Pilihan-Pilihan dalam Menikmati Musik

psx_20161003_115030

Sejak ponsel berganti, saya jadi keranjingan memakai layanan streaming musik dari Spotify. Sebelumnya streaming bukanlah pilihan populer. Saya masih menganggap CD ada pilihan terbaik. Harga lebih terjangkau dan praktis ketimbang plat dan kaset. Juga kualitas suara jauh lebih baik daripada streaming. Namun dalam beberapa tahun ini membeli CD perlu perjuangan lebih.

 

Tutupnya ritel-ritel seperti Disc Tarra membuat mail order ke lapak-lapak rekaman fisik di Instagram adalah pilihan paling masuk akal. Tentu perlu sedikit waktu untuk menunggu kiriman datang.

 

Sejak memasang Spotify (premium dong :P) menikmati musik dengan kualitas mendekati album fisik bukan lagi hal sulit. Rilisan-rilisan baru bisa saya nikmati tanpa menunggu waktu. Apakah selanjutnya layanan streaming seperti Spotify akan mengubah pola menikmati musik?

 
Streaming dalam setahun terakhir adalah Messiah loyonya industri musik dunia. Laporan International Federation of the Phonographic Industry mencatat selama lima tahun terakhir pertumbuhan streaming meningkat lebih dari empat kali lipat. Dari 45 persen kue sektor digital dari pendapatan industri musik secara global, sektor streaming bahkan menyumbang 43 persen pendapatan sektor digital.

 
Saya sendiri tumbuh menikmati musik lewat format rekaman fisik. Saat itu referensi untuk membeli album hanya didapat melalui televisi, radio, dan media cetak. Seringkali saya merasa kecele ternyata lagu-lagu favorit saya hanya satu atau dua lagu saja, sisanya harus menerima nasib sering dilewatkan begitu saja. Alhasil album The Best atau Greatest Hits jadi pilihan aman.

 
Saat format mp3 mulai populer, yang kemudian diikuti berbagai perubahan-perubahan signifikan lain, saya perlahan memiliki opsi. Dari sekadar mengubah susunan playlist (yang seringkali merusak dinamika album) sampai keleluasaan dalam menentukan opsi membeli.

 
Layanan streaming sangat membantu saya dalam memilih album-album mana yang harus saya buru format fisiknya. Untuk album-album band favorit tentu saya cari album fisiknya. Bagaimanapun juga tanda tangan sangat susah dilakukan di file digital kan? Namun untuk musisi-musisi baru, layanan streaming sangat membantu saya dalam memberi referensi.

 
Di lain sisi, adanya layanan streaming membuat cara menikmati musik jadi berubah. Sebagai penglaju, saya butuh asupan hiburan saat berada di kereta. Membaca majalah atau koran agak sulit dilakukan saat kondisi sesak, memelototi ponsel lama-lama membuat mual. Mendengarkan musik lalu jadi pilihan terbaik.

 
Saya biasanya menaruh beberapa lagu hasil ripping CD di ponsel. Jika bosan, saya lalu menjelajahi Spotify, terutama saat ingin mengulik lagu-lagu dari band-band yang dulu membentuk selera musik saya. Mengingat sinyal internet yang tak stabil, saya hanya mengakses Spotify di daerah yang sinyal internetnya kuat.

 
Di kantor pun sama. Karena semua CD hasil #jajanrock dikirim ke alamat kantor (demi keamanan negara, silahkan kirim pesan ke saya untuk alasan ini), maka PC di meja saya berisi semua lagu hasil ripping. Jika bosan dengan file-file lagu tadi, saya kembali mengakses jasa streaming. Untuk di kantor saya mempercayakan pada Deezer karena Spotify tak bisa diakses.

 
Sampai di rumah, saya kembali ke asal. Setelah menikah dan punya rumah, salah satu barang pertama yang dibeli ada seperangkat micro HiFi untuk memutar CD. Bukan merk premium, namun cukup untuk menemani saat memasak dan bersih-bersih rumah. Untuk sementara waktu layanan streaming saya puasakan.

 
Begitulah teknologi membuat saya kini memiliki opsi dalam menikmati musik. Menurut saya perdebatan soal fisik versus digital sudah usang. Poin krusialnya adalah nilai ekonomi yang berputar di format-format tadi bisa tersalurkan dengan baik. Artinya si pencipta karya, mulai dari musisi sampai pembuat ilustrasi, mendapat kontraprestasi yang memadai, dan pendengar mendapat kualitas yang sepadan dari uang yang sudah dibayarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>