Album The Best yang Paling The Best dari Musisi Indonesia

Ada semacam anggapan tak enak untuk album The Best. Musisi yang mengeluarkan album The Best biasanya sebentar lagi karir musiknya bakal tamat. Saya sendiri meski kerap mencibir album The Best tak lebih dari sekedar penyambung nyawa, melihat album The Best sebagai usaha kecil untuk mengarsipkan katalog lagu.

Selain album The Best, dikenal pula konsep The Greatest Hits. Secara sederhana dosen saya Wisnu Martha Adiputra menjelaskan sebagai berikut :

Kalo di luar sana, yang industri musik rekamannya sudah bagus, album The Best dan The Greatest Hits dibedakan. Di sini belum. Album The Best biasanya versi penyanyi (produsen teks), sementara The Greatest Hits merujuk pada penjualan single.

Saya memilih album Time For A Change, Time To Move On dari Pure Saturday. Entah apakah bandnya memang mendedikasikan album ini sebagai album the best atau tidak (mereka lebih suka menyebutnya sebagai album retrospektif), namun semua elemen di album produksi tahun 2007 ini memang the best.

Dari pemilihan judul, album ini seperti menjadi sebuah gambaran utuh perjalanan karier musikal Pure Saturday selama kurun waktu satu dekade terakhir. Mulai dari masa-masa awal menjejaki diri sebagai indie darling band di album s/t, memasuki masa-masa krusial penetuan karir band di Utopia, serta hadir kembali setelah segala rupa problematika di album Elora.

Secara ilmu othak athik gathuk, judul album juga jadi firasat adanya perubahan besar. Dan itu terbukti karena Pure Saturday yang sebelumnya identik dengan The Cure, bermalih rupa menjadikan Genesis dan Yes sebagai rujukan di album Grey.

Dari artwork, Pure Saturday seperti menyajikan permainan tebak judul lagu. Silahkan ditebak sendiri-sendiri ya, ndak seru kalao saya tulis hehehehe….

Untuk departemen lagu, semuanya ada di mood yang sama. Dalam artian output sound tidak belang bentong seperti kebanyakan album The Best yang asal mengumpulkan lagu-lagu hits dari berbagai album.

Soal mood ini sebetulnya juga disebabkan ada “kecelakaan”. Master lagu-lagu album pertama hilang, album kedua masih direkam dengan pita. Supaya tidak njomplang, lagu-lagu dari dua album tersebut lalu direkam ulang bersama dengan dua lagu baru, “Spoken” dan “Pagi”. Sementara untuk album ketiga, hanya dipoles sedikit.

Pun meski alpa tidak memasukkan nomor klasik “Desire” juga “Coklat”, namun secara keseluruhan semua materi lagu menjadi semacam annual report sepak terjang band yang disebut-sebut sebagai pelopor etos kerja independen di industri musik Indonesia, selain Puppen dan Pas, dengan ‘Spoken” dan “Pagi” sebagai key words.

Saya belum menemukan album the best musisi Indonesia yang punya konsep sematang ini.

Time For A Change, Time To Move On

Pure Saturday

Lil Fish Records/2007

1. Elora
2. Dibangku Taman
3. Kosong
4. Nyala
5. Silence
6. Awan
7. Buka
8. Labyrinth
9. Gala
10. Pathetic Waltz
11. Pagi
12. Spoken

 

1 Comment

  1. shoe height inserts Reply

    I do not know whether it’s just me or if perhaps everyone else encountering problems with your blog.
    It appears as if some of the text on your content are running off
    the screen. Can someone else please comment and let me know if this is happening to them too?
    This may be a issue with my browser because I’ve had this
    happen before. Thank you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>