapal dua nama yang selalu ada di setiap ucapan terima kasih. Pak Jan Djuhana dan Ibu Acin. Dua nama ini selalu ada di album-album rilisan Sony Music Indonesia dan Musica Studio’s.

Sosok pertama ibarat Midas di industri music Indonesia. Sebagai Artist and Repertoire Sony Music Indonesia Pak Jan adalah penemu band-band seperti Sheila On 7, Padi, Cokelat dan /rif yang kemudian mengantarkan mereka ke kesuksesan. Sebelum menjadi tukang endus bakat, Pak Jan mempunyai took kaset di Glodok. Sekarang, tempat yang sama jadi surga bagi produk bajakan. Sebelum di Sony Music, Pak Jan juga sukses mengorbitkan nama Dewa 19 serta KLa Project lewat label Team Records yang kemudian tutup.

Sedangkan Bu Acin, nama panjangnya Indrawati Widjaja, dikenal sebagai managing director Musica Studio’s, perusahaan rekaman terbesar asli Indonesia yang didirikan Amin Widjaja tahun 1968 silam. Bu Acin adalah satu dari empat bersaudara Widjaja selain Sendjaja Widjaja, Tinawati Widjaja, dan Effendy WIdjaja yang sama-sama mengelola Musica sepeninggal ayahnya. Musica lalu menjadi rumah bagi musisi-musisi besar seperti Rhoma Irama, Chrisye, Iwan Fals, Ebiet G. Ade, Kahitna, Java Jive hingga Peterpan (sekarang sudah ganti nama), Nidji, Letto dan Geisha.

Saya jadi berandai-andai bisa mencantumkan salah satu dari mereka di daftar terima kasih album kelompok orkes melayu saya hahaha

4 Comments

  1. Indri Reply

    selalu mikir, kalau artis artis mencantumkan terimakasih ke bu acin sama pak jan itu ibarat mahasiswa ngucapin terimakasih buat pak rektor sama pak dekan di halaman persembahan skripsi ya mas? hehe

      1. Indri Reply

        ahahaha.. kalau gitu perannya bu acin sama pak jan djuhana itu seperti dosen pembimbing skripsi ya, yg membimbing juga yg ‘mengejar’ supaya skripsi eh album selesai, tepat waktu 😀

  2. Pingback: 5 Album Kompilasi Penting di Industri Musik Indonesia - Masjaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>