Album Live Terbaik dari Band Indonesia

“A live album is a recording consisting of material (usually music) recorded during stage performances using remote recording techniques, commonly contrasted with a studio album. Live albums may be recorded at a single concert, or combine recordings made at multiple concerts.” (Wikipedia)

Sekian banyak panggung, sekian padat agenda tour, tapi mengapa tak banyak album live di katalog band-band Indonesia. Asumsi awal saya karena budaya tour memang belum berkembang baik di Indonesia. Banyak tour otomatis banyak panggung bukan?

“Tur di Indonesia sendiri boleh dibilang aktivitas yang masih tergolong eksklusif dan sangat mahal. Hingga sekarang mungkin bisa dihitung dengan jari band-band yang merasakan kenikmatan sebuah tur panjang. Pemainnya pun kebanyakan masih muka-muka lama di industri musik.”

Penjelasan Wendi Putranto tadi membantu untuk memahami mengapa tour belum dilirik jadi bagian dari agenda pemasaran album rekaman sebuah band. Tapi pertanyaan soal minimnya album live tadi masih mengganjal sampai saya mendapat jawaban dari salah satu tokoh senior di (((BLANTIKA))) musik Indonesia, mas Samack.

“Produksinya ribet banget dari live recording sampai paska produksi. Atau bisa jadi band itu main live nya buruk jadi buat apa direkam daripada malu-maluin label.”

Mas Samack memilih album 4Dischord Live Recording Harvest. Kompilasi penampilan live dari Puppen, Jeruji, Forgotten, dan Blind To See. Juga KLakustik dari KLa Project.

“Dipikir matang. Niat, seniat band bule kalau bikin album live. Kayak album live band-band prog rock era 70-80 an.”

Arsiparis musik Indonesia Budi Warsito memilih album Live at Ndalem Joyokusuman dari Melancholic Bitch, Live Gila milik Gombloh, Live at TIM kepunyaan The Rollies, juga KLakustik-nya KLa Project. Soal minimnya album live, Kepala Sekolah Kineruku ini bilang membuat album live itu pertaruhan.

“Bisa menguasai panggung, menaklukkan penonton, dan terekam dengan baik.”

Pilihan saya? Album KLakustik. Album rilisan tahun 1996 ini sepertinya memang disiapkan oleh Katon, Lilo, dan Adi Adrian untuk jadi album live. Mulai dari pemilihan venue di Gedung Kesenian Jakarta yang prestisius. Sepengetahuan saya, KLa menjadi pelopor band-band pop Indonesia untuk menggelar konser di gedung pertunjukan yang didirikan tahun 1821 oleh Daendels ini. Tercatat GIGI, Naif, Tulus, hingga Pure Saturday.

Kualitas rekaman juga jempolan. Meski minim menampilkan interaksi Kla dengan penonton (di forum internet, ada yang mengisahkan saat itu floor director begitu ketat mengatur interaksi penonton dengan artis, termasuk kapan saat bertepuk tangan), KLakustik berhasil menghadirkan vibe konser yang hangat dan anggun secara bersamaan.

Hal lain yang membuat spesial adalah keberadaan dua lagu baru di album yang “dipecah” menjadi dua album, KLakustik #1 dan KLakustik #2. “Gerimis” di album pertama dan “Salamku Sahabat” di album kedua. Semuanya dibawakan secara live.

Ini yang kemudian membedakan KLakustik dari album-album live lain. Seperti milik Slank misalnya. Kaka cs. termasuk rajin mengeluarkan album live, terutama saat mereka jadi band “spesialis” tour di akhir 90-an hingga medio 2000-an.

Tercatat Konser PISS 30 Kota, Virus Roadshow, Road To Peace, sampai Reborn Republic: Slank. Namun album-album tadi direkam di tempat berbeda, termasuk juga di studio. Sama dengan double album live dari Dewa 19 bertajuk Atas Nama Cinta I dan Atas Nama Cinta II. Album-album tadi menurut saya tidak berhasil menjaga mood sebagai album live.

KLakustik juga dirilis dalam bentuk VCD dan karaoke sehingga pengalaman audio serta visual bisa kembali dihadirkan secara sempurna. KLakustik pada akhirnya menjadi cetak biru untuk album live band-band Indonesia.

 KLakustik #1

  1. “Terpuruk Ku Di Sini”
  2. “Jumpa Kamu”
  3. “Gerimis”
  4. “Lagu Baru”
  5. “Tentang Kita”
  6. “Romansa”
  7. “Terkenang”
  8. “Meski Tlah Jauh”

 KLakustik #2

  1. “Hey”
  2. “Waktu Tersisa”
  3. “Salamku Sahabat”
  4. “Semoga”
  5. “Pasir Putih”
  6. “Belahan Jiwa”
  7. “Tak Bisa Kelain Hati”
  8. “Yogyakarta”

2 Comments

  1. Pingback: Revisited; 4Dischord Original Live Recording Harvest | sesikopipait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>