5 Lagu Pengantar Saat Melamar Pasangan

Ada dua momen yang membuat deg-deg an dalam kehidupan percintaan seorang pria. Pertama saat dia nembak kecengannya. Kedua saat dia mau melamar pasangannya.

Yang terakhir sedang saya rasakan. Eh tiba-tiba gerombolan si berat yang terdiri dari Ardi Wilda, Ocha Gorgom dan Nuran Wibisono, M.R (macan rock n  roll) memperkeruh suasana dengan memprovokasi untuk membuat 5 Lagu Pengantar Saat Lamaran.

Lamaranmu saya terima, cuk. Dan inilah 5 Lagu Pengantar Saat Lamaran

Mawar Merah (Slank)

Jika saya mendatangi rumah calon mertua untuk melamar pasangan saya nanti, maka inilah lagu pertama yang akan saya masukkan sebagai anthem maju ke medan laga. Slank dengan fasih menterjemahkan kegelisahan para cheapbastard seperti saya yang seringkali hilang percaya diri kalau sudah berhadapan dengan mobil mewah, gadget berkelas, serta artefak-artefak gaya hidup mewah lainnya. Tapi saya yakin, seyakin Kaka, kalau dia sudah jadi mawar merah saya. Yeah m/

Memang ku tak mampu belikan dia perhiasan …… tak pernah
Atau memberi kemewahan
Tapi kuyakin dia bahagia
Tanpa itu semua….

Walau memang dirimu bernasib baik ….. bapak lo kaya
Yang selalu kau andalkan untuk mendapatkannya
Percuma kau dekati dia
Karena cintanya pasti untukku

Aya ya ya….. simpan saja uangmu
Aya ya ya . …bawa pergi mercy mu
Aya ya ya ……. Enyahlah dari bunga mawarku
Aya ya ya…. Enyahlah dari mawar merahku ….
Karena dia milikku

Memang penampilanku, juga rupaku Slengean
Memang cara hidupku tak teratur pengangguran (kata orang sih !)
Tapi ku yakin dia bahagia karena dia mawar merahkuuu

Kuncianmu (BIP)

Entah karena faktor hubungan sebagai ex. Potlot, Bongky Marcell, Indra Qadarsih serta Pay Siburian juga tak kalah dengan mantan kompatriotnya untuk membuat lagu yang jadi penenang kegelisahan kaum kere macam saya. BIP, yang juga diawaki Ipang Lazuardi sebagai vocal serta drummer Jaka memberi keyakinan pada saya untuk percaya kalau pasangan saya gak akan lari kemana. Wong saya juru kunci hatinya dia hahahahahaha

Di jari manisnya melingkar cincinku
Itu tanda dia milikku
Di kulit mulusnya terukir namaku
Seumur hidupnya

Gak pernah bisa kau lari
Pasti kau kan kembali padaku

Karena aku kuncianmu
Penguasa hatimu

Gambar di handphonenya terpajang wajahmu
Tak mungkin dia merubahnya
Percuma usaha merebut hatinya
Bisa jadi patah hati

Tak akan pernah khianati
Aku bagaikan candu untukmu

Karena aku kuncianmu
Pilihan hatimu
Hanya aku kuncianmu
Penguasa hatimu

Karena aku kuncianmu
Penguasa hatimu

Cuma aku penguasa hatimu
Karena aku kuncianmu
Penguasa hatimu

Cuma akulah candumu
Karena aku kuncianmu
Hanya aku, hanya aku…
Karena aku kuncianmu

Linger (The Cranberries)

Tak ada laki-laki yang bisa  seratus persen setia. Sebaliknya, semua wanita selalu membuka pintu maaf selebar-lebarnya untuk pasangan-pasangannya yang brengsek tadi. Tak terkecuali saya. Ya yang pasti sebagai lelaki normal sekaligus personil band potensial seringkali saya suka kelepasan. Sampai-sampai saya sering berpikir, seharunsya pasangan saya bisa mendapat lelaki yang lebih baik dari saya. Tapi ya…yang namanya cinta. Jangan dipikir pakai logika hehehe. Nah kan saya jadi inget scene di film Click.

If you, if you could return, don’t let it burn, don’t let it fade. 

I’m sure I’m not being rude, but it’s just your attitude, 

It’s tearing me apart, It’s ruining everything. 

I swore, I swore I would be true, and honey, so did you. 

So why were you holding her hand? Is that the way we stand?
Were you lying all the time? Was it just a game to you?

But I’m in so deep. You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

Oh, I thought the world of you.
I thought nothing could go wrong,
But I was wrong. I was wrong.
If you, if you could get by, trying not to lie,
Things wouldn’t be so confused and I wouldn’t feel so used,
But you always really knew, I just wanna be with you.

But I’m in so deep. You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

And I’m in so deep. You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

 By Your Side (Sade)

Saat saya membaca 5 Lagu Paling Romantis hasil pilihan junjungan kita Nuran Wibisono, M.R (macan rock n roll), saya tertegun menemukan nama Sade di dalamnya. Bagaimana mungkin sosok yang terkenal buas dalam menyanyi, menulis dan merayu wanita ini bisa luluh oleh…sekali lagi…Sade yang jauh dari  image sang macan yang liar dan menakutkan?. Tapi memang benar kata-kata dia. Bahkan Nuran yang macan sekalipun bisa leleh dengan lagu ini. Dan saya butuh lagu ini untuk melelhkan pasangan saya dan orang tuanya.

You think I’d leave your side baby?
You know me better than that
You think I’d leave down when your down on your knees?
I wouldn’t do that

I’ll do you right when your wrong
I—–ohhh, ohhh

If only you could see into me

oh, when your cold
I’ll be there to hold you tight to me
When your on the outside baby and you can’t get in
I will show you, your so much better than you know
When your lost, when your alone and you can’t get back again
I will find you darling I’ll bring you home

If you want to cry
I am here to dry your eyes
and in no time you’ll be fine

Saat Aku Lanjut Usia (Sheila On 7)

Saya hanya ingin menghabiskan sisa umur saya dengan sosok perempuan yang saya sayangi selain ibu dan nenek saya. Sesederhana itu. Sesederhana lagu ini.

Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau s’lalu di sini
Menemani, aku bernyanyi

Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu,
hingga kau tertidur pulas

Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Ku peluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki t’lah lemah, kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi, salah satu dari kita mati
Sampai jumpa, dikehidupan yang lain

Saat perutku mulai buncit
Yakinlah ku tetap yang terseksi, wuhu…
Dan tetaplah kau s’lalu menanti
Nyanyianku, dimalam hari.

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *