[DARI LEMARI] Ningrat (2000)

Ningrat

Jamrud berhasil lepas dari masa limbung pasca meninggalnya Fitrah dan Sandy, dan menelurkan album terbaik sepanjang perjalanan karir bermusik band asal Cimahi ini.

Ada beberapa  elemen penting dalam album yang dirilis Logiss Record milik tokoh showbiz kondang, Log Zhelebour. Pertama, aksen vokal Krisyanto yang khas. Sejak album Putri, vokalis yang doyan memakai topi kupluk ini sudah punya signature vokal seperti orang berteriak. Krisyanto punya pelafalan khas huruf vokal “u” menjadi “ou” dan vokal “i” menjadi “e” dan itu semua terlihat jelas nyaris di 11 lagu.

Azis M.S yang mendominasi penulisan lirik (sisa dua lagu ditulis oleh bassist Ricky Teddy) berhasil menciptakan formulasi kuat untuk karakter lagu Jamrud. Tengil, cuek, cabul, dan humoris tanpa harus terjebak dalam kotak band komedi seperti Seurieus.

Azis dengan santai menumpahkan kekesalan kepada keluarga pacar yang rese setiap ngapel di “Ningrat”, dengan bumbu sindiran pada etnis Jawa.  Begitu juga di “Asal British”. Azis tenang saja menempelkan potongan dialog orang gagap berbahasa Inggris. Wen de skai to swimming pul en fain des krai de fil of remember.

Sedangkan ekstrak cabul hadir dengan takaran yang pas di “Surti Tejo”. Membuat kita selalu penasaran reka ulang adegan saat jemari Tejo mulai piknik dari wajah sampai lutut Surti. Seperti pengarang cerita stensilan, Azis dengan runut menuliskan kronologi adegan melepas rindu di pematang sawah hingga malam selimuti desa yang klimaksnya adalah saat Tejo mulai berakting di depan Surti masang alat kontrasepsi.

Lalu ada isu tentang urbanisasi yang coba disentil. Tentang perubahan kultur dan gegar budaya yang disampaikan tanpa menjelek-jelekkan kadar intelektual. Hilang Tejo yang dulu ngampung, dekil, lugu tapi Surti suka. Berganti Tejo yang gaul, yang fungky yang doyan ngucapin embeeer

Sayangnya di album-album setelahnya kadar cabul ini semakin vulgar dan cenderung berlebihan, terutama di “Senandung Raja Singa” pada album BO 18+. Penjelasan mudahnya begini. Di  Ningrat Jamrud adalah oknum siswa yang baru saja menonton versi utuh video bokep Bandung Lautan Asmara lalu diceritakan sembari sembunyi-sembunyi saat jam kosong. Sedangkan setelahnya Jamrud adalah sosok senior telat nakal di kantor yang mencoba akrab dengan staf junior dengan jokes seputar seks.

Pendekatan humor Sekwilda atawa sekitar wilayah dada ini mirip dengan jurus klasik lawakan Warkop DKI. Warkop DKI memadukan materi  yang mudah dicerna masyarakat Indonesia dengan pendekatan intelek khas bangku perkuliahan. Hasilnya adalah narasi lawak yang berkelas tanpa menjauhkan diri dari nilai lokal. Saya tidak sedang membahas the almighty Pandji Pragiwaksono yang baru saja marathon keliling jagad.

Soal lirik vulgar membuat album ini jadi kontroversi. Komisi Penyiaran Indonesia wilayah Jawa Tengah memasukkan “Surti Tejo” dalam daftar lagu yang dilarang beredar di wilayahnya pada tahun 2014 lalu. Sementara otorita Banda Aceh melarang lagu berdurasi 2 menit 50 detik ini dimainkan saat Jamrud manggung lapangan Blang Padang, Banda Aceh pada Oktober tahun lalu.

Produser Log Zhelebour sebetulnya sudah menyadari hal tersebut. Ia menuliskannya dalam liner notes di sampul album. Sembari meminta maaf jika ada pihak yang kurang berkenan, Log menyatakan dirinya dan Jamrud hanya berusaha mengungkapkan kebenaran tanpa harus menjadi munafik. Saat video klip “Surti Tejo” akhirnya ditayangkan di TV, ada bagian lirik yang dipenggal. Termasuk penuh dendam bilang “Fuck you”. Yang jelas saya harus sembunyi-sembunyi saat memutar kaset album ini di rumah.

Di balik itu semua Ningrat menyisipkan dua lagu bertempo pelan. Ada ungkapan lagu balada romantika terbaik biasanya hadir dari tangan musisi cadas. Dimulai dengan “Kabari Aku” yang sedikit konyol (inginku berenang ke kotamu tapi pasti tenggelam dan kau sedih), dan dipuncaki dengan “Pelangi Di Matamu”. Judul terakhir sempat menjadi lagu kebangsaan penguasa Cikeas saat kampanye Pilpres 12 tahun silam.

Lirik-lirik ini kemudian dijahit dengan aransemen yang berwarna. Dari blues malas, keriuhan ska, ketukan rapat heavy metal, santainya ballad, sampai kekotoran grunge.

Ningrat akhirnya menabalkan formasi klasik Krisyanto, Aziz M.S, Ricky Teddy, dan Suherman Husin sebagai band rock tersukses yang mampu mengantongi penjualan hingga 2 juta keping pasca dirilis pada bulan Juni, 16 tahun lalu.

 

 

 

6 Comments

    1. Fakhri Zakaria Reply

      Ningrat itu semacam cetak biru musik Jamrud, tapi karena terlalu kuat jadi formula Ningrat diulang-ulang terus di album setelahnya. Jadi agak membosankan pasca album ini.

      Terima kasih sudah membaca

  1. nurm13 Reply

    Mengingatkan masa muda dulu, Ningrat seperti Hymne Rock/Metal waktu itu.
    Nice review mas, album nya released th 2000 tp masih ada yg me review nya hehe.

Leave a Reply to Fakhri Zakaria Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>