Tag Archives: Muntilan

Upaya Pongki Menyegarkan Diri

Daur ulang jadi semacam upaya menyegarkan karya dengan situasi hari ini, juga bagian dari bertahan hidup. Bicara album daur ulang, tribute, atau konsep yang sejenis dengan itu, pemilihan artist pendukung adalah hal krusial. Saya melihat ada 2 pola dalam pemilihan artist pendukung. Pertama, kontrol sepenuhnya ada di tangan si musisi, dari pemilihan sampai produksi. Poin…

Read more

Bergaya dalam Bencana

Kamis (13/2) malam gunung Kelud di Jawa Timur bergolak. Abu vulkanik imbas erupsi terbawa ke angin ke arah barat, dan mulai menghujani langit Jogjakarta dan sekitar pada Jum’at (14/2) dinihari. Jumat, seperti biasanya, adalah hari para pelancong untuk berlibur akhir pekan. Mencari suasana baru di kota lain yang tak terlalu jauh jaraknya untuk kembali lagi…

Read more

Mengenang “Sex In The School”

Sekitar 2 tahun lalu saya diminta kawan saya yang kini jadi dosen di kampus saya untuk mengisi kelas yang diampunya: Dasar-dasar Penulisan. Saya diberi tugas untuk menceritakan pengalaman menulis saya sebagai kontributor (ceileh…) untuk Rolling Stone Indonesia dan Jakartabeat.net. Kelasnya penuh, mengingat ini kuliah wajib di jurusan saya. Saya jadi semangat, apalagi banyak dedek-dedek lucu…

Read more

Perjamuan Kudus dari Sudut Muntilan

Arsitek asal Belanda F.J Ghijsels pernah bilang, “Simplicity is the shortest path to beauty“. Di Muntilan, perkataan Sinyo Londo tadi terbangun dalam seporsi Sop Empal. Tampilannya amat bersahaja kalau tak mau dibilang terlampau sederhana. Hanya daging sapi goreng yang disuwir dipadukan bihun dan daun kol rebus yang diguyur kuah sop. Tak lebih dan tak kurang.…

Read more

Kaset Tak Sampai

Seminggu kemarin saya mengambil jatah cuti tahunan. Jatah waktu 5 hari saya gunakan untuk pulang ke kampung saya di Muntilan, dan juga kota tercinta Jogjakarta. Selama sepekan saya menghabiskan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang mungkin dinilai tidak produktif oleh Jakartans: SELO. Salah satu keseloan saya adalah mengunjungi toko kaset langganan, yang kini jadi satu-satunya, di Muntilan.…

Read more

Pulang, Rumah dan Sebuah Kebingungan

Kapan balik Jogja, Jak ? Jo, kapan mulih Muntilan ? Kapan turu Sawangan, Ri ? Kapan pulang  ke Bogor ? Rumah adalah tujuan dari semua perjalanan. Ibarat bis malam, rumah adalah terminal atau pool terakhir. Rumah adalah tempat dimana semuanya berpulang. Tempat dimana kita pulang barang sejenak dari segala masalah sehari-hari di luar sana. Karenanya,…

Read more

Siti Badriyah

Akses saya terhadap musik selama tinggal di kota Muntilan memang terbatas. Saya baru kenal band-banad “ajaib” selama kuliah di Yogyakarta antara tahun 2005-2010. Terbatasnya akses saya tersebut membuat saya selama SMA hanya tahu band-band pop dan…musisi campursari. Selain toko kaset dan media cetak, radio adalah salah satu cara saya untuk tetap update. Di Muntilan saya…

Read more

Muntilan Punya Suara

Masa SMA saya yang dihabiskan di sebuah kota kecil bernama Muntilan tidak menghalangi saya untuk mengakses perkembangan terbaru di dunia musik Indonesia. Ehmm…maksud saya musik pop mainstream Indonesia. Meskipun kota kecil, Muntilan mempunyai dua toko kaset yang cukup update koleksinya. Sekali lagi koleksi pop mainstream. Itu belum termasuk lapak CD mp3 bajakan di pasar dan terminal serta jasa pengisian mp3…

Read more

Warung Kurang Ajar

Benar kata Mamah Dedeh, jangan selalu tertipu tampilan luar. Eh ini yang bilang mamah Dedeh bukan sih? ah pokoknya mamah lah… Seringkali pertimbangan kita makan di warung adalah harganya yang murah ketimbang makan di resto gedongan. Apalagi kalau warungnya adalah warung kaki lima. Lupakan soal higienitas. Love is cinta. Lapar is ngelih. Tapi lambat laun…

Read more

Reklame Penanda

Sejak SMA saya sudah tidak tinggal dengan orang tua. Saya bersekolah di Muntilan, Jawa Tengah sementara orang tua saya di Bogor, Jawa Barat. Makanya tiap ada liburan seperti libur semesteran atau libur Lebaran saya pulang ke Bogor.Muntilan-Bogor Saya selalu menikmati momen-momen perjalanan. Pertama jelas namanya juga pulang kampung. Kedua ya sudah jelas juga, tiap pulang…

Read more