Anugerah Terburuk untuk Sheila On 7

Apa yang diharapkan dari sebuah so-called album tribute untuk sebuah band yang justru ditolak oleh pihak bandnya sendiri?

Menyedihkan.  Dan itu yang terjadi pada Anugerah Terindah dari Sheila On 7, album rilisan Sony Music Entertainment Indonesia yang tadinya diniatkan untuk jadi semacam penghargaan untuk Duta dkk.

Dari proses produksinya pun sudah tak beres. Tulisan dari mas Widiasmoro dengan lengkap menjelaskan bagaimana kacaunya album yang diedarkan melaui jaringan resoran cepat saji, mana lagi kalau bukan KFC.

Soal konsep, album ini juga sedikit membingungkan, kalau tidak mau disebut absurd, sebagai sebuah album tribute. Dari total 16 lagu, hanya 5 lagu yang dibuat cover version-nya. Dan dari 5 lagu tadi, secara keseluruhan cukup mengecewakan kalau tak mau dibilang busuk.

Ello menginterpretasi “Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki”. Niatnya mungkin ingin menjadikan nomor balada ini terdengar lebih gagah dengan riff-riff gitar berdistorsi sejak awal. Juga vokal serak, yang menurut saya terlalu dibuat-buat. Hasilnya, jadi serba tanggung. Teriak-teriak di akhir lagu pun sama sekali tidak menjadikan Ello sukses berubah jadi badboy setelah sebelumnya jadi pria manis idola mbak-mbak usia 25. Saran saya untuk Ello, cobalah konsisten saja daripada mbingungi!

Astrid cukup menyelamatkan mood saat meng-cover “Berhenti Berharap”. Vokal khasnya cukup memberikan warna berbeda meski secara keseluruhan agak mengecewakan karena untuk solois yang punya signature voice, Astrid bermain terlalu aman.

Selanjutnya adalah blunder konyol. Kejahatan Ungu saat mendaur ulang “Yogyakarta” milik KLa Project di album Tribute to KLa Project jadi sedikit termaafkan. Pasha dkk. Boleh sedikit bernafas lega karena kini sudah ada XO-IX yang menyodok.

XO-IX seperti sengaja menyediakan diri untuk dilupakan dan dicaci maki saat menyanyikan kembali “Dan”. Aransemen maha norak, kualitas vokal medioker, sampai gimmick-gimmick semacam rapping yang menyedihkan, seperti tidak cukup untuk membuat “Dan” kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala. Dan, sebelumnya mereka juga sukses merusak “Cinta ‘Kan Membawamu” milik Dewa 19.

Gamaliel, Audrey, Cantika pun tak lebih baik saat membawakan “Seberapa Pantas”. Nilai biru untuk mereka adalah kualitas vokal mereka yang lebih baik dari boyband karbitan tadi. Juga tetap menempatkan salah satu bagian penting dari lagu di album 07 Des ini. Bagian interlude pasca Eross menyayat gitarnya dengan gila, dibuat versi elektroniknya. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan.

Saya berterimakasih kepada Lana Nitibaskara. Usianya baru 12 tahun, tapi dia memberikan contoh bagaimana seharusnya membuat cover version, terutama sekali untuk XO-IX. Lana, semoga karirnya tidak dihabisi oleh kejamnya industri, membuat “Sahabat Sejati” selalu dirindukan. Seperti kawan lama yang susah cari waktu untuk bertemu.

Aransemennya begitu menyegarkan, menjadikan lagu ini sebagai alternatif minimnya lagu yang layak konsumsi untuk anak-anak.  Adanya unsur brass section mengingatkan saya pada album “Pejantan Tangguh”.

Buat saya, album tribute terbaik musisi Indonesia sejauh ini ada di Tribute to Ian Antono, Salute to Koes Plus/Bersaudara (ironisnya keduanya juga dirilis oleh Sony Music Indonesia), Mesin Waktu; Teman-teman Menyanyikan Lagu Naif, dan Tribute to KLa Project dengan catatan Ungu harus ditendang dari daftar.

Untungnya, adanya layanan streaming MixRadio di ponsel saya membuat saya tidak perlu membuang waktu percuma untuk antri membeli album fisiknya di KFC. Tapi kalau memang situ penasaran, mending beli lewat iTunes, Guvera, Deezer, atau ya MixRadio tadi. Tak baik terlalu banyak makan sajian cepat saji hehehe.

Track List:

  1. Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki (Ello)
  2. Berhenti Berharap (Astrid)
  3. Dan (XO-IX)
  4. Seberapa Pantas (Gamaliel, Audrey, Cantika)
  5. Sahabat Sejati (Lana Nitibaskara)
  6. Kita
  7. Bila Kau Tak Disampingku
  8. J.A.P
  9. Sephia
  10. Itu Aku
  11. Radio
  12. Pria Kesepian
  13. Betapa
  14. Yang Terlewatkan
  15. Hari Bersamanya
  16. Pasti Ku Bisa

22 Comments

    1. masjaki Reply

      Hahahahaha. Antem lewat tulisan ja mas. Label memang makin gila sekarang. Band yang sadar karier musiknya sih mending cabut. Band-band senagkatan So7 yang di Sony Music setau saya tingggal Cokelat sama Padi, itu pun sekarang juga saya gak tau nasibnya kayak apa.

  1. christin Reply

    aku kok sedih ya baca postingan iki (dan postingane mas widiasmoro). sebagai penggemar SO7 jaman nom-noman kok njuk rasane miris klo lagune dadi koyo ngene. enake tuku albume ora ki yo XD

  2. vindrasuvindrasu Reply

    Kadang-kadang cara lebel untuk mempertahankan nama artis mereka supaya tetap dikenal emang nggak masuk akal, termasuk album cover version ini. Dari lagu-lagu baru di album ini, aku cuma suka Sahabat Sejati yang dinyanyiin sama Lana Nitibaskara. Lumayan daripada nggak ada sama sekali.
    Dan lumayanlah daripada SO7 terpaksa buat album rohani.. (–“)

    1. masjaki Reply

      Bener pak. Gak masuk akal caranya. Kalo soal album rohani jadi inget Koes Plus sama AKA. Jaman Lebaran kon gawe album qasidah. Pas Natalan dikon gawe album gospel. nek saiki ono band ngono iso dicap kafir ro PKSPayungan :))

  3. singolion Reply

    jare kancaku, Ungu berhasil membawakan Yogyakarta di Tribute To KLa Project. tak pikir aku salah mergo kancaku musikal. jebul ….. aku bocahmu, dab. hahahaha

  4. Pingback: Upaya Pongki Menyegarkan Diri | masjaki

  5. Eka septian Reply

    Terus terang setelah baca artikel ini saya langsung dengerin cover lagu2 So7 diatas. Dan setuju pake banget dengan mas. Saya koq ngerasa emosi nya hilang di lagu “DAN” trus juga di lagu “Berhenti berharap”. Hehehe…

    Jalan terus mas, sukses selalu.
    Matur suwun dengan artikel2 So7. Selalu nunggu update-an selanjutnya

  6. masjaki Reply

    Saya lagi ngurangi makan sajian cepat saji. Operan ayam gorengnya diganti Ayam Suharti saja. Minta sambel sama kremesannya dibanyakin hehehehe

Leave a Reply to Eka septian Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>