Siti Badriyah

Akses saya terhadap musik selama tinggal di kota Muntilan memang terbatas. Saya baru kenal band-banad “ajaib” selama kuliah di Yogyakarta antara tahun 2005-2010. Terbatasnya akses saya tersebut membuat saya selama SMA hanya tahu band-band pop dan…musisi campursari.

Selain toko kaset dan media cetak, radio adalah salah satu cara saya untuk tetap update. Di Muntilan saya tinggal di rumah nenek saya. Saya mendapat jatah kamar di bagian belakang rumah bersama mas (paklik saya)  yang waktu itu masih bujang. Kami menaruh radio tape.

Radio tape adalah hiburan bagi kami mengingat televisi berada di ruang publik sehingga kami tidak bisa sembarangan menguasai saluran televisi. Selain untuk memutar kaset-kaset dan CD koleksi bersama, radio tape ini juga jadi sarana mengakses stasiun-stasiun radio di seputaran Yogya-Muntilan.

Favorit kami bermacam-macam. Mulai dari Swaragama karena kebanggan mas saya sebagai almamater kampus biru sekaligus sarana mendekatkan saya ke kampus impian saat itu hahaha. Yasika, karena ada program khas tiap jam 9 malam, memori….., yang akhirnya curhatan-curhatannya cuma jadi bahan tertawaan kami. Ada juga GCD FM karena isinya lagu-lagu Indonesia.

Selain nama-nama tadi, kami juga radio-radio lokal seperti Merapi Indah dan Gemilang FM. Ya kami sering bosan juga dengar lagu-lagu pop. Nah dua stasiun radio itu sering memutar lagu-lagu campursari…

Favorit kami Cak Diqin, penyanyi campursari asal Solo. Lirik lagu-lagunya yang sedikit nakal membuat kami sering tertawa. Yah maklum lah lelaki. Siapa sih yang gak suka guyonan nyerempet-nyerempet saru begitu. Salah satu lagu favorit kami adalah Siti Badriyah.

Coba simak liriknya. Sangat membumi sekali dan sangat grass root.. Kisah percintaan Cak Diqin dengan Siti Badriyah yang punya warung di pasar. Cak Diqin gerah karena Siti Badriyah sering digoda pelanggan-pelanggannya yang kebanyakan kaum pria. Ya iyalah digoda wong dia kalau dagang pakai baju seksi.

Bagian yang paling suka adalah saat Cak Diqin jengkel dengan ulah pelangganya yang jajan macam-macam. Perlu paham bahasa Jawa dan otak sedikit ngeres buat tau arti dari tiap jajanan ini hahahaha.

Tapi setiap kami menyanyi-nyanyi lagu ini, nenek saya pasti melarang. Karena Siti Badriyah adalah nama adiknya. Duuhhh…ampun mbah ampun

Aku duwe pacar jenenge Siti Badriyah

Jaman disik ketemu ning pasar

Atiku berdebar-debar

 

Siti Badriyah dodol rames

Nganggone pakaian seksi-seksi

Si pelanggan dadine gemes

(bagian ini saya lupa dan gak nemu liriknya)

 

Aku ngerteni pelanggan sing njaluk kopi

Aku rodo kepiye ono pelanggan njaluk e tempe

Aku cemburu ono pelanggan njaluk e susu

AKu tambah cemburu ono pelanggan njaluk e pupu

 

Opo meneh yen ono juragan kebo lan sapi

Aku nelongso aku cemburu kowe ra reti


30/5/2012 12:57

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *