7 Lagu Terbaik Sheila On 7

Sheila On 7 menjadi salah satu nama yang masuk dalam hall of fame di koleksi album rekaman favorit saya. Saya punya love hate relationship dengan Duta, Eross, Adam, Brian, dan juga Sakti serta Anton yang akhirnya harus berpisah dari band kebanggan Yogyakarta ini.

Sheila On 7 adalah rumah yang selalu terbuka ketika saya kelelahan mencari petualangan-petualangan baru. Baik saat sedang gandrung-gandrungnya dengan Linkin Park, tekun mendengarkan nomor-nomor dari Queen atau Scorpions, atau berusaha terlihat keren dengan mendengarkan band-band independen yang namanya  tak banyak orang tahu.

Saya sebetulnya lupa kalau hari ini adalah ulang tahun ke-18 Sheila On 7. Maklum, usia hehe. Tahun kemarin di ulang tahun ke-17 saya memberikan sedikit bingkisan dengan mengajak 17 orang menuliskan lagu Sheila On 7 yang paling berkesan.

Tahun ini karena saya sibuk, sibuk santai maksudnya, saya mencoba memilihkan 7 lagu terbaik dari Sheila On 7 versi saya. Kalau ada yang mau buat versinya sendiri, saya dengan senang hati akan menaruhnya di tulisan ini. Monggo

Hujan Turun (Berlayar, 2011)

Ketika lagu ini dirilis tahun 2011, Sheila On 7 sudah memasuki usia 15 tahun.  Usia yang tergolong cukup dewasa  untuk skala musisi di industri musik Indonesia. Masih membawa signature sound  ala Sheila On 7, namun Eross dan Brian membuatnya terlihat lebih gagah dan dewasa. Riff-riff gitar Eross yang sebelumnya terlihat malu-malu di album Menentukan Arah terlihat menyalak kembali. Kali ini saya memberikan pujian untuk Adam sebagai penulis lirik, setelah sebelumnya cukup wagu  di “Bapak-Bapak”.

Betapa (Menentukan Arah, 2008)

Lagu santai, bahkan lebih santai dari nomor-nomor seperti “Kita” atau “Temani Aku”. Sheila On 7 seperti melepaskan segala beban. Mulai turunnya penjualan, harus menerima kedatangan rising stars bernama Peterpan, keluarnya Anton dan Sakti, dan sebagainya. Namun nomor santai ini justru jadi sirine kebangkitan setelah sebelumnya begitu suram di album 507.  “Betapa” adalah  jalan pulang Duta, Eross, Adam, dan Brian setelah sebelumnya terombang-ambing kesana kemari.

Brilliant 3x (Pejantan Tangguh, 2004)

Album Pejantan Tangguh adalah segala kegilaan musikal Sheila On 7. Sebuah keputusan berani namun juga sudah menjadi semacam “keharusan” mengingat mereka sudah begitu nyaman di tiga album sebelumnya. Dan “Brilliant 3x” adalah pembungkus dari semua eksperimen itu. Mood lagu yang tak tertebak. Habisnya unsur tiup dan digantikan brass section, dan Duta yang bernyanyi habis-habisan. Saking ajaibnya, lagu ini termasuk jarang dimainkan saat Sheila On 7 konser.

 J.A.P (s/t, 1999)

Cetak biru musik Sheila On 7. Aransemen simpel dengan sound gitar yang renyah dan gurih serta lirik lugas dengan pilihan kata yang tak biasa sejak bait pertama. Tak banyak band yang sudah punya pondasi musik yang jelas sejak album pertama, salah satunya Padi di album Lain Dunia. Oh ya, kredit khusus untuk video klip-nya. Dian Sastro begitu menggemaskan!

Dan (s/t, 1999)

Sulit untuk tidak memasukkan “Dan” di daftar ini. “Dan” adalah 4 menit 43 detik yang mengubah hidup saya.  “Dan” seperti memutarbalikkan segala kerumitan pop ala Dewa 19 atau KLa Project. Gitar yang tipis-tipis, tempo yang  sedikit monoton, dan sayatan cello yang malu-malu tapi anehnya justru sukses membuat lagu ini begitu kuat karakternya sebagai lagu pengantar menuju kandasnya hubungan percintaan. “Caci maki saja diriku bila itu bisa membuatmu kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala”. Seperti menyindir para lelaki yang inginnya menang sendiri.

Sephia (Kisah Klasik Untuk Masa Depan, 2000)

Sephia adalah penanda zaman kemunculan lagu perselingkuhan. Semua elemen lagu ini seperti pondasi sempurna untuk bangunan hubungan cinta segitiga. Duta bernyanyi malas di bagian awal lagu, hanya ditimpali genjreng gitar elektrik. Setelah mengucap kisah kita tak kan abadi, lagu berhenti beberapa detik. Suara tarikan nafas Duta seakan menggambarkan ada keputusan berat yang harus diambil antara tokoh Aku dan Sephia. Suara cello semakin membuat kisah cinta “Sephia ini dramatis. Emosi lagu lalu dinaikkan dengan balutan string section khas Sheila On 7 yang terus-terusan menghajar  dari sebelum reffrain sampai lagu ini berakhir.

Lirik? Adakah yang berani mengucapkan selamat tidur kekasih gelapku sebelumnya ?

Mari Bercinta (07 Des, 2002)

Tidak banyak yang tahu komposisi indah ini lahir dari tangan Anton Widiastanto yang saat itu masih menempati pos drummer sebelum digantikan dengan baik oleh Brian Kresnoputro. Denting gitar dipadu string section yang lamat-lamat. Rasanya tentram betul. Bagian interlude-nya sangat khas Sheila On 7, kemudian ditimpali dengan string section yang diaransir oleh Erwin Gutawa (pantes!). Semacam perpisahan manis untuk unsur gesek sebelum mereka beralih ke unsur tiup di Pejantan Tangguh.

Secara lirik, Anton bisa mengubah kekecewaannya terhadap wanita yang sering memberi harapan menjadi susunan lirik penuh petuah bijak. “Tentukan yang utama yang satu tercinta, ‘kan jadi teman hidup yang setia”. Ada kata yang tak biasa untuk lirik musik Indonesia arus utama, ejawantah. Saya sampai cari artinya di kamus. Kalau saja bukan karena kesalahan operator tata suara di resepsi pernikahan saya kemarin, lagu ini pasti sudah berkumandang.

Akhir kata, selamat ulang tahun ke-18! Jalan Terus! Semoga selalu menjadi kisah klasik untuk masa depan…

***

Ternyata banyak juga yang punya irisan yang sama dengan saya tentang Sheila On 7. Beberapa kawan dan kenalan juga menyumbangkan daftar 7 Lagu Terbaik Sheila On 7 versi mereka. Senang rasanya dipertemukan oleh kesukaan yang sama. Ini dia mereka

Donny Verdian (blogger, tinggal di Sydney)

Aku susah untuk tertarik membuat postingan sambung-menyambung dengan post blogger lain bahkan untuk sekadar blogwalking pun akhir-akhir ini sudah jarang sekali kulakukan.

Tapi ketika Mas Iwan @temukonco men-tweet perihal postingan milik @masjaki tentang tujuh lagu terbaik milik Sheila On 7 versinya (click di sini untuk membacanya), tak berpikir lama, kusingkirkan tulisan yang sejatinya muncul hari ini dan menulis tujuh lagu terbaik karya band asli Jogja itu tentu menurut versiku sendiri!

Aku penggemar U2, menggilai Coldplay segilaku terhadap Queen, Pink Floyd dan John Lennon utamanya setelah ia hengkang dari Beatles. Pagi-pagi musim dinginku penuh jejalan Metallica, Green Day dan Foo Fighter di telinga tapi ketika mendengar Erros(gitaris) membesut intro ‘Dan’ atau saat Duta, vokalis, menyanyikan reff “Celakanyaaa…” (Seberapa Pantas) aku tak bisa menolak kenyataan indah bahwa aku adalah bagian dari keluarga besar Sheila Gank, sebutan untuk fans beratnya Sheila On 7!

Bukan hanya karena mereka berasal dari Jogja, atau pula bukan karena eks gitaris mereka, Shakti, adalah kawan dekatku di De Britto dulu.. tapi sebenarnya sejak mereka mengeluarkan album pertama kali tahun 1999, bahkan sejak single ‘Kita’ mereka perkenalkan lewat ajang musik indie di Geronimo FM, sekitar setahun sebelumnya, aku sudah menyukai mereka!

Lalu kenapa aku begitu menggilai mereka, sesuatu yang banyak kawanku bilang kontras banget dengan deretan pemusik manca yang kusebut di atas?

Jawabannya hanya satu. Suka-tak-suka, musik-musik Sheila adalah musik yang mengawal masa early twenty ku, masa dimana banyak sekali hal-hal yang terjadi yang pada akhirnya banyak mengubah arah hidup dan karakterku kini.

Jadi, apa saja ketujuh lagu terbaik mereka? Dengan berat hati, karena sulit sekali memilah tujuh dari sekian puluh yang terbaik, inilah pilihanku!

Dan (Self Titled – 1999)

Ini lagu yang sangat emosional.

Ada begitu banyak peristiwa muram (percintaan, maksudku) yang kualami di akhir era 90an yang secara tak sengaja seolah memilih ‘Dan’ sebagai ‘soundtrack’ nya sendiri!

Bahkan kalau diputar sekarang, dari nada pertama hingga terakhir lagu ini dimainkan, pikiranku bisa terpantik ikut jatuh muram mengenang peristiwa-peristiwa waktu itu. Waktu aku terperosok, terkhianati dan o well, ditinggal begitu saja ketika sajak cinta tengah kunikmati di awang-awang… (arggghhh… kalian bahkan ga percaya kan aku bisa menulis begini?!)

Bukan.. bukannya aku yang gagal move on dari kemuraman cerita lalu, tapi justru kehebatan lagu ‘Dan’ itu sendiri yang seolah mampu menarik ke atas ingatan yang barangkali sudah ada di palung paling dasar otakku. Mungkin Malaysia perlu menyewa submarine sekeren lagu ‘Dan’ untuk menarik MH370 jika ia benar-benar tenggelam di palung terdalam samudra.

Struktur lagu ini sangat sempurna dan dewasa dengan memasukkan satu per satu unsur instrumen, tidak langsung begitu saja seolah membangun emosional secara rapi, bertahap dan maaf, sekali lagi harus kukatakan.. sempurna!

Padahal kalau ditilik dari usia mereka saat itu yang rata-rata masih 19-an, emosi dan ego bermusik mereka pasti sedang tinggi-tingginya.

Kepiawaian Erros dalam memilih petikan dan riff pada bagian intro serta verse juga brilian. Interlude besutannya sederhana tapi lengkingannya seolah melanjutkan emosi lagu ini hingga ke titik kulminasinya.

Permainan bass Adam juga adalah yang terbaik dibanding semua permainannya di lagu-lagu lain setidaknya hingga kini. Perhatikan bagian verse, ia jenius sekali memilih nada yang harus dimainkan seolah berkelindan dengan vokal Duta di atas titian ‘senyap’ drum yang dibangun Anton.

Hal lain yang tak boleh ditinggalkan adalah liriknya yang brilian. Coba simak bagian ini,

caci maki saja diriku
bila itu membuatmu
kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala…

Pada akhirnya, cinta memang soal pengorbanan. Ketika orang yang kita cintai bahagia, cinta berada di puncak tertinggi dengan pengorbanan diri sebagai tonggaknya melebihi segala hal yang telah, sedang dan pernah akan ada dalam kehidupan ini dan… ‘Dan’ mengaktualkan hal itu secara brillian!

Temani Aku (Kisah Klasik Untuk Masa Depan – 2000)

Setelah terseok-seok oleh ‘Dan’, ‘Temani Aku’ yang ada di album kedua ini seolah menjadi awal kebangkitanku dulu!

Lagu ini menjadi salah satu ‘soundtrack’ hubunganku dengan Joyce, mantan pacar yang kini jadi istri dan ibu bagi anak-anakku.

Aku bahkan pernah membuat sebuah flash clip ketika ‘memperingati’ 2 tahun jadian dengannya, 2002 silam dengan soundtrack lagu ini. Flash clip itu kutampilkan di blog lama, donnie.or.id. Sampai sekarang clip itu masih kusimpan tapi mohon maaf tak bisa kupertontonkan di sini karena istriku, Joyce, belum mengijinkannya hehehe…

Oh ya, dari sisi lagu, selain ke-simple-annya, hal yang kusuka dari ‘Temani Aku’ adalah interlude gitar yang kupikir awalnya dimainkan Erros ternyata oleh Shakti.

Sahabat Sejati (Kisah Klasik Untuk Masa Depan – 2000)

Pernah suatu waktu dulu aku sedang bepergian dengan salah satu sahabatku, Adhit Omphonk. Dalam perjalanan kami memutar lagu itu dan ia tiba-tiba berkata, “Bayangkan nanti kalau kita udah nggak bareng-bareng lagi trus nyanyiin lagu ini rasanya pasti gimanaaa gitu!”

Ya, lagu ini memang bicara soal persahabatan dan setiap orang yang menghargai arti persahabatan seharusnya suka juga dengan lagu ini.

Secara musikalitas aku suka karakter gitar Erros dan Shakti di sini yang tak terlalu gahar tapi rock sekali dan coba simak penggalan lirik ini, “Merdeka kita… kita merdeka!” Juara, kan?!

Hal yang agak membuatku tak terlalu sreg adalah gebukan drum Anton yang menurutku agak sedikit keluar dari tempo pada bagian akhir padhal sejak awal sudah disusun dengan rapi dan konsisten.

Tapi overall tetap OK lah! Tema lagu dan aransemen secara keseluruhan tetap tak terbantahkan untukku menempatkan lagu ini di posisi ketiga!

Kisah Klasik Untuk Masa Depan (Kisah Klasik Untuk Masa Depan – 2000)

Bagiku, lagu ini ‘menyeruak’ agak terlambat.
Dirilis sebagai bagian dari album yang memiliki judul sama, Kisah Klasik Untuk Masa Depan pada 2000, aku mulai merasakan kekuatan lagu ini ketika mulai berpikir untuk pindah ke Australia, awal paruh kedua dekade silam.

Simply karena, aku akan pindah ke Australia meninggalkan Jogja dan Indonesia beserta seluruh isinya dan tantangannya adalah bagaimana membuat peristiwa-peristiwa terakhir yang kujalani dan alami di Jogja waktu itu menjadi kisah-kisah klasik yang menarik untuk kukenang di masa depannya yaitu sekarang-sekarang ini.

Orang banyak bilang lagu ini cocok sekali untuk acara perpisahan dan itu memang benar tak terbantahkan terutama ketika mendengar paparan Duta berikut,

Bersenang-senanglah
Karena hari ini akan kita rindukan di hari nanti
Sebuah kisah klasik untuk masa depan

Bersenang-senanglah
Karena waktu ini akan kita banggakan
Di hari tua

Yang Terlewatkan (Menentukan Arah – 2008)

Dari banyak grup band Indonesia yang sekarang semakin ke-melayu-melayuan, Sheila On 7 menurutku yang tetap punya karakter dan mempertahankan itu dari awal karir mereka.

Dan lagu Yang Terlewatkan ini adalah salah satu buktinya. Diambil dari album ‘Menentukan Arah’ 2008, lagu ini kuat sekali sisi akustiknya.

Pemilihan penggunaan drum brush stick oleh Brian yang menggantikan Anton di posisi drum sangat tepat. Kalau istilahnya Agnes Monica, ‘kawin banget’ dengan sound gitar Erros yang crunchy, kering dan akustik…

Oh ya, dari sisi lirik, lagu ini semakin menguatkanku bahwa SO7, setidaknya Erros yang paling banyak mencipta lagu, sangat sering menggunakan kata ‘hebat’.

Soal tema lagu? Asik! Barangkali cocok bagi kalian yang sudah merit atau terlanjur terikat tapi lalu mengenal seorang yang pesonanya lantas membuat kita berpikir, “Duh, coba ketemunya dulu sebelum nikah tentu kau tak kan terlewatkan!

Ah, kali ini tentu bukan aku! Kamu barangkali? Kalian? Hayo, ngaku!

Berai (Self Titled – 1999)

Awalnya aku tak suka lagu ini.Hingga akhirnya aku menyaksikan konser akustik Sheila On 7 di Java Cafe (doohh. jadul banget yah!) akhir 1999 lalu dan aku terpukau ketika mereka memainkan lagu Berai.

Secara musikalitas, hal paling menarik dari Berai adalah ketika suara Duta ditimpa (sandwich) oleh suara backing vokal wanita yang memainkan nada satu oktaf di atas vokalis Sheila On 7 itu.

Aku sangat-sangat-sangat suka pada frase lirik ini, “Kau kemasi kasih sayangmu”

Berai, bagiku adalah ‘Dan’ versi yang lainnya. Lagi-lagi, Erros adalah bintangnya. Pilihan nada pada intro sekali lagi sudah menjanjikan kemuraman itu sendiri, kemuraman tingkat dewa!

Sephia (Kisah Klasik Untuk Masa Depan – 2000)

Susah untuk tak suka pada lagu ini tapi awalnya aku ragu-ragu untuk menempatkannya di sini karena takut pendapatku telah terintervensi pendapat publik ketika mereka menilai bahwa lagu Sheila On 7 yang paling ngetop ya Sephia.

Dekade lalu bahkan istilah ‘Sephia’ marak digunakan untuk menyebut selingkuhan (wanita) sebagai “Sephia-mu’.

Tapi aku harus mengakui blending antara musik mereka dengan orkestra itu ‘OK banget

Didukung lagi tema yang sangat aktual dan eh satu lagi, ada nggak dari kalian yang pernah nyanyiin plesetannya Sephia digabung dengan Begadangnya Rhoma Irama? Jadinya begini,

Slamat tidur kekasih gelapku…
kalau tiada artinya..
begadang boleh saja kalau ada perlunya!

Happy birthday Sheila On 7! Teruslah berlayar!

Sephia (Kisah Klasik Untuk Masa Depan – 2000)

Susah untuk tak suka pada lagu ini tapi awalnya aku ragu-ragu untuk menempatkannya di sini karena takut pendapatku telah terintervensi pendapat publik ketika mereka menilai bahwa lagu Sheila On 7 yang paling ngetop ya Sephia.

Dekade lalu bahkan istilah ‘Sephia’ marak digunakan untuk menyebut selingkuhan (wanita) sebagai “Sephia-mu’.

Tapi aku harus mengakui blending antara musik mereka dengan orkestra itu ‘OK banget

Didukung lagi tema yang sangat aktual dan eh satu lagi, ada nggak dari kalian yang pernah nyanyiin plesetannya Sephia digabung dengan Begadangnya Rhoma Irama? Jadinya begini,

Slamat tidur kekasih gelapku…
kalau tiada artinya..
begadang boleh saja kalau ada perlunya!

Happy birthday Sheila On 7! Teruslah berlayar!

 Angga Wiradiputra (bassist band indiepop Tamankota, penulis lepas)

Sedikit cerita tentang Sheila on 7 dan saya sebagai penggemarnya kala itu.

Menggemari Sheila on 7 bagi orang yang berdomisili di Bandung seperti saya butuh sedikit nyali lebih. Betapa tidak, ketika teman saya yang tak sedikit dari mereka yang mengejeknya, secara diam-diam saya malah sangat menggemarinya. Alasannya sendiri tidak terlalu jelas kenapa banyak teman saya kala itu yang tidak suka dengan Sheila on 7. Bahkan ada yang melempar isu jika Sheila on 7 ini pernah mengejak musisi-musisi asal Bandung kala itu.

Sampai sekarang saya tidak pernah benar-benar tahu darimana dan bagaimana akhirnya isu itu bisa berkembang. Malahan isu itu dikuatkan oleh Eddi Brokoli yang memakai kaos bertuliskan F**k Sheila on 7.

Saya sendiri ga tahu alasan Eddi memakai kaos itu. Hanya saja beberapa teman saya yang memang masih bisa dikatakan abg labil itu, melahap habis isu itu dan ikut-ikutan menghujat Sheila on 7.

Sepuluh tahun kemudian, karena saking seringnya saya menulis di blog ini, saya diberi kesempatan untuk jadi seorang kontributor penulis/reporter Gigsplay Bandung. Saya senang sekali dengan kesempatan itu.

Dan kesenangan itu berlanjut dengan ‘ditugaskannya’ saya meliput sebuah konser musik dimana Sheila on 7 jadi salah satu pengisi acaranya juga. Dan yang dulu cuma ada di poster kamar saya, hari itu saya lihat dan bisa ngobrol langsung dengan para personilnya. Alhamdulillah.

Kepanjangan ya ceritanya. Hehe. Yowes langsung saja list lagu terbaik Sheila on 7 menurut versi saya

Bobrok

Jika saja orang mengenal dan jatuh cinta dengan lagu Sheila on 7 lewat lagu Dan atau Kita, maka hampir bisa dipastikan akan kecewa dengan lagu ini. Lagu yang dinilai sangat jauh jika harus dibandingkan dengan lagu Kita atau Dan itu.

Lagu dengan distorsi garang dan riff gitar yang liar, dimainkan Eross dengan begitu membabi buta. Tidak sampai musiknya saja, kekecewan para ‘pengemar’ lagu Kita atau Dan akan bertambah lagi dengan tema lirik yang terbilang asing bagi mereka yang terbiasa dengan tema cinta ala temaja yang biasa dibuat Sheila pada beberapa lagunya.

Saya anggap lagu ini salah satu yang terbaik dari Sheila karena sampai saat ini (sepengetahuan saya) tidak ada lagi lagu yang bisa dibuat oleh Sheila seperti lagu ini, baik dari segi lirik maupun aransemen musiknya. Apalagi sampai Duta berani bilang “You better go to hell”. Cukup berani untuk ukuran band pop seperti Sheila on 7.

Selamat Tidur

Ini adalah lagu dengan durasi paling pendek yang pernah Sheila on 7 buat, yakni kurang lebih dua menit saja. Dua menit yang bisa menggambarkan secara sempurna keadaan selepas bekerja yang melelahkan dan butuh istirahat dengan lelap tertidur.

Lagu di awali dengan suara batuk Duta sebelum pada akhirnya dia menyanyikan lirik “waktunya padamkan bara setelah lelah bekerja”, sampai kemudian ditutup dengan lirik “waktunya pejamkan mata dan tiada lagi berkata. Selamat tidur”.

Lagu dengan durasi kurang dari dua menit yang begitu jenius (jika harus dikatakan seperti itu) mereka terjemahkan lewat aransemen minimalis, dengan hanya satu gitar dan ambience rasa lelah yang seperti berkata “cukup untuk hari ini, aku hanya ingin lelap tertidur”.

Perasaan seperti itu tergambar sempurna lewat suara musiknya, tarikan nafas Duta yang menggambarkan kelelahannya, dan ditimpali sayup suara latar di lagu ini. Lagu penutup yang manis untuk sebuah album pembuktian Sheila pasca sukses luar biasa mereka lewat album perdananya.

Tunjukkan Padaku

Sebuah istilah dibalik setiap lelaki hebat ada perempuan hebat dibelakangnya, agaknya berlaku untuk lagu ini. Lagu ini bercerita tentang betapa lelaki pun bisa merasa begitu rapuh jika tanpa ada perempuan yang bisa menopangnya berdiri kembali menghadapi harinya.

Lagu ini membuang jauh citra lelaki yang biasa mendominasi dengan pakaian yang sulit sekali untuk para lelaki tanggalkan, yakni ego nya. Lagu ini telanjang saja mengakui jika lelaki butuh perempuan disampingnya untuk bisa membuat hidupnya terasa lebih baik dengan mempunyai partner in life. Ditambah dengan lirik yang berbunyi “bangunkan tidurku bila kau terjaga lebih dulu” menambah kesan manis lagu ini, yang segera setelahnya ditimpali dengan lirik “bergegaslah sayang, kita isi makna indahnya hari ini”.

Radio

Aransemen musik yang dibuat Sheila on 7 di lagu ini cukup berbeda dengan aransemen musik yang biasa mereka buat. Sedikit ruang saja (bahkan hampir tidak ada) bagi Eross memainkan riff gitar berdistorsi yang biasanya dia pamerkan lewat lick gitar blues mautnya itu. Ditingkahi permainan drum yang merujuk kepada gaya musik disko yang tentunya ala Sheila on 7, ditimpali bass line yang seakan kawin dengan permainan drum dari Brian.

Selain itu jangan pernah bicara enak untuk lagu-lagu Sheila on 7. Karena jika berbicara enak saja, semua lagu Sheila on 7 akan terdengar enak (setidaknya untuk saya). Tepatnya enak yang diamini anggukan kepala yang setuju dengan apa yang Sheila mainkan, jika lagu ini asik buat joged-joged riang dalam kecemasan menuju galau yang menggelitik (Maafkan saya atas istilah yang aneh ini).

Maksudnya adalah dibalik aransemen musiknya yang enak buat goyang, ada semacam kecemasan di lagu ini lewat lirik “dia segalanya bagiku, apa yang terjadi jika kugagal menemukannya”. Namun itu tak lama, karena setelahnya Duta berujar jika “lewat radio aku sampaikan kerinduan yang lama terpendam”. Syukurlah setidaknya dia punya solusi

Pemuja Rahasia

Lagi-lagi Sheila datang dengan aransemen musiknya yang baru lagi. Kali ini Duta didaulat sebagai raper dadakan yang bersenandung manis “mungkin kau takan pernah tahu betapa mudahnya kau untuk dikagumi”.

Sedikit curhat colongan adalah, jika di lagu ini saya bisa bergumam “kok Sheila On 7 bisa tahu apa yang saya rasain sih” jiaaaaah. Hehe. Hampir semua yang dinyanyikan Duta lewat lirik lagu ini saya alami juga. Jadi lagu ini cukup personal juga, maka dari itu saya anggap terbaik, karena saya ngerasa jika Sheila on 7 lewat lagunya ini adalah saya berupa lirik lagu yang dimainkan Sheila ini. Jadi malu (next song)

Cape juga ternyata nulis ini. Ditambah lagu yang terakhir jadi bikin ga konsen nulis. Maka cukup segini saja kiranya saya menulis tentang lagu-lagu terbaik dari Sheila On 7 ini. Terima kasih mas Jaki untuk postingannya, yang akhirnya menggoda saya untuk menuliskan juga tentang lagu-lagu terbaik Sheila on 7 versi saya ini.

Selamat ulang tahun Sheila On 7, jalan terus dan tetap berlayar.

(Ps : jangan bikin lagu kaya lagu Pemuja Rahasia lagi ya mas-mas Sheila On 7. Soalnya nanti….anu…. *quota internet abis*)

Iwan Pribadi (penyuka soto campur dan tempe bacem)

Memeriahkan saling balas nge-blog dengan menunjukkan list lagu Sheila On 7 andalan masing-masing dalam rangka ulang tahun band asal Yogyakarta ini, yang diawali oleh @masjaki lalu disambut oleh Mas @dv77, maka saya jadi ikut gatal dan mencoba turut serta memeriahkan.

Tapi jangan harapkan ulasan/komentar tiap lagu yang saya pilih ini akan sekeren mereka berdua di atas yang jauh lebih melek musik ketimbang saya. Harap maklum yaa..

List lagu ini saya buat dari yang nomer 7 ke 1, tapi bukan berarti yang nomer 7 lebih jelek dari yang nomer 1, tapi lebih ke masalah selera dan faktor-faktor non-musikal yang kadang dengan tidak sopan turut memengaruhi penentuan peringkat lagu-lagu ini. Ini dia list lagu Sheila On 7 ala saya.

7. PEJANTAN TANGGUH

Jadi lelaki tangguh itu bukan tentang bagaimana kalian bisa show off dan bragging tentang apa yang sudah dimiliki dan dapat dilakukan selama ini. Jadi lelaki tangguh itu sesungguhnya adalah tentang bagaimana untuk terus belajar apapun dari siapapun untuk melewati tantangan-tantangan yang kadang kita rasa jauh lebih besar dan hebat dari kita.

Itu makna lagu ini buat saya dan itu alasan yang cukup kuat untuk menempatkannya di posisi ke-7 dalam list ini.

6. BILA KAU TAK DISAMPINGKU

Rasa insecure cowok bisa ditampilkan elegan dan jauh dari kesan mengemis atau posesif di lagu ini. Suara gitar yang mendayu-dayu seolah menangisi nasib yang menimpa si cowok, seperti yang sering kita dengarkan dari lagu-lagu bertema serupa, tidak terdengar di sini. Lagian, keliatannya main gitar gaya seperti itu bukan kebiasaannya Eross sih..

5. SEBERAPA PANTAS

Lagu ini saya pilih karena alasan nasionalisme. Jadi seperti sudah banyak yang tahu kalau Sheila On 7 kala itu sudah terkenal dan diidolakan pula di Malaysia.

Saat diluncurkan, konon lagu ini dilarang diperdengarkan di radio-radio dan televisi Malaysia. Alasannya karena dalam lagu ini ada kata “Celakanya”, yang itu dianggap tabu diucapkan di sana.

Namun, secara sembunyi-sembunyi para kawula muda yang sudah sangat nge-fans dengan Sheila On 7 tetap mendengarkan lagu ini.

Nah, di sini sisi kebanggaan dan nasionalisme saya menyala. Bayangkan, berapa band Indonesia sih yang bisa sampai membuat warga negara lain melanggar aturan negaranya sendiri hanya lewat sebuah lagu?

4. SAHABAT SEJATI

Udah jelas kan? Lagu ini mengajarkan saya gimana caranya menjadi seorang kawan yang baik untuk siapa saja yang juga baik dan mengganggap saya kawan. Menurut kalian, nama TemuKonco itu dari mana datangnya?

3. KITA

Saya suka lagu ini karena alasan yang sederhana, bagi saya lagu ini mengajarkan bagaimana caranya untuk tetap cool dan tampak bijak saat ditembak cewek yang sebenernya juga kita senengin.

Sebelum lagu ini, setau saya belum ada lagu Indonesia yang menceritakan cowok di tembak cewek, lalu reaksi cowoknya bijak dan cool, yang ada biasanya diceritakan reaksi sang cowok deg-degan, salah tingkah, kelu tak dapat berkata, dan sejenisnya. Sementara Sheila On 7, tetap terjaga kekerenannya tur isa macak bijaksana. Kalian para cowok-cowok bisa gitu pho?

2. HINGGA UJUNG WAKTU

Sebenarnya saya sempat terpikir untuk memasukkan lagu ini saat dulu posting List Lagu Mantenan, namun dengan beberapa pertimbangan, saya tidak memasukkan lagu yang sampai sekarang kalau mendengarkannya masih sering goosebumps sendiri ini, karena menurut saya lagu ini sangat personal dan lebih seru jika didengar saat hanya berdua dengan istri, tidak di tengah keramaian tamu-tamu mantenan.

1. J.A.P.

Ini lagu yang tidak perah gagal menyulut semangat di saat lagi tidak mood, males, lesu darah, kurang bertenaga, dan tak bersemangat. Selain memang lagunya yang nge-rock banget, temanya yang lucu-lucu nyenengin, liriknya yang agak tidak umum di masanya, tak ketinggalan karena ada Dian Sastro yang menjadi model di video klip ini dan membuat lagu ini lebih memorable dan saya pikir itu alasan yang lebih dari cukup untuk menempatkannya di urutan pertama list ini.

Khusus tentang penampilan Dian Sasto, dalam video klip ini dia melakukan hal anti-mainstream yang dahsyat. Bayangkan saja, sebelum ada videoklip ini, mungkin orang-orang berpikir untuk lebih memunculkan sex appeal perempuan di film tanpa khawatir terkena sensor adalah dengan menampakkan siluet perempuan sedang melucuti pakaiannya.

Tapi Dian Sastro melakukan yang sebaliknya. Siluetnya menampakkan dia yang sudah berpakaian lengkap, sedang mengenakan pakaian teknisi mesin kendaraan. Dan tepat di adegan itu Dian Sastro tampak luar biasa seksi, sodara-sodara…

25 Comments

  1. temukonco Reply

    kuwi.. kuwi.. sing bab Dian Sastro menggemaskan kuwi, adalah pernyataan yang sangat saya setujui dan benar-benar susah untuk dibantah..

  2. Pingback: List Lagu Sheila On 7 ala Saya | TemuKonco

    1. masjaki Reply

      Wah kalo Spotify saya ndak tau mas. Secara saya ini termasuk kolot untuk nikmati musik. Masih istiqomah di CD dan sesekali buka YouTube hehe

  3. Atthur Razaki Reply

    Wah sayang materi country punyanya sheila yang judulnya saat aku lanjut usia gak masuk

  4. BrianSO7 Reply

    Maturnuwun sanget nggih mas2,jujur tulisan jujur dan kritik membangun seperti ini yg jadi bahan bakar alias penyemangat kita buat Jalan terus….
    Doakan di usianya yg ke 18 album kita bs rilis secepatnya,materi sdh jadi 10lagu,tinggal tunggu pergerakan dr label.Sampai jumpa dab….
    @BrianSO7

    1. masjaki Reply

      Terima kasih mas Brian sudah mau mampir dan komen. Semoga album lekas keluar dan bikin tour panjang lagi. Oh ya, kapan-kapan ta’ wawancara lagi yah hehehe

  5. Insan Lazilul @insanelqi Reply

    Selamat pagi (menjelang siang) mas, izinkan saya sebagai generasi yang tumbuh dewasa (halah) diiringi lagu-lagi Sheila on 7 menyumbang list mixtape (halah lagi) berisi 7 lagu Mas Duta dkk. favorit saya.

    1. Pasti Ku Bisa (Berlayar, 2011)
    Adakah alasan untuk menjawab mengapa lagu ini perlu masuk daftar? Tak perlu, pokoke ini lagu Sheila on 7 yang jelas membuktikan kedewasaan mereka dalam bermusik dan menunjukkan bahwa konsistensi genre yang diusung dari album ke album bukanlah penyebab kemunduran popularitas suatu band. (Mas-mas Arctic Monkeys perlu dengar statemen ini).

    2. Perhatikan Rani (s/t, 1999)
    Lagu yang sangat sering saya dengar di TV dan radio kala itu, dan pertama kalinya saya mengakrabi lagu-lagu Sheila on 7. Simpel dan memotivasi. Enough said.

    3. Ketidakwarasan Padaku (Pejantan Tangguh, 2004)
    Membuat lagu bertema mental breakdown bukan hal mudah (kecuali anda bernama Thom Yorke). Mas Duta dkk. terbilang sukses mencampurkan tema elegi cinta dengan tema “gelap dan langka” ini.

    4. Melompat Lebih Tinggi (OST 30 Hari Mencari Cinta)
    Lirik sederhana, memotivasi, dengan tempo yang cepat. Enough said.

    5. Generasi Patah Hati (Pejantan Tangguh, 2004)
    Gabungan antara keluhan, harapan, dan teriakan “woi” menjelang akhir lagu. Enough said.

    6. Mantan Kekasih (5O7, 2006)
    Membuat lagu cinta bertema mellow semacam ini – tanpa membuat penyanyinya terlihat “turun kelas”.

    7. Radio (5O7, 2006)
    Keunggulan utama lagu ini : bass line yang unik.

    1. masjaki Reply

      Saya ikut komentari pilihannya ya

      1. Pasti Ku Bisa: Sepakat, ini pendewasaan musik Sheila On 7. Mereka sudah pernah belajar dari “kesalahan” di album Pejantan Tangguh.

      2. Perhatikan Rani: Instrumen Conga jadi keunikan lagu ini. Kalo gak salah di “Berai” juga ada.

      3. Ketidakwarasan Padaku: Eross wrote at his best. “Aku mulai nyaman berbicara pada dinding kamar. Aku tak kan tenang saat sehatku datang”. Apa dia mengkonsumsi LSD untuk mendapat mood ini? hehe

      4. Melompat Lebih Tinggi: Tak pernah gagal untuk jadi moodbooster di awal pekan.

      5. Generasi Patah Hati: Salah satu dari 5 lagu saat berangkat mencari kerja haha.

      6. Mantan Kekasih: biasa aja, tapi biasanya Sheila pasti beda sih haha

      7. Radio: Love the disco beat!

  6. mdg Reply

    Mau sharing acara boleh yah….. SHEILA ON 7 bersama /RIF akan tampil di acara Konser “radjasephia” di Istora Senayan, Jakarta pada hari JUMAT tanggal 19 SEPTEMBER 2014 jam 19.00 WIB, lagu-lagu yang akan dibawakan dalam Konser tersebut adalah lagu-lagu yang HITS di pada era akhir tahun 90an dan awal tahun 2000

    terima kasih

  7. enolaism Reply

    Selamat (nyaris) sore, postingan ini sangat menggelitik saya untuk ikut sumbang list 7 lagu terbaik (atau yang menurut saya memiliki “sesuatu”) pilihan saya, hehehehe…

    1. Percayakan padaku

    Lead guitar accoustic nya sangat jenius, hingga di sebuah majalah (saya lupa majalahnya) musisi sekaliber Ahmad Dhani sampai berharap dia lah yang menciptakan lagu ini, aransemen dan syair lagu nya sangat easy-listening dan rumit di saat yang sama, dan mood lagu ini sangat warm dan berbahaya.

    2. Terima Kasih Bijaksana

    Dibuka dengan Riff dan Sound Guitar signature yang sangat Eross dan Lirik merayu yang sangat laki laki sekali, lagu cinta yang mengajarkan lelaki untuk berjalan dengan kepala tegak terangkat.

    3. Uluran Tangan

    Sisi humanis dari Sheila on 7, yang berhasil merekam sebuah potret sosial, tak melulu masalah percintaan, cerdas…..

    4. Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah

    Cetak biru Sound Guitar terbaik menurut saya, dan String Session ter “mewah” yang berhasil diaplikasikan di sejarah musik Indonesia, dan sampai saat ini album 07 Desember masih jadi album Sheila on 7 terbaik menurut saya…….

    5. Sekali lagi

    Lagu patah hati paling lelaki, sound melody favorit saya muncul kembali :) dan dilagu ini Vocal Duta dikeluarkan secara maksimal….tabik!

    6. Radio

    Dilagu ini Eross sedang tergila gila dengan sound-sound dance clash, ala franz ferdinand (sampe bikin project jagostu), dan aransemen dari repertoar lagu ini, telah jauh melampaui masanya (saat itu). Sangat jenius…

    7. Tunggu Aku Di Jakarta

    Selalu ingin berterima kasih kepada Sound Engineer yang telah menemukan signature sound Drum dari Sheila on 7, Sangat khas dan tiada duanya…….

    terlalu sulit sebenarnya untuk menentukan daftar lagu-lagu terbaik dari Sheila on 7 hanya kedalam daftar 7 saja…….sangat ga adil, butuh lebih dari 7 daftar…. :(

    1. masjaki Reply

      Pilihan lagunya oke-oke nih. Saya boleh izin kasih komentar ya

      1. Percayakan Padaku: nomer balada tercantik dalam katalog So7. Kalau Anugerah terindah…itu versi lux-nya, ini yang versi simpel. sama-sama manis

      2. Terima Kasih Bijaksana: Lagu bagus yang sayangnya luput untuk dijadikan hits single (damn you Sony Music hehe). Versi “dewasa” dari J.A.P

      3. Uluran Tangan: hmmm…menurut saya lebih kuat Lihat, dengar, rasakan sih hehe

      4. Waktu Yang Tepat Untuk Berpisah: Sepakat. Sayang bagian string section-nya di videoklip-nya dipotong :(

      5. Sekali Lagi: selain lagu ini, Duta bernyani pol-pol an di “Brilliant 3x” sama “Segalanya”

      6. Radio: bassline-nya Adam juga gurih hehe

      7. Tunggu Aku Di Jakarta: sayang liriknya dihilangkan di sampul kaset hehe

      1. Enolaism Reply

        Untuk poin ketiga saya sepakat, nomor lihat, dengar, dan rasakan memang dahsyat…dan sebenarnya lagu ini potensi hits nya kuat kalau saja dikeluarkan buat single di awal2 rilis album…..

  8. Pingback: Sheila On Their Best* - Masjaki

  9. Nyindir Reply

    Gileee, banyak banget tulisan dari atas sampai bawah. Sepanjang perjalanan membaca saya ada beberapa lagu dari Sheila On 7 yang saya gemarin termasuk :
    1. Tertatih
    2. Bobrok
    3. Pagi Yang Menakjubkan
    4. Saat Aku Lanjut Usia
    5. Terimakasih Bijaksana
    6. Melompat Lebih Tinggi
    7. Briliant 3X
    8. Jangan Beritahu Niah
    9. Kau Kini Ada
    10. Pemenang
    11. Bingkisan Tuhan
    12. On The Phone
    13. Sekali Lagi
    14. Berlayar Denganku
    15. Lapang Dada
    Lima belas lagu diatas gak pernah gak hadir dalam playlistku. Mantaapppp

Leave a Reply to nahar (@nahar_gostu) Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>