Seberapa Fans-tas

“Bisa donlot album barunya dimana bro ?”

Pernah liat kalimat itu saban buka Facebook fanpage atau timeline Twitter? Saya sering. Merasa kesal ? Saya iya.

Tempo hari saya membaca artikel di sebuah situs yang memfokuskan diri pada bahasan seputar bisnis musik yang berbasis di Australia, The Biz. Artikel tersebut membahas tentang tipikal fans dalam industri musik. Ditulis oleh Ben O’Hara.

Kelompok pertama adalah Music Fans. Mereka yang masih setia membeli rilisan album fisik idolanya, menghabiskan waktu berjam-jam mengagumi artwork sampulnya, mendengarkan dengan seksama susunan lirik dan aransemen, serta antusias dalam diskusi sampai mulut berbusa-busa masuk dalam kategori ini.

Sementara kelompok Popular Culture Fans adalah mereka yang penasaran terhadap musisi yang saat ini merajai chart dan menjadi heavy rotation di TV dan radio. Karena penasaran mereka tidak tertarik untuk mengetahui catalog si musisi tersebut sehingga memilih cara instan. Men-download secara illegal dari internet.

Saat pembajakan makin menggila dan hukum belum bisa memberi kepastian, saat label semakin kejam pada musisinya, fans adalah harapan terakhir para musisi. Namun saya juga O’ Hara sama-sama menemui kenyataan. Potret fans hari ini sebagian besar adalah tipikal popular culture fans yang sampai-sampai berani bertanya dimana bisa mendapatkan rilisan gratis album terbaru musisi idolanya di depan musisinya sendiri. Sekali lagi, di depan musisi idolanya sendiri.

Diantara banyaknya musisi di Indonesia, hanya sedikit yang bisa mendayagunakan fansnya dengan baik. Saat ini saya lihat baru Slankers dan OI, yang meski identik dengan cap biang onar tapi punya organisasi rapih dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial masyarakat. Yang serupa juga ada Sheila Gank. Fans Sheila On 7.

Kalau mau lihat fans dalam arti sebenarnya, tengoklah fans dalam scene musik independen. Beli CD,merchandise atau borong tiket konser mungkin terdengar biasa. Tapi pernah menemukan fans yang rela patungan untuk membuatkan konser tunggal untuk band idolanya. Temui Pure People, fans dari band indie legendaris Pure Saturday yang membuat Pure Saturday Nite pada 2006 silam.

Tiap kali Seringai manggung, mereka tidak perlu risau kalau kekurangan kru. Ada street team yang direkrut dari Serigala Militia, sebutan fans band high-octane rock asal Jakarta itu, yang siap memberi sokongan band idolanya. Bayarannya? Kesenangan.

Saya sendiri memilih cara yang sederhana untuk mendukung band favorit saya, Sheila On 7, Pure Saturday dan Bangkutaman. Cara pertama, saya membeli album mereka. Kedua, saya mengkoleksi merchandise (terutama Pure Saturday dan Bangkutaman) walaupun efek buruknya saya sering melupakan alarm dari rekening tabungan hahahaha. Terakhir saya membayar tiket masuk setiap saya datang ke konser mereka yang berbayar. Padahal kalau bisa, saya bisa memanfaatkan posisi saya sebagai kontributor dua situs musik serta kedekatan personal untuk mendapat akses masuk gratis. Tapi prinsip saya kembali ke awal. Support.

Setelah membaca tulisan ini, saya sadar cap sok akan distempel ke muka saya. Tapi sebelumnya, izinkan saya bertanya kepada anda untuk ulah para pengemis materi gratisan yang kerap berseliweran di fanpage dan timeline. Seberapa fans-taskah mereka disebut fans ?

Judul diplesetkan dari lagu Seberapa Pantas milik Sheila On 7 dari album 07 Des (2002)

10 Comments

  1. coratcoretadiitoo Reply

    Nyih, merasa tertampar baca postingan ini. Dulu, iya, saya lebih memilih download ketimbang beli CD asli mereka. 1. Mahasiswa (alasan basi). Dengan uang puluhan ribu rupiah, saya bisa membeli makan saya sehari-hari. 2. Trauma. Kerap kali saya mengoleksi sesuatu, semua berujung kepada “pemindahan tangan”. Tapi itu dulu. 2 tahun terakhir saya mencoba kembali untuk menghormati karya2 para musisi, dan tentunya membeli yang asli. Walaupun harus menabung atau merelakan sesuatu. Hehe. Sampai sekarang, saya tidak mendowloadnya. Kalau kira2 ingin mendengarkan 1 lagu dan malas membeli CD nya, saya mendengarnya via youtube 🙂 *semoga bertahan*

  2. Warung Mas Jaki Reply

    Halo Dito, thanks udah mampir yah….

    Hmmm…sebenernya kalo dipikir secara ekonomis rugi banget-banget sih beli album fisik. Beli CD minimal 30rebu perak, kalo ke warnet cuma butuh paling banter 3 ribu, bawa USB kosong terus sedot sampe mampus. Tapi ya balik lagi sih. Support buat band idola. Kalo saya pribadi sih CD sekarang fungsinya lebih ke collectible item. Mengingat belom punya stereo set yang bagus (ngarep hehehe) begitu dibeli CD terus di-rip ke PC dulu. Sedangkan album buat dipandangi dan dikagumi hahahaha

    Kalopun download lebih buat kepentingan koleksi aja sih. Dalam artian gini. Dulu kan koleksi kaset saya lumayan banyak, belum lagi peninggalan kaset-kaset lawas punya orang tua dan oom juga ada. Karena sebagian besar kaset itu udah pada mendem dan gak bisa diputer akhirnya ya cari materi softfile lagunya buat disimpen di PC sedangkan kaset-kasetnya disimpen di keranjang.Masih banyak yang belom tercatat dan terselamatkan sih soalnya lokasinya nyebar.

    1. coratcoretadiitoo Reply

      Nyehehe.. Iya, mas. Lagu2 lawas macam Chrisye dan kawan-kawan yang kasetnya sudah tidak ada lagi, saya mendonwload nya. Berati saya ga dosa, kan? Hahah =))

      Oke, sama-sama, Mas. Blog nya asik

  3. yidmilan Reply

    Wah, tulisan sampeyan membuatku pgn ‘share’ mulu, pgn orang lain jg baca, terutama yg ini. Haha =D

    Sepaham!!.. dimulai dari pertanyaan yg paling bikin saya dongkol:
    “Ngapain pake beli CD-nya?? bukannya bisa download gratis di internet??”
    What??ngapain? #tarik napas dalam, keluarkan jurus sabar…
    Bisa saya tebak, orang yg bertanya seperti itu pasti belum pernah “benar-benar suka” atau dalam bahasa artikel di atas belum pernah jadi Fans (sedikit berat mau menyebut Music Fans ^^ karena saya sendiri juga minder mengkategorikan diri di dalamnya).

    Untuk banyak musisi, mungkin saya penggemar 1 atau beberapa lagu populer mereka, dengan begitu pastinya saya akan merasa sangat sayang untuk membeli CD album mereka. Dari situ masuklah saya menjadi Popular Culture Fans.

    Tapi untuk beberapa musisi yang benar-benar saya kagumi..meskipun toh saya juga sudah mendownload lagu-lagu mereka via internet..tapi tetap kurang afdol rasanya kalo saya tidak membeli CD asli album mereka. Buat saya pribadi yang jelas, membeli CD asli adalah “hampir” satu-satunya cara saya untuk berkontribusi pada idola. Kontribusi yang mungkin tidak seberapa, tapi akan terus saya lakukan sepanjang mampu dan tidak memberatkan =P. Hohoho…

    Btw sepertinya saya tahu yg dimaksud dengan annvrsy tgl 18 ^_^ karena tiket saya juga sudah aman, haha.

  4. Nadia Reply

    Oh sheila gank juga. Pantes banyak ulasan ttg sheila on 7. MasyaAlloh salut saya, meski fans tapi bisa memberi pandangan yg netral buat so7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *