Untuk Fans Sejatiku Bernama Didiet

Saya bingung. Antara harus kesal atau tertawa terbahak-bahak saat membuka lama blog milik seseorang yang bernama Didiet.

Kemarin sore selepas beres memasak untuk makan malam keluarga saya duduk-duduk santai sambil nonton televisi. Ya, dalam beberapa bulan belakangan tiap akhir pekan saya sering memasak untuk keluarga. Itung-itung investasi buat pensiun nanti.

Saat sedang asyik nonton ada notifikasi masuk ke ponsel saya. Tepatnya ke aplikasi WordPress for Android. Ada yang meninggalkan jejak di kolom komentar. Jejak berupa bukti bahwa baru saja ada yang mengutip tulisan saya untuk blog berbasis wordpress miliknya. Satu artikel berjudul Sebab Ariel Bukan Dewa dikutip. Saya penasaran bagian mana saja yang dikutip. Apa dia juga mencantumkan kredit nama saya selaku penulis.

Saya memang rada sensitif soal jiplak menjiplak. Sudah dua kali saya berurusan dengan hal ini. Pertama dengan sebuah website koran lokal yang mengambil satu artikel saya di Rolling Stone Indonesia Online. Lalu yang kedua dengan sebuah akun twitter yang waktu itu sedang asyik melakukan kultwit. Bahan untuk kultwit ternyata diambil tanpa izin dari feature panjang saya di situs Jakartabeat.

Ternyata itu belum seberapa. Didiet melakukan jauh lebih fenomenal.

Ketika saya masuk ke blognya, saya cuma bisa melongo. Didiet ternyata selo. Sangat selo. Saya jadi heran memberi label apa untuk Didiet. Plagiator atau fans berat saya. Bagaimana tidak, semua yang ada di blog-nya yang beralamat di waroengmasdidiet.wordpress.com dijiplak tanpa ampun dari warung saya ini.

Soal nama blog mungkin saya tak ambil pusing. Desain yang mirip-mirip dengan foto sedang nongkrong di warung juga saya tidak terlalu mempersoalkan. Tapi semua postingan yang jumlahnya ada dua biji ada di blognya semuanya menjiplak dari tulisan saya.

Tulisan saya berjudul Sebab Ariel Bukan Dewa dijiplak dalam tulisan berjudul Evolution Peterpan (NOAH). Yang kedua, tulisan saya berjudul Asa dari Indomaret disikat tanpa ampun dalam Album Koes Plus di Indomaret. Hanya diganti judul serta foto. Selebihnya para pelanggan yang saya hormati dan saya cintai pasti tahu lah siapa yang harus dituding maling.

Masih kesal, saya buka profil dirinya. Kali ini saya tertawa. Tertawa campur miris tepatnya. Bagaimana tidak. Dia juga menjiplak profil saya. Sekali lagi menjiplak. Padahal saya gak punya saudara kembar identik.

Untuk Didiet, besok silahkan hubungi sekretariat Fans Club Masjaki di kotamu. Ada hadiah menarik menanti.

UPDATE :ย Didiet secara resmi, tertulis dan terbuka mengakui kesalahannya. Testimonialnya bisa dibaca disiniย http://waroengmasdidiet.wordpress.com/2012/09/09/album-koes-plus-di-indomaret/.ย Semoga jadi pembelajaran buat bersama ya. Piss, love and gaul.

18 Comments

  1. Adiitoo Reply

    kok itu tulisannya arab semua? arab gundul pula. kalau arab melayu sih saya masih bisa mengerti.

    memang rada ngeselin ya, kalau ada yg jiplak. walaupun tulisan jelek, yah, minimal itu hasil pemikiran sendirilah ๐Ÿ˜†

    1. Fotodeka Reply

      anu mas, biasa habis ke gap sama masjaki blognya didiet jadi arab gundul…
      ๐Ÿ˜€ padahal wordpress ada fasilitas reblog lho saiki…
      po blogmu mas jaki tak reblog? ๐Ÿ˜› hehehe

  2. Budi Warsito Reply

    Beberapa tahun lalu blogspot-ku yg sudah lama gak aku update dijiplak abis-abisan oleh sebuah blog. Niat banget, karena jadi satu blog tersendiri, yg hampir 90% posting-postingnya ya jiplakan dari posting-postingku, dengan sedikit modifikasi. Orangnya masih muda, dan galau. ๐Ÿ˜€ Ora sido bangga, aku malah dadi isin dhewe. Setelah temen-temenku nge-‘bully’ dia dengan komen-komen sinis, barulah blog itu dihapus. Padahal blog itu udah telanjur punya beberapa penggemar. Hehe.

    1. Fakhri Zakaria Reply

      Sebenernya saya nyesel juga. Beberapa hari setelah ketahuan dan dia melakukan pengakuan dosa, blognya raib. Sebelumnya tiba-tiba semua tulisan berubah jadi huruf Arab dan foto di header ditulisi “Bunuh Saja Saya,Jak”. Serem gak tuh

      Tapi saya kudu tegas. Apalagi dia ngaku pengen belajar nulis. Kalau dari sekarang dia terus-menerus asik dengan aksi plagiarisme-nya suatu saat dia
      bakal ketemu bullying yang lebih parah dari ini. Toh untuk urusan “bully
      mem-bully” temen-temenku untuk kasus ini gak separah waktu tulisanku dulu dijiplak sama wartawan Suara Merdeka.

      Saya cuma bisa berharap yang terbaik untuk Didiet. Semoga dia hidup bahagia selamanya *loh kok jadi mellow ngene

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *