Dari Dara Puspita Hingga Cherry Belle: Sebuah Tulisan Ngasal tentang Girl Band di Indonesia

Mengapa harus girl band, mengapa bukan yang lain ? well, karena saya lelaki. Sejungkirbalik  apapun Morgan SM*SH mendempul mukanya supaya terlihat menawan, saya tetap tidak akan berpaling dari teteh-teteh geulis asal Bandung  yang tergabung di Rida, Sita Dewi. Catet!

Seperti kita tahu sama tahu, saat ini girl band tumbuh bagai pedagang kaki lima melihat trotoar nganggur. Tidak bisa tidak, mau tidak mau, harus bukan harus, setiap hari kita disuguhi wajah-wajah serupa, dengan gerakan serupa, lagu-lagu serupa di acara musik serupa,dengan host dan penonton yang sama-sama serupa. Jadinya kita rupa…rupa..rupa yang kau rasakan, bertubi-tubi tubi yang berikan #okeskip

Tersangka utama merebaknya virus-virus girl band (ya saya tau saya bakal digaplokin sama anak-anak Cherry Belle kalo pake kata ini, tapi saya pengen lalu harus bagaimana lagi harus apa lagi melarikan diri darimu…#okeskip) adalah masuknya Anthurium jenmanii atau gelombang cinta, disusul gelombang Laut Selatan dan terakhir adalah gelombang Korea atau menurut Google Translate, K-Wave. Saya presensi ada 7Icons, Cherry Belle, Princess, 5 Bidadari, G-String (errr….) dan juga, dan juga, dan juga….D’Mantans. Yah yang terakhir niatnya mau bikin semacam Desperate Housewives…..tapi KW kesekian dan terima kasih.

Sebetulnya apa sih definisi girl band, secara harfiah sih jelas. Kelompok musik, entah itu grup vokal ato band, yang semua personelnya cewek. Tapi dalam perkembangannya girl band saat ini adalah sekumpulan cewek kece yang menjadikan K-Pop sebagai kitab suci dandanan, berpersonel sejumlah satu tim bola voli atau lebih (saya heran meraka mau nyanyi atau tanding voli?) dan berjoged-joged di panggung. Tunggu, kapan mereka nyanyi? Oh tentu mereka nyanyi, tapi cukup di kaset eh kamsud saya, CD.

Perjalanan girl band di Indonesia dimulai ketika Titiek AR (gitar), Lies AR (bas) Susy Nander (drum) dan Ani Kusuma (gitar) membentuk Dara Puspita pada tahun 1964. Ani Kusuma lalu digantikan oleh Titiek Hamzah. Lewat formasi ini Dara Puspita membuat Surabaya kini dikenal  menjadi gudang musisi rock. Debut album Jang Pertama dirilis tahun 1967 dengan hits single seperti Pantai Pattaja, Mari Mari dan Surabaja. Mereka sempat mencicipi tur sampai Eropa. Bisa dikata, Dara Puspita adalah versi wanita dari Koes Plus. Terselip di era itu ada Trio Visca yang personelnya aktris Widyawati dan saudariny, Winny dan Ria, dibawah asuhan Ireng Maulana.

Era 80-an adalah titik tolak perkembangan girl band. Pada masa itu grup vokal tengah menjadi tren di masyarakat. Setidaknya itu cerita dari ibu saya dan kakak-kakaknya yang pada masa itu cukup mengikuti perkembangan tren di kota….Muntilan.  Saat itu ada Lex Trio yang beranggotakan nona-nona Ambon Manise dari Tetelepta bersaudara. Agustina, Yuliaty, dan Estherlina.

Mendekati 80-an akhir, format girl band berubah menjadi sekumpulan solois-solois wanita yang sudah punya nama. Tang terkenal adalah Rumpies. Beranggotakan Trie Utami,Atiek CB,Vina Panduwinata dan Malyda. Lagu yang jadi hits adalah Nurlela ciptaan Deddy Dhukun. “Nurlela sakit giginya…”. Selain itu ada juga Paramitha Rusady,Ita Purnamasari dan Silvana Herman yang membentuk Tiga Dara. Tahun 1999, Tiga Dara berubah menjadi Tiga Bidadari dengan formasi  Paramitha Rusady,Desi Ratnasari dan Yuni Shara. Format yang sama kelak akan ditemui saat Titi DJ, Ruth Sahanaya dan Kris Dayanti membentuk 3 Diva pada 2006.

Masuk ke era 90-an girl band menjadi deretan wajah-wajah canti dan bagusnya, bersuara merdu. AB Three adalah nama yang cukup menonjol. Trio Widi, Nola dan Lusi ini memulai karier tahun 1993 setelah sebelumnya jadi macan di Asia Bagus serta  festival musik bertaraf internasional. Inisial AB di AB Three seringkali diartikan sebagai Asia Bagus meningat reputasi mereka di ajang musik yang cukup prestisius di Asia tersebut. Namun AB sebetulnya adalah singkatan dari Antero Bagus, manajemen musik asuhan Chris Pattikawa. Tahun 2001,Lusi hengkang dan digantikan Cynthia Lamusu. AB Three memutuskan keluar dari Antero Bagus dan menjadi Be3 pada tahun 2009 sampai sekarang.

Dari Bandung, ada teh Rida Farida, Sita Nursanti dan Dewi Lestari yang membuat saya terpincut-pincut (memang ada?). RSD, begitu girl band ini disebut, adalah didikan Adjie Soetama dan Adi Adrian (KLa Project). Sayang, mereka akhirnya bubar tahun 2002. Rida kini menjadi guru vokal dan presenter TV lokal di Bandung. Sempat ikut proyek Reuni-nya Adjie Soetama. Sita kini banyak ditemui di layar kaca sedangkan Dewi menjadi penulis yang bukunya selalu laris manis.

Nah ini dia, siapapun yang puber di era ini pasti ma’ cleguk tiap kali video klip Bening diputerin oleh Sarah Sechan ato Jamie Aditya di MTV. Yak Bening yang personelnya mbak-mbak cover girl berwajah bening. Personelnya: Vonny Cornelia, Ditasiani Oktovie , Vera Soedibyo dan Dewi Murniati. Mereka adalah anak didik dari Yovie Widianto dibantu kompatriotnya dari Kahitna, Dody Is dan Carlo Saba. Lagu yang terkenal tentu saja Ada Cinta dari debut album berjudul sama rilisan Musica tahun 1997. Sekarang lagu ini dinyanyikan ulang oleh…..yah…SM*SH.

Seperti tantenya di Lex Trio, nona-nona Ambon Manise kembali unjuk gigi. Kali ini adalah Moluccas yang bakatnya ditemukan oleh Tantowi Yahya. Yah walopun si oom ini kadang terlihat menyebalkan sebagai anggota DPR, tapi doski punya andil membesarkan nama-nama seperti Pure Saturday dan Gigi. Moluccas adalah Pita Loppies, Audrey Papilaya, dan Naomi Risamasu. Audrey memutuskan keluar tahun 2001 dan bergabung dengan band acid-jazz, Bunglon menggantikan vokalis sebelumnya, Fadia. Posisi Audrey lalu digantikan Maria D Silva. Moluccas menghasilkan 2 album See (2001) dan Us2U (2006).

Masuk ke era 2000, girl band sempat kembali ke khittah seperti apa yang digariskan oleh Dara Puspita. Ya, dara-dara yang ngeband. Nama yang mencuat adalah Geger Band. Oh, man intronya man amat memorable man.  Wo..o..o…o…o…wo…o…o…o…o”. Cari lagu Tajir di You Tube man. Geger adalah Elly (vokal), Wiwik (kibor), Isma (bass), Dewi (drum) dan Taty Hera (gitar). Isma, sang bassis adalah istri dari Wakil Ketua KPK Chandra M. Hamzah. Mereka sudah terbentuk sejak 1996 namun baru terkenal di mediao 2000. Dari segi musikal dan visual, Geger adalah Spice Girl yang memainkan musik-musik keras mulai Deep Purple, Led Zeppelin, Metallica sampai Guns N Roses.

Sementara yang manis-manis kembali datang dari Bandung. SHE, Sound Harmony and Ecletic. Melejit lewat nomor Slow Down Baby, SHE adalah Melly (vokal),Riry & Qoqo (gitar),Arnie (bass),Achi (violin),Yayo (kibor) Adis (drum). Arina Epiphania vokalis Mocca pernah menjadi vokalis saat-saat awal band ini berdiri.

Tahun 2007, sang master mister Ahmad Dhani membuat audisi untuk mencari Dei Dewi bagi Dewa 19. Dewi yang terpilih adalah Tata, Puri dan Ina. Mereka punya karakter vokal yang berbeda. Rock, pop, dan jazz. Dewi Dewi pecah kongsi pada akhir 2008 setelah sebelumnya Ina mengundurkan diri. Namanya kemudian berubah menjadi Mahadewi. Baik Dewi Dewi maupun Mahadewi lebih condong kepada grup vokal. Selain itu ada juga girl band yang konsepnya duo seperti Ratu (lalu jadi Duo Maia) dan T2.

Nah cukup dulu penjelasan saya. Saya mau cari mie ayam dulu dari pagi belom nyarap. Deeeeee…..

Tulisan ini adalah materi tweet show saya untuk program #streamonday di Isma Radio yang mulai jalan sejak Senin (23/4) kemarin. Program ini akan ngecret reguler di twitter tiap Senin malam jam 21:12

6 Comments

  1. ina Reply

    aku nunggu cherrybelle diulas lbh mendalam, ngopo mrk hrs nyanyi2 koyo ngono? ahahahha… nice article jek! lanjutkan! btw nek the virgin mlebu opo?

  2. Warung Mas Jaki Reply

    Makasih sudi mampir mbak Ina. Untuk bahasan tentang Cherry Belle dan K-Wave di Indonesia saya lagi ngobrol-ngobrol sama temen peneliti di LIPI soal kajian sosio kultural dari fenomena itu.Tsaaahhhh….yah semoga mah bisa jadi, nunggu ybs balik dulu dari studi. Soal The Virgin ooohhh…..aku miss Na, lali tenan. Terima kasih sudah diingatkan. Yah kalo dari formasi sih si MItha dan Dara bisa lah masuk girl band, asal additional-nya gak masuk itungan. Toh mereka juga jarang pake additional alias jarang tampil full band. Banyakan lip-sync sih 😀

  3. mila85 Reply

    pecinta rida sita dewi juga……kangen berat dgn masa2 itu mas jaki. Duuuuuhhhh……skrg klo di tanya tentang band n lagu2 baru, blas gak ngerti sama sekali. Sedihnya, need good music n song soon…….

    btw, kategori bisa disebut girl band itu asalkan personilnya cewek ya? tidakkah ada perbedaan penyebutan antara girl band yang smua personilnya bernyanyi or personilnya ada yg bermaen musik?

    1. Warung Mas Jaki Reply

      Thanks udah mampir mbak Mila.

      Pendefinisian girl band sebetulnya unik karena bisa mencakup semua. Gak kayak boyband yang terbatas cuma cowok-cowokk ganteng yang joged-jogedan sambil ya…sedikit nyanyi,girl band bisa mencakup semua. Apakah itu format band yang semua anggotanya cewek kayak SHE,grup vokal minus nari-nari kayak RSD ato girlband sekarang model-model Cherry Belle.

      Kalo menurut saya sih pendefinisian girl band tergantung apa yang lagi jadi tren pada masa itu.

      Salam

  4. Indri Tedja Tyasning Reply

    habis dengerin lagu lagu Dewi Dewi (yg sayangnya kebanyakan daur ulang lagu Dewa 19)
    jadi kepikiran, kayaknya masih mending Dewi Dewi ya dibandingin girlband yg sering muncul sekarang 😀
    kangen suara centilnya Inaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *