Bintang yang Sekejap

Proyek sampingan dari seorang personel band memang layak untuk disimak, terlebih bila yang bersangkutan dikenal punya skill mumpuni juga nama besar. Mungkin banyak yang belum percaya kalau dibalik kelembutan Stevie Item saat memetik melodi Sempurna, tersimpan kekuatan lain, kedahsyatan metal yang disalurkan dengan baik di Deadsquad. Atau simak keliaran seorang Eross Candra yang bisa ditemui di Jagostu.

Jauh sebelum itu, nama Bambang Sutejo sukses dengan single di proyek sampingan yang jadi anthem anak-anak yang tumbuh besar di akhir dekade 90an. Mungkin nama Bambang Sutejo anda masih belum paham. Baiklah Bengbeng, gitaris PAS Band. Ya PAS Band, salah satu pionir scene musik bawah tanah yang membawa spirit DIY (Do It Yourself) pada pertengahan 90an silam bersama Puppen dan Pure Saturday (kebetulan ketiganya merekam materi demo lagunya di studio yang sama, Reverse milik Richard Mutter yang waktu itu drummer PAS Band).

Bersama adiknya, Sintawati, Bengbeng membentuk Air pada tahun 1998. Lagu Bintang langsung menancap di telinga. Bagaimana tidak, lagunya catchy, liriknya sederhana juga bisa diterima semua umur. Yang tua tak risih, anak-anak pun tak berbahaya kala menyanyikannya. Mungkin mirip Kepompong-nya Sind3ntosca beberapa saat lalu. Video klipnya juga unik, menggunakan teknik one take shoot yang benar-benar butuh persiapan matang karena kamera terus merekam tanpa ada perpotongan adegan.

Saya ingat lagu ini pernah dibawakan waktu perpisahan angkatan saya di SD. Waktu itu yang membawakan adalah adik kelas saya, perempuan, badannya bahkan lebih kecil dari gitar elektrik Ibanez hitamnya. Bahkan waktu dulu pernah sekelas pas ulangan umum saya dan teman saya sering mengisenginya. Tapi jujur, waktu dia memainkan lagu itu saya nyaris berlutut mohon ampun di depannya. Ampun bos…ampun bos

Sayang, seperti band-band bagus era 90an, Air termasuk band one hit wonder . Air hanya merilis dua album. Yang kedua saya tak tahu judulnya apa, tapi lagu hitnya judulnya Mars. “Kuingin ke planet Mars..main disana..”. Begitu kira-kira petikan liriknya….

“Bintang”
Air

Bintang di langit
Kerlip engkau di sana
Memberi cahayanya di setiap insan

Malam yang dingin
Kuharap engkau datang
Memberi kerinduan di sela mimpi – mimpinya

Melangkah sendiri di tengah gelap malam
Hanya untuk mencuri jatuh sinaran
Tak terasa sang waktu
Melewati hidupnya
Tanda pagi menjelang
Mengganti malam

Oh bintang tetaplah pastikan cahyanya
Sinari langkahku setiap saat
Bintang pun tersenyum dengarkan pintaku
Berikan kecupan di sudut tidurnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *