Menanti Reuni

Sungguh menyenangkan tiap kali melihat musisi idola tampil. Entah itu sekadar membaca beritanya di surat kabar atau bahkan menyaksikan langsung saat konser. Tapi ada yang lebih nampol lagi. Bahkan mengalahkan dari kegembiraan kala mendapat setlist bertanda tangan saat konser. Klimaks itu bernama reuni.

Apalagi yang ditunggu-tunggu seorang fans musisi yang karier musiknya sudah almarhum kalau bukan reuni ?. Melihat musisi idola kembali tampil adalah harapan terbesar seorang fans.  Dan saya punya lima musisi idola, semuanya lokal, yang saya nanti-nanti untuk reuni.

5. Rida Sita Dewi (RSD)

Cantik, bersuara merdu dan lagunya oke. Kurang apalagi untuk saya suka ?. Rida Farida (Rida), Sita Nursanti (Sita) dan Dewi Lestari (Dewi) langsung membius perhatian saat saya melihat videoklip Kusadari di Video Musik Indonesia yang dipresenteri oleh Dian Nitami. Lagunya catchy, namun saya gak berani nyanyi-nyanyi. Takut dianggap kemayu 😀 #pencitraan

Kutertawa dalam angan yang tak berbilang

Semua tanya hanya engkaulah jawabannya

Lalu saya makin kepincut saat mendengarkan Ketika Kau Jauh di radio. Sayang, lagu yang ada album The Best rilisan tahun 2002 ini adalah kali terakhir saya mendengar grup vokal bentukan Adjie Soetama dan Adi Adrian ini karena setahun kemudian Dewi memutuskan keluar. Atas kesepakatan bersama RSD tidak mencari vokalis pengganti, dan akhirnya mengakhiri kebersamaan mereka yang telah berjalan sejak tahun 1995.

Dewi kemudian dikenal sebagai penulis denga nama pena Dee. Karya-karyanya, mulai dari Supernova sampai Madre selalu laris. Sita beralih ke seni peran. Peran yang paling diingat publik adalah kemunculannya sebagai Ira, kekasih Soe Hok Gie di biopik aktivis mahasiswa 1966 itu.  Dia juga mengcover Donna Donna milik Joan Baez untuk OST film garapan Riri Riza tersebut. Sementara Rida menjadi presenter di televiie lokal Bandung serta menjadi guru vokal. Terakhir, namanya ada di album Reuni yang line-up nya paten macam Utha Likumahuwa, Memes, dan Adjie Soetama.

Memang grup vokal wanita kini makin banyak. 3 Diva oke secara audio namun maaf saya gak selera dengan tante-tante :D. T2 ? ampun deh. Cherry Belle dan 7Icons? Mereka emang nyanyi ya ?

4. Bunglon

Jak, nonton Java Jazz ra (Jak, nonton Java Jazz gak ?)?”

“Mengko. Pas Bunglon reuni (Ntar. Pas Bunglon reuni)”

Banyak anak muda masa kini (ceileh) yang merasa dirinya “paling jazz” saat mendengar Maliq & D’Essentials. Yah, lagu-lagu dari band yang diotaki kakak beradik dari klan Puradiredja itu memang cukup renyah untuk para remaja ketimbang karya-karya (tanpa mengurangi rasa hormat) Buby Chen. Tapi sebaiknya adik-adik kita yang manis tadi perlu membuka-buka lagi GODgle, eh kamsud saya, Google, dan ketik Bunglon.

Bunglon adalah perkenalan pada genre musik jazz. Sebelumnya yang saya tahu tentang jazz adalah Jamz, alah satu kafe di Jakarta yang punya acara jazz regular yang iklannya diputar saban hari di RCTI.

Kau yang merupakan daur ulang dari lagu Chandra Darusman membikin saya jatuh cinta pada Fadia (vokal), Kice (gitar), Eko (bass), Derry (keyboard), dan almarhum Chilling (drum).  Bunglon termasuk produk Gang Potlot. Bongky Marcell (ex. Slank, Flowers, sekarang di BIP) adalah sosok yang berjasa membukakan jalan ke label rekaman. Oh ya Chilling sendiri  juga tercatat di Flowers, yang sekarang berubah nama menjadi The Flowers.

Bunglon berhasil membawa jazz ke ranah yang lebih ngepop. Unsur-unsur jazzy masih terdengar, namun dicampur dengan funk dan R&B aransemennya nyaman untuk didengar kala nyantai sore-sore.

Lagu Kau sendiri masuk di debut album Biru, bersama hits single lain seperti Cerita Lalu. Album kedua dirilis dua tahun kemudian. Bertajuk Emas, album ini merupakan era keemasan. Di album ini mereka berduet dengan grup acapella asal Italia Neri Per Caso di lagu Denganmu.

Tahun 2004 Fadia (Fay) keluar tanpa alasan jelas. Posisinya digantikan oleh Audrey Papilaya yang cabut dari Moluccas. Setelah itu, band ini tak ada kabar. Justru kabar duka yang terakhir datang. Tanggal 31 Agustus 2009, Chilling meninggal dunia setelah mobilnya masuk jurang di kawasan Dago Pakar, Bandung.

3.  Ahmad Band

Simak dulu lirik ini

Maunya selalu memberantas kemiskinan

Tapi ada yang selalu kuras uang rakyat

Ada yang sok aksi buka mulut protas protes

Tapi sayang mulutnya selalu beraroma alkohol

Lalu bandingkan dengan yang ini

Dan kau tanyakan aku

Sedang apa kamu di sana

Dan ku jawab ke kamu

Aku sedang mikirin kamu

Bisa cari persamaan dua lagu tadi ?. Anda boleh jadi terkejut terkejut kalau jawabannya adalah Ahmad Dhani. Pentolan Dewa sekaligus bos Republik Cinta ini sempat punya ledakan gila-gilaan sebelum flop  kayak sekarang.

Adalah Ahmad Band yang menjadi pelampiasan nafsu bermusik Ahmad Dhani yang tak tertampung di Dewa 19 yang kala itu tengah vakum setelah Ari Lasso dan Aksan Sjuman keluar. Barisan musisi pengisinya sadis. Jaminan mutu. Ada Andra Ramadhan yang jadi soulmatenya hingga kini. Parlan “Pay” Siburian dan Bongky Marcell datang dari Potlot untuk mengisi departemen gitar dan bass. Sementara Bimo Sulaksono mengisi posisi drummer sepeninggalan dirinya dari Netral. Sebuah supergrup lahir. Selain Distorsi yang liriknya saya kutip tadi, band ini juga punya nomoer-nomer paten seperti Bidadari di Kesunyian, Dimensi, juga Aku Cinta Kau dan Dia.

Sebetulnya ini adalah proyek narsis sang master mister, kalau melihat wajahnya yang menjadi cover album. Tapi Ideologi, Sikap dan Otak, satu-satunya album dari band yang lahir di era reformasi 1998 ini menjanjikan pengalaman musikal yang sulit ditemui lagi saat ini.

2. dr.pm

Jodie, kawan saya yang juga drummer dari unit punk asal Jogja The Allison, pernah berkata, “Nek aku duwe duit akeh, aku arep mbayari dr.pm  gawe konser (Kalo duitku banyak, aku mau mbayarin dr.pm  buat konser)”.

Saya mengamini. Jika diibaratkan di  sepakbola, band ini mirip akademi sepakbola Ajax Amsterdam dan Manchester United yang punya materi-materi muda berkualitas. Sama seperti yang ada di band yang berdiri tahun 1997 ini. Ada Ronald Fristianto. Bekas drummer Gigi ini juga ikut membantu di Dewa 19 (waktu Wawan Abi keluar) dan KLa Project. Di departemen bass ada Danny Supit yang menjadi musisi pendukung KLa Project, Andre Hehanusa dan Ruth Sahanaya. Sementara gitaris Marshal Rachman pernah mendukung album Krisdayanti, Atiek CB, Oppie Andaresta  dan Anang. Terakhir, Erwin Moron yang pernah tergabung dalam grup Insect di album Pesta Alternatif 1 dan 2, ada di posisi vokalis. Sebelumya posisi Erwin diganti Pierre. Nama dr.pm sendiri adalah singkatan nama personilnya. Danny, Ronald, Pierre dan Marshall. Sangar.

Debutnya adalah Dunia Baru rilisan tahun 1999. Lewat hit single Pernah Mencoba (yang videoklipnya pada naik di atap pom bensin) dr.pm membawa nafas baru. Unsur-unsir tabla dikombinasikan dengan gaya gumama yang menghias sepanjang lagu. Tapi lagu kesukaan saya adalah nomor balada berjudul Damai Mimpi yang ada di album Sosok. Selain videoklipnya asik (Erwin Moron memainkan semua karakter), lagunya juga nampol. Intronya megah namun tak kehilangan unsur catchy-nya.

Ingin bersamamu… menari

Bernyanyi lagu…damai mimpi

Tersenyum nuranimu

Harum nafasmu mewangi

Hiasi mimpimu

Namun Erwin kemudian memutuskan keluar. Kabarnya karena dianggap terlalu aktif di panggung, kurang kalem dan srantal sruntul. Erwin sempat tergabung di beberapa band, salah satunya Rebek, sebemum bersolo karier dengan nama panggung Erwin Moron Inc. Penggantinya adalah Abun. Formasi Ronald, Danny, Marshal dan Abun menghasilkan album Lepas Landas yang memajang hits single Lagu Untukmu dan Tak Harus Miliki.

Tapi setelah itu tak ada lagi kabarnya. Ronald memutuskan pamit. Drummer yang dinobatkan sebagai 50 Drummer Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia ini wara wiri menjadi session player. Mulai dari ikut Magenta Orchestra-nya Andi Rianto sampai pernah membantu…Radja.

Setelahnya, Marshal mundur dan bergabung di ADA Band, yang kariernya makin moncer saat Baim keluar dan digantikan Donnie SIbarani.

1. Harapan Jaya

Berlari-lari kesana kemari

Berlari-lari mengejar bis kota

Setiap pagi ditelpon si Nani

Ngingetin gue kuliah pagi

Ya, Harapan Jaya. Band yang menyebut genrenya sebagai rock ceria ini membuat saya yang waktu itu masih SMP ingin cepat-cepat jadi mahasiswa. Harapan Jaya termasuk band angkatan 90, mendekati akhir. Asalnya dari Bandung. Personelnya : Alvin Yunata (vocal), Eddi Brokoli (backing vocal), Ogi dan Junet (gitaris), Ape (bass), dan Upit (drum).

Dari mana nama Harapan Jaya berasal ? hoho, maniak bis pasti suka jawaban ini. Alkisah ada saudara salah seorang personel, masih kecil. Si adek tadi selalu bercerita dengan antusias mengenai bis Harapan Jaya, perusahaan otobus AKAP asal Tulung Agung, Jawa Timur. Melihat antusiasme si adek tadi, dipakailah nama Harapan Jaya sebagai nama band.

Harjay kemudian merilis album pertamanya pada tahun 2000 di bawah label EMI. Single jagoannya Kuliah Pagi. Penampilan Harjay waktu itu langsung menarik perhatian. Musik rock n roll dengan lirik yang ceria. Satu lagi, kribo. Ya, rambut kribo Eddi Brokoli waktu itu masih langka. Siapa lagi sih kribo yang populer di pentas musik setelah Ahmad Albar dan Ucok AKA ?.

Harjay juga mendobrak anggapan kalau musik-musik dengan lirik jenaka harus dibawakan dalam irama dangdut seperti Pancaran Sinar Petromaks atau Pengantar Minum Racun.

Nama Harjay kemudian dikenal luas. Maaf, Eddi Brokoli lebih tepatnya. Eddi sempat jadi cameo di Ada Apa Dengan Cinta, lalu punya acara khusus di MTV Indonesia. MTV Ngibul, menyajikan berita-berita terdepan dengan kebenaran terbelakang. Tapi dia lalu dipecat, kabarnya karena pada satu acara dia memakai kaos bertuliskan FUCK SHEILA ON 7.

Album kedua Harjay dirilis tahun 2002. Lagu jagoannya Seripik Kingkong, eh salah Keripik Singkong. Kata Alvin di Rolling Stone Indonesia edisi April 2009, situasi di Harjay mulai tidak kondusif. Eddi ketahuan berpacaran dengan Upit. Padahal sudah ada komitmen tidak ada hubungan asmara antar personel. Pacar Eddi dan Upit sebelumnya marah dan menyalahkan Alvin, begitu juga orang tua Upit. Eddi akhirnya keluar. Kabarnya, Eddi juga dimusuhi oleh scene musik Kota Kembang karena sok ngartis, belagu. Legeg basa Sundanya.

Presiden Rock N Roll yang dirilis tahun 2004 menjadi album terakhir Harjay. Maskot hilang, ditambah lagi gitaris Ogi harus kuliah ke luar negeri. Harjay benar-benar bubar tahun 2006.

Alvin untuk beberapa waktu yang cukup lama jurnalis di Trax. Dia juga personel dari band yang membahayakan kawan dan lawan, Teenage Death Stars. Upit menjadi drummer C.U.T.S, band electro-clash yang mulai dikenal lewat festival musik independent yang disponsori oleh sebuah perusahaan rokok. Sebelumnya Upit juga berposisi serupa di Boys Are Toys. Eddi sering wara-wiri di film, walau kebanyakan film horror model begituan. Tapi Eddi juga punya andil buat scene musik bawah tanah Bandung. Tahun 2008 lalu, dia ikut memprakarsai konser besar-besaran di lapangan Saparua. Baheula, Ayeuna, Salilana Saparua, begitu tajuk konser yang merupakan kampanye damai musisi independen Bandung pasca tragedi AACC.

Kabar terakhir yang diupdate dari laman facebooknya : 13 Juni 2009, 16.00-18.00 Latihan lagi untuk persiapan manggung di Dufan..ya kalo ga jadi manggungnya ya buat reresepan (senang-senang) weh..

Saya kangen Harapan Jaya, saya kangen kuliah pagi…

*Tulisan ini sebelumnya ada di multiply saya. Diangetin lagi supaya bisa diiicip 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *