Reklame Penanda

Sejak SMA saya sudah tidak tinggal dengan orang tua. Saya bersekolah di Muntilan, Jawa Tengah sementara orang tua saya di Bogor, Jawa Barat. Makanya tiap ada liburan seperti libur semesteran atau libur Lebaran saya pulang ke Bogor.Muntilan-Bogor

Saya selalu menikmati momen-momen perjalanan. Pertama jelas namanya juga pulang kampung. Kedua ya sudah jelas juga, tiap pulang saya selalu naik bis malam. Selalu. Kalau sekarang sih karena alasan waktu, kondisi badan juga keuangan yang sedikit membaik, saya lebih banyak naik pesawat (masih Air Asia sih) atau kereta eksekutif.

Naik bis malam tentu perjalanan dilakukan di gelap malam. Kalau bis berjalan siang namanya bis siang. Kalau berjalan di bokong maka namanya bisul #okeskip. Nah kalo pas pulang lagi ke Muntilan, biasanya saya tertidur untuk beberapa saat supaya bangun-bangun pas sudah mau masuk Alas Roban oas tengah malam. Kenapa?. Karena bagi yang suka naik bis Alas Roban ini istilahnya momen puncak. Saat bis berliukan di tikungan di dalam hutan jati yang masih sarat aroma mistis. Keren.

Nah momen pas bangun tidur ini yang sering membingungkan. Pertama kondisi belum seratus persen sadar. Kedua, kita dalam bis yang melaju melewati daerah yang jarang kita lewati. Kalu sudah begini saya harus segera cari tau. Apakah saya hampir masuk Alas Roban ato malah lebih apes lagi. Kelewatan turun di Muntilan.

Saat itu saya belum punya telepon genggam. Jadi boro-boro liat GPS. Satu-satunya andalan saya antara plang toko atau penunjuk jalan. Tapi bagaimana kalau keduanya tidak saya temui?.

Saya mengandalkan apa yang saya sebut papan reklame penanda. Tak jauh beda dengan media iklan lain, sesuai namanya papan reklame ini adalah bentuk promosi luar ruang suatu produk. Yang membedakan adalah produknya spesifik. Terikat batas geografis. Makanya papan reklame ini sangat membantu saya untuk mengetahui sedang dimana saya berada sepanjang perjalanan pulang dari Bogor ke Muntilan.

Nah ini nih produk-produk yang reklame-reklame penanda yang membantu saya. Gambar saya comot dari internet

Kain Lap Pel Gading. Begitu masuk Jawa Tengah, si mbak sudah menyambut anda. Mau saya pel mas ?

 

 

 

 

 

 

 

Teh Sepeda Balap. Anda berada di sekitar Tegal-Pekalongan kalau liat reklame ini

 

 

 

 

 

 

Sekoteng ABC. Biasa saya temui kalau sudah melewati Semarang sampai nanti tiba di Muntilan

 

 

 

 

 

 

 

 

Yak berarti sudah masuk Magelang. Sedikit lagi sampai di Muntilan

 

 

 

 

 

 

Kalo ini sudah pasti saya sudah sampai Muntilan :))

 

 

 

 

 

 

3/5/2012 15:09

2 Comments

  1. Warung Mas Jaki Reply

    Iya, tapi itu barus sebatas seputaran Jawa Tengah-Jogja doang. Kalo Jawa Barat belum nemu banyak sih, paling cuma iklan Pikiran Rakyat doang (eh itu mah karena dia koran lokal sana yah ? hahahahaha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *