Lingua yang Tetap Terngiang di Telinga

Seiring reformasi, pemerintah memberikan kebebasan bagi warganya untuk berkumpul dan berorganisasi. Membentuk kelompok-kelompok yang punya satu tujuan khusus atau malah tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku. Misalnya saja kelompok terjun payung, kelompok ilmiah remaja, juga kelompok paduan suara.

Kelompok paduan suara atawa grup vokal ini juga bermacam-macam. Tiap hari ada saja grup vokal baru di layar kaca. Dari yang bertanggungjawab sampai yang kabur dari tanggungjawab. Dari yang muda-muda sampai yang janda-janda juga ada. Pria, wanita, setengah pria atau setengah wanita.

Benar kata Darwin, yang kuat yang bertahan. Biar begini begini pelajaran Biologi saya tujuh lho, satu-satunya nilai mata pelajaran IPA yang paling bagus. Dan akhirnya semua kembali ke bagaimana esensi musik. Sebuah seni yang membuat telinga tegelitik-gelitik.  Ada yang masih bertahan dan masih menghasilkan karya, namun ada pula yang wujudnya sudah tiada namun karyanya tetap tengiang di telinga.

Lingua masuk kelompok yang  terakhir disebut. Trio Francois Mohede (Frans), Tuwuhadijatitesih Amaranggana (Amara), dan Arie Widiawan (Arie) sejak tahun 1998 memang sudah tak jelas keberadaannya. Namun ingatan juga pendengaran saya masih tertuju ke kelompok vokal bentukan tahun 1996 ini.

Lingua adalah bukti lain tangan dingin seorang Yovie Widianto. Tak berlebihan sosok pendiam ini dijuluki Midas. Selain Yovie, beberapa musisi yang ikut andil diantaranya adalah Adi Adrian (Kla Project), Indra Lesmana, Dewa Budjana (GIGI), dan Henry Lamiri (Arwana). Nah yang saya ingat  yang mengenalkan kelompok ini nih kawan sekelas saya pas SD, namanya Giri. Mungkin dia sudah gak ingat lagi perbuatannya. Tapi yang jelas waktu itu sekelas terpecah dua. Ada yang suka AB Three, yang lain suka Lingua.

Debut pertamanya adalah album Bila Kuingat, rilisan RIS Music Wijaya tahun 19 dengan hits single berjudul sama . Dan benar, Bila Kuingat langung diingat. Video klipnya mengambil konsep retro, namun bukan itu saja yang membuat diingat. Ketiganya berhasil membuat rumah dengan baik. Arie dan Frans yang membangun pondasinya dengan paduan bass Frans dan suara Arie yang bisa meliuk-liuk ke nada-nada tinggi (ga sampai falsetto sih). Nah pemanisnya adalah Amara yang sedap secara audio maupun visual. Suara Amara serak-serak basah gimana gitu, tentunya bukan seraknya Laudya Chintya Bella. Dan wajahnya oohhh….sangat Indonesia sekali, Njawani.

Langkah Lingua seakan tak terhenti di single kedua berjudul Jangan Kau Henti besutan Adi Adrian. Menurut catatan, dalam empat bulan angka penjualan sudah mencapai 300.000 kopi, bukan donlotan. Tapi yang saya favoritkan adalah lagu  Tak “Kan Habis Cintaku yang lagi-lagi diciptakan Adi Adrian. Lagu ini ada di album kedua berjudul Bintang keluaran tahun 1998 dibawah label BMG. Nama-nama angker macam Riza Arshad (Simak Dialog), Iwang Noorsaid (pernah gergabung di Gong 2000, God Bless, juga menjadi musisi pengiring Iwan Fals), Yance Manusama, juga ehm..Anang, kali ini ikut masuk.

Video klipnya kembali beretro-retro. Kalau sebelumnya mengambil tema Western nyerempet-nyerempet style Rockabilly, kali ini lebih membumi. Pernah nonton film Ca Bau Kan ? kira-kira mirip seperti itulah konsepnya. Settingnya kehidupan Cina Peranakan gitu lah. Lagu ini terasa adem dari dulu sampai sekarang, entah kenapa. Suara Arie lebih lembut. Frans membuat saya makin nyaman pengen bobo, dan Amara membuat saya pengen dikeloni olehnya *loh!. Ah berlebihan mungkin, tapi ini lagu yang asik.

Tapi seperti sejawatnya, Lingua tak bertahan lama. Entah apakah ada hubungannya dengan situasi politik dalam negeri di tahun 1998 yang tak menentu, nasib Lingua juga tak menentu. Katanya sih karena Frans dan Amara berpacaran lalu menikah, yang katanya tidak direstui. Ah tapi kok saya malah membawa ranah ini ke lahannya infotainment ya. Arie sekarang sih di Bandung dan menjadi pegiat sepeda. Kalau Amara dan Frans katanya mengelola sekolah tinju Thailand, sempat juga main di beberapa sinetron.

Ah gara-gara Lingua saya pernah punya imajinasi liar. Pengen jadi anjingnya Dalmatian-nya Amara kayak di video klip Jangan Kau Henti Dulu. Dielus-elus Amara kayaknya enak….*cleguk

*Tulisan ini sebelumnya dimuat di multiply saya. Diangetin lagi dengan perubahan seperlunya.

** Foto diambil dari sini

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *