Bermimpi untuk Kedua Kali

Kita semua pasti pernah bermimpi dan punya mimpi. Bagi saya, bermimpi adalah moda hiburan paling murah dan paling meriah. Nomor duanya adalah tidur.

Mimpi ibarat toko serba ada. Menyediakan semuanya. Mulai dari yang indah-indah sampai yang…ya…ya tau sendiri lah, kan udah gede.

Kegemaran bermimpi saya makin menjadi-jadi saat usia 15 tahun lebih. Macam-macam yang ada di pikiran saat itu. Mulai dari yang sedang, seperti memimpikan cewek yang saya taksir jadi pacar saya, atau malah yang rada mustahil macam menjadi anak band.

Memang dalam fase psikologis seseorang, seperti yang saya baca di buku Penjaskes kelas 6 SD (kelas 6 SD !!!) n  masa-masa setelah puber adalah masa-masa dimana seseorang mengkhayal tingkat tinggi. Setelah masuk usia dua puluhan, mereka akan belajar tentang realita hidup sehingga mengkhayalnya agak berkurang. Dan titik pentingnya adalah usia 27.

Seperti halnya remaja-remaja tanggung yang pikirannya penuh mimpi, Adon Saptowo  dan Sigit Wardhana  (vocal), Adini “Adnil” Farsal  dan Ardi “Aris” Isnandar (gitar), Ardhini Citiasatri “Sita” (bass), Intan Putri Wardinadi a.k.a Anya (keyboard), serta Bambang “BS” Sutanto (drum) juga bermimpi.  Mimpinya lalu mereka tuangkan dalam Bermimpi, lagu yang jadi hits single di album debut berjudul sama  keluaran Musica Studios tahun 1996. Awalnya adalah kumpul-kumpul dan iseng-iseng jamming di tahun 1994. Ayah Sita yang kebetulan mengenal produser musik Harry Sabar kemudian mengantarkan mereka ‘belajar’ padanya

Saya masih kelas 3 SD saat itu. Senang betul melihat penampilan mereka di televisi. Lagunya mudah dicerna. Harmonisasi vokal antara Sigit dengan suara khas Adon yang khas menjadi pembeda. Adon yang lulusan IPB juga dikenal sebagai anggota paduan suara salah satu gereja di Bogor. Aransemen musiknya ringan namun sedap, seperti makan bakso lah. Terpenting, liriknya pun tak berbahaya. Maklum jaman segitu, bapak saya rada sensitif sama lagu-lagu cinta. Mungkin mematuhi kata-kata Harmoko supaya tidak mendengar lagu-lagu yang bisa merusak kepribadian bangsa. Padahal siapa coba yang saban hari memutar lagu-lagu cinta dari Koes Plus, Ebiet G. Ade, Franky dan Jane juga Rien Djamain ?. Oh ya jangan lupa, wajah Anya yang ayu dan unyu juga jadi salah satu faktor 😀

Base Jam kemudian berhasil melewati sindrom album kedua. Berbekal lagu Jatuh Cinta yang sutingnya di atas truk trailer, mereka mengibrakan nama di album Dua (memang ini judulnya) yang dirilis setahun kemudian. Konsep syuting di atas truk trailer ini kemudian pernah dipakai Ungu di lagu Karena Dia Kamu. Tapi kostum hitam berjala-jala membuat Pasha dkk. terlihat seperti peserta pawai 17an nyasar. Di album ini ada lagu berjudul Rindu yang ampuh sebagai obat nina bobo bagi mereka yang menjalani hubungan SLJJ.

Album ketiga bertajuk Ti3a (judulnya memang begitu, mas eeee) menjadi titik puncak kesuksesan band yang personelnya darlintas Jakarta-Bogor ini. Adalah nomor Bukan Pujangga yang membuat saya semalaman menunggu di depan tape recorder untuk merekam lagu itu di kaset bekas saat diputar di radio. Waktu itu uangnya sudah dibelikan kaset album pertama Sheila On 7 yang monumental hahahaha. Anak jaman lah. Album ini dirilis tahun 1999. Ada nomor cantik berjudul Radio yang seru.

Nah disini saya mulai edan. Saya kan selalu naik angkot saban berangkat dan pulang sekolah. Kata teman sekelas yang sering pulang bareng, ada angkot yang demen mutar lagu-lagu Base Jam. Tandanya gampang, ada tulisan Base Jam besar di kaca depan. Semanjak itu saya kalau berangkat sekolah selalu menunggu angkot itu datang. Masa bodoh dengan angkot lain yang menawarkan diri. Saya baru mau naik angkot lain kalau sudah ada tanda-tanda bakal telat. Dan betul, sepanjang perjalanan sejauh 12 KM, satu album penuh diputar. Sangar

Tapi kemudian Base Jam justru perlahan-lahan surut. Dimulai dari Adnil dan Anya yang mengundurkan diri. Kabar-kabar terakhir, setelah sempat menjadi musisi pengirin untuk Audy, Adnil tergabung di Evo, band beranggotakan Elda (vokal), Didit Saad (gitar, eks Plastik), Erwin Prast (bass, eks Dewa 19 dan Nu KLa), serta Ronald Fristianto (drum, eks Gigi). Band digadang-gadang sebagai supergrup namun sekarang tak jelas nasibnya . Namun mundurnya dua personel ini, tidak membuat Sigit, Adon, Aris, Sita dan BS ikut mundur teratur. Album Sinergi Base Jam Emp4t (iya, ini memang nama albumnya, ampun dah) seakan memberi bukti mereka belum mau mati.

Sesuai prediksi, album ini tak bisa bicara banyak. Tapi mereka belum mau menyerah juga. Dari Hati yang merupakan album kelima sempat memberi harapan. Tak Kan Berpaling Cinta sempat wara wiri di radio dan layar kaca. Adnil dapat pengganti sepadan dengan masuknya Coky Bollemeyer (sekarang jadi gitaris Netral dan Deadsquad). Dan seperti strategi band yang penjualannya seret atau sudah tak ada tanda kehidupan, mereka membuat album The Best, dengan dua lagu baru Hujan Tanpa Awan dan Denganmu Tanpamu.

Base Jam akhirnya harus lego jangkar juga. Sigit mundur tahun 2006, lalu Coky ingin lebih “keras” lagi. Dia kini dikenal sebagai gitaris Netral serta Deadsquad. Sedangkan Sita pada tahun 2004 sempat meneruskan studi di Inggris, yang kemudian membuat Base Jam vakum beberapa saat.

Kini Base Jam hadir dengan formasi baru. Hadir sebagai pengganti Sgit adalah Alvin, salah satu finalis ajang pencarian bakat di Indosiar, let’s sing masih berjaya di Akademi Fantasiiiii. Lalu Oni menemai Aris di departemen gitar, dan posisi BS digantikan Eca. Single perkenalannya adalah Aku Berbeda. Sayang, kejamnya industri musik membuat mereka belum bisa bicara lebih banyak lagi. Dan sepertinya, mereka harus bermimpi, untuk kedua kali.

Kala aku sedang sendiri kucoba renungi
Ingin apa aku ini, tak pernah mengerti
Sampai kini kusadari aku tetap tak perduli
Hanya aku jalani hidup ini, hoeoo… yee…

‘Ku duduk dalam sepi, ‘ku melamun sendiri
Mau apa aku ini, tak kupahami
Semua orang pasti ingin dapat raih bahagia
Kalau hanya itu aku pun t’lah mengerti

Kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini ‘ku tak tahu pasti

Aku hanya bisa bermimpi
‘Ku hanya ingin hidup bahagia oh…
Aku hanya bisa bernyanyi
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi, hoeoo… yee…

Aku lihat layang-layang dapat terbang tinggi
Namun sesekali goyah dan ia jatuh lagi
Apa mungkin kutemui kunci di hati
Yang ‘kan ungkapkan segalanya suatu saat nanti

Kadang-kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini ‘ku tak tahu pasti

Aku hanya bisa bermimpi (bermimpi)
‘Ku hanya ingin hidup bahagia (sampai akhir nanti)
Aku hanya bisa bernyanyi (dalam hati)
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi

Kadang aku bermimpi, ingin aku miliki
Khayalan yang ada di hati
Bukanlah mimpi, eeyoo…
Bukanlah mimpi, yooo…

Kadang-kadang ingin pergi, kadang ingin sendiri
Sampai kini ‘ku tak tahu pasti, yeee… (pusing hatiku saat ini)

Bermimpi (bermimpi)
Ku hanya ingin hidup bahagia (sampai akhir nanti)
Aku hanya bisa bernyanyi (dalam hati)
Aku tak tahu apa yang kucari di muka bumi

Hoeyoo… hoeyoo…
Bermimpi… bermimpi…
*Tulisan ini sebelumnya dimuat di multiply saya , dimuat ulang dengan perubahan seperlunya
** Foto diambil dari sini

5 Comments

  1. Ernest Reply

    Hi there! Would you mind if I share your blog with my zynga group?
    There’s a lot of folks that I think would really appreciate your content. Please let me know. Thanks

  2. Jambrong Reply

    sampe sekarang ini sy nonton konser terbarunya di YouTube, suara Adon tetep kinclong. mirip suaranya Tom DeLonge waktu blink-182 jaman 2000an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *