5 Daur Ulang Lagu Indonesia Terbaik

Maaf sekali para pelanggan. Kesibukan saya yang padat selepas Lebaran membuat janji saya untuk menulis daftar 5 Daur Ulang Lagu Indonesia Terbaik baru bisa saya sajikan sekarang. Maklum,  selepas Lebaran saya sibuk sekali. Silaturahmi, icip-icip kue-kue, sampai menghabiskan THR. Belum lagi jadwal manggung grup qasidah indie saya. Mohon maaf lahir batin dulu deh kalau gitu.

Setelah sebelumnya saya ngata-ngatain Pasha dan bandnya juga teman-temannya, yang bikin saya batuk-batuk pas puasa (beneran), kali ini saya mau memberikan pujian. Pujian buat mereka-mereka yang bisa dengan apik mendaur ulang lagu-lagu Indonesia. Karena saya ga bisa basa-basi kayak SBY, ya udah sikat dah

Keliru (Ruth Sahanaya, dicover oleh Monita Tahalea)

Meski tak jadi juara, Monita Tahalea seolah memberikan pelajaran kalau penyanyi jebolan ajang pencarian bakat bukan hanya pandai mengumbar drama untuk bisa jadi juara. Monita adalah salah satu finalis Indonesian Idol 2005, salah satu yang saya anggap terbaik setelah Indonesian Idol 2004 dan 2012.

Sebagai finalis, Monita masuk dalam album kompilasi Seri Cinta yang berisi cover version lagu-lagu lawas Indonesia oleh seluruh finalis. Monita mendapat lagu Keliru ciptaan Fatur dan Capung yang dinyanyikan Ruth Sahanaya. Vokal Monita memang tidak semenggelegar Uthe, tapi berkat itulah lagu ini jadi berbeda.

Cinta ‘Kan Membawamu Kembali (Dewa 19, dicover oleh Reza)

Saya yakin semua orang pasti sebal oleh kenarsisan tingkat dewa seorang Ahmad Dhani. Tapi dalam beberapa hal, narsis si master mister ini ada benarnya. Salah satunya jika berurusan dengan urusan cover mengcover lagu ciptaannya. Sebelum seluruh artis-artis binaannya di Republik Cinta disuruh menyanyikan ulang lagu-lagu ciptaanya, Dhani dengan brilian menyerahkan Cinta ‘Kan Membawamu Kembali yang ada di album Terbaik Terbaik milik Dewa 19 dinyanyikan kembali oleh Reza di album keduanya, Keabadian.

Reza sebelum diorbitkan jadi solois adalah backing vocal Dewa 19.  Tidak heran memang . Tapi lewat vokal khas Reza, lagu ini punya nyawa baru. Hal yang sulit mengingat vokal Ari Lasso sudah menempel kuat di lagu-lagu Dewa 19. Sayangnya, baru-baru ini ada cover version busuk dari lagu ini oleh boyband lokal bernama XO-IX. Denger namanya udah bikin saya males cari videonya.

Neraka Jahanam (Duo Kribo, dicover oleh Boomerang, Yovie and The Nuno, dan Seringai)

Lagu ini adalah lagu ajaib. Bertuah. Hasil keluaran dari tiga band yang mengcover lagu milik dua raksasa rock Indonesia Achmad Albar dan Ucok AKA ini semuanya bagus. Boomerang membuat lagu ini lebih jahanam, Seringai menjadikannya  menyeramkan, dan Yovie and The Nuno satu-satunya band pop di komplotan ini (ya band pop) dari awal berhasil membangun nuansa mencekam. Sayang saya tidak mendapat video yang cukup bagus di YouTube untuk Seringai.

Kau (Chandra Darusman, dicover oleh Bunglon)

Jauh sebelum Maliq & D’essentials membuat anak muda masa kini merasa paling jazz hanya dengan datang ke konsernya, Bunglon telah meletakkan cetak biru musik jazz yang lebih renyah untuk konsumsi segala usia.  Fadia (vokal), Kice (gitar), Eko (bass), Derry (keyboard), dan almarhum Chilling (drum) memberi warna berbeda pada nomor lawas Kau milik Chandra Darusman. Bunyi keyboard yang genit ditimpali paduan gitar, bass serta drum nan manis  serta vokal Fadia yang saya deskripsikan “biasa-aja-sih-tapi-enak”, membuat lagu nan lezat ini terasa lebih renyah.

Kisah Cintaku (Chrisye, dicover oleh Peterpan)

Ketika album Sebuah Nama Sebuah Cerita , album yang jadi penutup kisah Peterpan sebelum akhirnya berganti nama menjadi NOAH, lagu ini menjadi  salah satu lagu “baru” yang dijejalkan diantara tumpukan hits milik Peterpan.

Saya tak percaya Ariel, Lukman, Uki dan Reza bisa memoles ciptaan Tito Soemarsono yang dinyanyikan oleh Chrisye ini dengan apik. Sebabnya, Peterpan sebelumnya pernah melakukan interpretasi ulang Kupu-kupu Malam milik Titiek Puspa. Penilaian saya lumayan, cenderung biasa saja malahan.

Lagu yang aransemen aslinya sangat “tenang” diubah jadi beriak. Penuh emosi. Menyegarkan pendengaran. Gitar yang bertumpuk-tumpuk, keyboard  yang keluar sedikit-sedikit , dibalut vocal sengau khas Ariel membuat Ariel,Lukman, Uki dan Reza layak jadi panutan bagaimana mendaur ulang lagu lama.

Honorable mention

Esok Kan Masih Ada (Utha Likumahuwa, dicover oleh Firman Idol)

Semua musisi di album  Mesin Waktu: Teman-Teman Menyanyikan Lagu Naif

16 Comments

  1. Jua Reply

    bulshit yang namanya idol-idolan.. muak dengan nuansa kepalsuan dan tingkah para jurinya yang sok menghakimi…sombong banget, sengak gak karu-karuan…

    1. Fakhri Zakaria Reply

      Cokelat agak membosankan di proyek album nasionalis itu. Pengen bikin sesuatu yang mirip kayak pas garap Bendera, tapi momennya udah lewat. Tapi buat lagu yang laen, saya sepakat. Thanks 🙂

  2. wilin Reply

    menurut aku lagu Cinta – vina panduwinata yang megang rekor sob lo bisa searching sendiri udah ada berapa penyanyi atau band yang udah bawakin lagu ini dengan genre yang beda dari rock akustik, dll yang terbaru di bawakin sama dalagita dengan musik yang lebih freesh karna banyak musik techno yang mirip kayak suara geme di awalnya. dari anak remaja sampai orang tua tau lagu ini.
    makasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *