Di Radio…

Mengingat radio adalah mengingat hidup. Dibandingkan media lain, baik cetak atau elektronik, hubungan saya dengan radio ini yang paling lama. Saya baru familiar dengan televisi sekitar usia lima tahun. Sama dengan media cetak. Sedangkan dengan radio saya yakin bahkan sejak dalam kandungan pun sudah diberi asupan siaran radio.

Saat harus memulai hidup baru di Bogor, radio adalah salah satu benda yang dibawa oleh orang tua saya. Saya masih ingat bentuknya. Radio tape merk National berkelir coklat seperti kayu. Radio jadi alternatif hiburan saat kami belum punya pesawat televisi. Maklum zaman itu televisi masih jadi barang mewah, apalagi televisi warna.

Saya bahkan menjadikan siaran radio sebagai penanda waktu. Kalau saya dengar siaran pengajian Qosim Nurseha artinya hari sudah pagi. Kalau ibu saya menyetel sandiwara radio Saur Sepuh atau Misteri Gunung Merapi, berarti hari sudah siang. Waktu itu saya belum bisa membaca jam.

Waktu saya sudah rada gede sedikit, bapak menang undian di telekuis yang rajin dia ikuti saban hari. Hadiahnya: dua buah radio tape. Merk dan tipenya sama. Dengan sedikit arogansi, satu buah berhasil saya stempel hak milik dan masuk ke teritori kamar saya.

Waktu itu sekitar tahun 98, band-band Indonesia sedang moncer-moncernya. Selain acara MTV, siaran radio adalah santapan wajib saya. Keduanya jadi alternatif saat saya tak juga bisa membeli kaset. Ah siapapun yang besar di era itu pasti tahu lah ada main antara kaset kosong dengan radio. Ya kan, ya kan ya kan.

Sejak saat itu radio jadi semacam juru selamat saya, termasuk untuk urusan asmara. Waktu SMA saya pernah mengirimkan lagu untuk adik kelas yang jadi bribikan. Di kota kecil seperti Muntilan, bukan hal sulit membuat seisi kota tahu isi hatimu. Inginnya sih seluruh Muntilan mendoakan saya, tapi rupanya saat itu #titipdoa belum populer. Sekarang saya sudah punya pasangan. Tapi rasa deg-degan menunggu lagu kiriman diputar itu yang masih belum bisa terganti.

Eh ndilalah saya diberi kesempatan untuk ketemu lagi sensasi itu. Adalah aplikasi Nokia MixRadio yang dibenamkan ke ponsel Nokia Lumia 625. Saya dapat kesempatan untuk menjajal layanan tersebut sekaligus mengulik si Lumia alias dikasih gratis dari Nokia yang diwakili oleh mas Widiasmoro hehehe.

wp_ss_20140512_0003[1]Ada 18 juta lagu yang bisa didengar secara gratis. Nah yang perlu diingat karena konsepnya radio, maka kita gak bakalan tau apa lagu selanjutnya. Tergantung si penyiar, kalau di Nokia MixRadio mungkin tergantung amal baikmu hehehe.  Kayak saya nih, lagi enak dengerin lagunya Padi eh tau-tau lagu berikutnya Radja. Langsung tanpa pikir panjang saya kasih tombol thumbsdown untuk Ian Kasela cs. Lagunya ganti jadi lagunya Audy. Selamatlah saya saat itu

Kita juga bisa kasih nilai untuk lagu yang diputar. Kalau suka tinggal tekan tanda jempol, kalo gak suka tinggal pilih jempol ke bawah. Otomatis nanti lagu yang kita gak bakal suka bakal langsung berganti. Tombol thumbsdown ini juga untuk “mengakali” tombol skip yang maksimal cuma bisa dipakai enam kali. Kalo mau lebih ya mbayar untuk layanan penuh ya hehehe.

Keren, tapi menurut saya masih biasa. Yang keren, 18 juta lagu tadi bisa kita susun sesuai selera. Anak gaul Kemang menyebutnya sebagai mixtape. Seperti punya stasiun radio sendiri kan? Nah karena koneksi internet di negara dunia ketiga macam Indonesia ini masih ambyar, mixtape tadi bisa kita unduh untuk kita dengarkan kalau pas koneksi sedang amsiong.

Kalau sampeyan termasuk golongan malas menyusun lagu dan mau enaknya saja, Nokia MixRadio sudah menyiapkan deretan mixtape yang bisa dipilih sesuai selera. Kalau masih malas milih sih kelewatan

Nah diantara segepok mixtape yang bisa dipilih tadi, coba masuk ke laman Musicologism . Ini fitur khusus yang disediakan Nokia MixRadio bagi orang-orang yang suka musik dan ingin berbagi  mixtape kepada pengguna lain.

wp_ss_20140512_0004[1]Ada mas Sammack dengan deretan musik-musik cadasnya, juga Dimas Ario yang memberikan daftar lagu terbaik tahun 2013 versinya.

wp_ss_20140512_0005[1]wp_ss_20140512_0006[1]Saya sendiri yang harus sering pergi-pergi antarkota antarpropinsi dan beberapa antarnegara sebagai pengamalan ajaran pergi karena kerja pulang karena cinta sudah menyusun lagu-lagu yang akan menemani selama di bus, kereta api, pesawat terbang, kuda sembrani, naga dan sebagainya.

Perjalanan sendiri selalu jadi momen spesial buat saya. Saya selalu meluangkan waktu lama untuk mempersiapkan segala printilan-printilannya. Termasuk menyiapkan lagu-lagu untuk menemani saya menuju tujuan.

Saat dulu sering diajak bapak naik bis malam, saya hapal beberapa lirik lagu-lagu Ebiet G. Ade, Ratih Purwasih. Saya menyebutnya lagu bis karena bis malam langganan senang memutar lagu-lagu itu. Setiap mendengar lagu-lagu mereka, saya selalu ingat momen perjalanan naik bis malam.

Menginjak dewasa (abot cah bosone…) saya kadang menyiapkan lagu-lagu khusus sesuai kota tujuan perjalanan saya. Bandung misalnya, setiap ke Bandung saya memenuhi perangkat pemutar musik dengan lagu-lagu dari musisi asal Bandung mulai dari Pure Saturday sampai NOAH. Juga Sheila On 7 dan Shaggydog yang ada di playlist saya saban kali pulang ke Jogja. Eh, Muntilan maksud saya (kan deket, cuma selangkah saja, langkah buto ijo maksudnya)

Nah untuk kali ini, saya merangkum berbagai kota lewat deretan lagu-lagu yang judulnya memakai nama kota. Kebanyakan di Indonesia wong orbit saya kebanyakan masih di seputara situ. Pengguna Nokia Lumia bisa langsung meluncur ke menu Mixes di aplikasi Nokia MixRadio lalu cari Mas Jaki Naik Bis AKAP di menu Musicology. Untuk pengguna ponsel lain, silahkan lagsung tarik ke ke tautan berikut http://nokia.ly/mixradiomasjaki

Nah kalau mau lebih cepat lagi, monggo dipindai kode QR pada e-flyer yang memuat wajah saya yang ngganteng ini. Dapat dibuka pada ponsel apa saja yang memiliki aplikasi membaca kode QR. Untuk pengguna Lumia, ketuk ikon search (kaca pembesar) dari pojok kanan bawah ponsel. Lalu ketuk lagi gambar mata yang ada di tengah bawah.

masjakiSemoga membuat perjalanan anda-anda semua jadi berkesan. Dan jangan lupa selalu berhati-hati dan membayar dengan uang pas. Tarik!

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>