“Nyawa Band Ini Ada di Notebook”

Sebagai kontributor tulisan untuk dua situ musik beken, Jakartabeat.net serta Rolling Stone Indonesia Online, saya sudah pernah mewawancarai musisi-musisi besar negeri ini. Waldjinah, Yockie Suryoprayogo, Padi, Sheila on 7 sampai Pure Saturday, Bangkutaman, The Upstairs dan The Brandals.

Sampai suatu ketika ada pesan masuk ke inbox e-mail saya. Dari kawan semasa kuliah. Nama panggungnya Jaki Anwar. Heran juga dia main comot nama beken saya. Kata dia ,” Kalau saya beken kan kamu bisa kecipratan rejeki”.

Jaki Anwar mendirikan band bersama dua kawannya, Riki dan Moses. Alasannya hanya jadi anak band-lah IP satu koma dan dompet tipis bisa disamarkan dihadapan wanita. Nama bandnya unik kalau tidak bisa dibilang absurd. The Oncils. Alirannya: solutif, edukatif, religus dan serius. Mereka jika banyak waktu luang (karena katanya sibuk dengan aktivitas mempersiapkan ketenaran) meneror lewat media sosial.

Dia tahu saya menulis untuk dua situs tadi, dan setengah memaksa meminta untuk diawancarai atas nama solidaritas kawan lama. Oke saya sanggupi. Siapa tahu menambah pahala di bulan puasa.

Jadi gimana sekarang kabarnya The Oncils?

Ya gini-gini ajalah. Nasib band tongkrongan kuliah begitu lulus bandnya juga lulus. Saya disini, si Riki di Jogja kangen ngampus lagi , Moses malah dagang susu bayi di Gresik.

Sebenernya ini band apa bis antarkota antaprovinsi ?

Band SLJJ

Maksudnya?

Sambungan Langsung Jarak Jauh. Buka RPUL sana

Itu yang bikin sampai sekarang kalian belum bikin satu album pun?

Ya, sebenernya sih karena kita ini band konstitusional. Bikin album tiap lima tahun sekali dan dipilih langsung oleh rakyat. Kalo kata Siti Tuti Susilawati Sutisna, “Santai….santai saja..a..masih banyak  waktu tersisa….”

Gak ditinggal kabur penggemar?

Tinggal minta Satpol PP buat nangkep satu-satu

Tapi album kan bukti band kalian ada?

Kalo mau cari barang bukti di kantor polisi banyak mas

Minimal lagu lah

Kalo itu sih udah ada bakalnya. Cuma masalahnya sebagai band elektro kita ini banyak cobaan.

Cobaan gimana?

Ya sebagai band elektro kami kan sangat tergantung sama peralatan listik. Gitar listrik lah, studio ber AC, henpon buat kontak-kontakan, setrika biar kostum panggung kece. Juga yang paling penting notebook. Nyawa band ini ada di notebook. Segala ide, lirik , aransemen lagu sampe bikin catetan bon utang digarap disitu semua. Ya ada juga sedikit foto candid fans kami yang unyu-unyu. Celakanya notebook yang ada kalau balapan sama becak pun masih menang becaknya.  Sutrisno lah.

Sutrisno?

Stress cyiiinn

Wah kalo gitu anda mesti reparasi nyawa, eh maksud saya notebook, bung

Ganti kalo perlu. Sudah merusak tatanan dan stabilitas Garis Besar Haluan Oncils.

Lalu bagaimana nyawa, maksud saya, notebook ideal untuk anda?

Kehandalan dan tampilan harus menunjang. Apalagi buat calon band kenamaan seperti kami.

Nada bicara anda menyiratkan optimisme berlebih…

Harus. Karena banyak band yang gugup saat tiba-tiba terkenal sehingga karirnya berantakan. Makanya sudah kami persiapkan.

Saya rasa notebook Sony ini mungkin bisa jadi jawaban anda…

Sebentar. Sony?

Ya Sony

Kalo Sony…ah Sony sejak saya balita sudah nempel di telinga karena bapak bisa-bisanya naroh  tape recorder di kasur saya. Pas puber saya pakai walkman Sony untuk naikin derajat karisma di depan lawan jenis. Makanya saya bisa jadi anak calon band kenamaan kayak sekarang kan?. Coba sini saya terawang

Wah ini nih. Ini!. Kalo bahasa  Uni Soviet-nya, gue banget!. Pas banget untuk sosok Cool & Creative kayak saya. Edan nih  warna silver metaliknya. Cocok untuk penguasa panggung gemerlap kayak band ini! . Wah ini nih. Ungunya pasti bikin yang nonton termangu-mangu. Rocks!

 

Tapi ada bukankah adagium don’t judge book by its cover
bung?

Walah, udah ditanemin generasi ketiga Intel Core i7 CPU dengan AMD Radeon HD 7670M GPU diskrit VRAM 1GB kok masih perlu nanya?.  Ini sih seminggu keluar satu album juga bisa. Eh tapi jangan ding, nanti kasian rejeki band-band lain. Rejeki kan udah diatur masing-masing ya mas ?. Sebulan aja kalo gitu, pas orang-orang gajian biar laku.

Menurut saya adonan The Oncils plus Sony VAIO E14P itu udah paten

Cucak rowo. Cocok cyiiinnn

Jadi rencana anda kedepan?

Bikin lagu sebanyak-banyaknya. Tanda tangan kontrak berlembar-lembar sama bos label rekaman. Tour panjang keliling kota. Terima royalti berjut….

Mendadak wawancara terhenti. Dan saya tersadar sedang bicara dengan cermin. Oh Sony VAIO E14P, sini-sini sama oom biar kita sama-sama beken. Dan The Oncils adalah…..coba tengok tuh yang posisinya di tengah

Wawancara ini diselenggaraken berkat Female Daily dan Sony Indonesia

 

 

11 Comments

          1. agungboy555

            haha,niat gak baik. golekono kuburane raden saleh pisan,mengko lek wis ketemu,tolong kabari aku posisine ning daerah endi. pingin ziarah 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *