Sebuah Keharusan NOAH

Tanpa lagu baru sekalipun, album ini sudah punya segalanya untuk membuatnya jadi pusat perhatian.

Kalau ada kategori nasib mujur terbaik di AMI Awards, mungkin NOAH yang akan menggondol gelar juara. Sejak masih bernama Peterpan, mereka selalu punya momentum bagus. Hadir saat publik mulai bosan dengan Sheila On 7, Ariel, Uki, Lukman dan Reza, berhasil merangsek peta industri musik nasional yang saat itu dikuasai Sheila On 7, Padi juga Dewa 19.

Saat Peterpan pecah kongsi yang membuat personil lainnya, Andika dan Indra, keluar, publik yang sudah masuk dalam pusaran perdebatan nasib Peterpan disuguhi album Hari Yang Cerah yang disebut-sebut sebagai album kenaikan kelas.

Pun saat mereka harus berpisah dengan nama Peterpan. Album the best Sebuah Nama Sebuah Cerita yang menjejalkan seluruh karya-karya terbaik jadi momen perpisahan yang manis.

Masuknya Ariel ke bui jadi salah satu titik tolak penting. Mungkin terlalu berlebihan, namun yang jelas peta industri musik kemudian berubah. Band-band so called pop Melayu makin mendayu-dayu, dengan beberapa vokalis yang berusaha menjadi Ariel KW-2.

Lepas dari singa masuk mulut buaya. Setelah band-band tadi perlahan menutup lapak, pria-pria cantik dan wanita-wanita kemayu menyerbu tanpa babibu. Musisi-musisi senior tak juga kuasa menyelesaikan silang sengkarut itu. Publik lalu berharap banyak pada Ariel, Uki, Lukman, Reza dan si bontot David menjadi Power Rangers yang menghajar monster-monster jahat.

Begitu Ariel keluar dari bui, segepok gimmick penjualan sebagai jurus sudah disiapkan oleh Musica. Mulai dari buku biografi, momentum pergantian nama, konser 5 negara di 2 benua dalam sehari, sampai keputusan menjual album secara eksklusif di jaringan restoran ayam goreng cepat saji. Semuanya sudah cukup membuat publik menunggu dengan khidmat.

Penantian panjang akhirnya bisa diterjemahkan dengan baik dalam sepuluh track pengisi album Seperti Seharusnya. Sudah seharusnya memang jika melihat segala sensasi yang sudah diciptakan sebelumnya.

NOAH memberikan pidato pengantar baik dalam Raja Negeriku. Atmosfer crowd dari 200 narapidana Rutan Kebonwaru Bandung, juga pilihan brilian memasukkan petikan pidato Bung Karno, membuat lagu ini begitu gagah. Makin kuat dengan permainan gitar yang sekilas mengingatkan pada nomor anthemic milik U2, Where The Streets Have No Name. Lagu bertema kebangsaan terbaik yang pernah dihasilkan oleh sebuah band pop arus utama setelah Bendera milik Cokelat. Sempurna sebagai sebuah pembuka.

Jika Engkau menjadi benang merah penghubung Peterpan dengan NOAH. Peterpan era Hari Yang Cerah lebih tepatnya. Formula gitar berlapis dengan bebunyian keyboard yang sedikit-sedikit menyeruak masuk. Balutannya adalah signature voice sengau nan berat ala Ariel. Maaf, sebagai pria saya agak berat untuk mengakuinya. Butuh waktu bagi saya untuk mengatakannya. Vokal Ariel memang seksi. Pilihan kata-katanya penuh bius. Saya meleleh.

Kalau ada personil selain Ariel yang layak jadi perhatian tentulah keyboardist baru David Albert. Keputusan NOAH menarik masuk David seperti saat talent scout Manchester United menemukan bakat David Beckham atau Cristiano Ronaldo. David melakoni debut dengan baik. Kehadirannya memberikan perubahan yang signifikan. Membuat aransemen NOAH terdengar sophisticated lewat isian-isiannya. Tidak mengeharankan jika menilik rekam perjalanan David yang berangkat dari piano klasik. Nomor Separuh Aku jadi ajang unjuk gigi David. Tanpanya, lagu ini akan terdengar mengecewakan sebagai jawaban penantian.

Perlu juga untuk mewaspadai muatan yang ada di track berjudul Terbangun Sendiri dan Tak Lagi Sama. Lirik murung ala Ariel selalu punya daya bunuh tinggi dan dirinya mendapatkan tandem sepadan dari Ihsan Nurrachaman. Nama yang terakhir adalah additional bassist yang juga menciptakan hits single Separuh Aku yang tengah kencang diputar. Pesan moral (ah saya malas dengan istilah tadi) dua lagu ini adalah jangan didengarkan saat patah hati sedang mencapai titik kulminasi.

Selain itu, ada cover version (lagi-lagi) dari Chrisye. Sendiri Lagi ciptaan Ryan Kyoto. Memang  tak sebaik saat menginterpretasikan ulang Kisah Cintaku, tapi yang jelas mereka tak pernah mengecewakan tiap kali berurusan dengan hal ini. Mirip Boomerang yang selalu menghasilkan keluaran bagus tiap membawakan ulang karya lawas,

Jika ada cela yang mengganggu adalah kemasan album yang terkesan biasa saja untuk segala sensasi yang telah dibuat dari album ini. Untuk soal kemasan Musica selalu mengecewakan. Ibu Acin sebagai bos label rekaman terbesar Indonesia ini epertinya perlu melihat musisi-musisi independen yang pandai meningkatkan nilai sebuah produk rekaman fisik. Di Hari Yang Cerah saya mendapati sampul yang asal jadi. Sedang di Sebuah Nama Sebuah Cerita beberapa gambar yang ada di buklet pecah. Cukup apik di Suara Lainnya tapi ekpektasi saya yang sudah meninggi dijatuhkan lagi dengan sampul yang minimalis yang miskin informasi. Sayang sekali.

Seperti Seharusnya

NOAH

Musica Studio’s 2012

  1. Raja Negeriku
  2. Jika Engkau
  3. Separuh Aku
  4. Hidup Untukmu Mati Tanpamu
  5. Ini Cinta
  6. Terbangun Sendiri
  7. Sendiri Lagi
  8. Demi Kita
  9. Tak Lagi Sama
  10. Puisi Adinda

Harga : Rp. 74.000 (CD + dua ayam goreng tepung + dua nasi + dua minuman kemasan + dua compliment paket makanan murah) :p

14 Comments

  1. Iwan Awaluddin Yusuf Reply

    Thx review albumnya Jaki. Terlepas dari apapun kontroversinya, Ariel tetaplah magnet sexy untuk setiap album Peterpan dan juga NOAH..Harus cari nih..
    Btw judul nomor 6 “Terbangun Sendiri” kl dipikir agak jorok lucu ya hahahaha…

    1. Fakhri Zakaria Reply

      Hahahahaha, walah saya malah gak kepikiran sampe sono nih mas. Cermat betul nih mas Iwan. Bukan pengaruh koran kuning kan? hihihihihi. Ya, Peterpan dan sekarang NOAH udah sampai tahap tertinggi buat perjalanan sebuah band: materinya jelek atau bagus, albumnya tetep dicari

  2. Ibnu Widiyatmoko Reply

    setuju mas jeki. saya sudah dengar semua lagunya. (penasaran dab.hehe..). Menurut saya Noah telah berbeda dari Peterpan, ada perubahan/peningkatan dalam musiknya, serta diramu dengan pemilihan kata-kata (lirik) yang sangat “pas” menjadikan lagu-lagu yang hampir sempurna. maksudnya sempurna “kejeniusan” dalam penulisan lirik dan “cerdas” secara aransemen musik. yang jelas beda dari peterpan walaupun ada ciri khas yang tetap melekat. kabarnya banyak band (mainstream) yang menunda launching album, gara-gara Noha,hehe…

    1. Fakhri Zakaria Reply

      Sebenernya sih dari album Hari Yang Cerah udah keliatan, Kakak Ibnu. Soundnya lebih sophisticated, liriknya juga lebih eksploratif tapi tetep dengan ciri khas Ariel. Yo apiklah nek band-band lawas pasca NOAH ngeluarin album yo melu gawe album anyar hahahaha

  3. Adiitoo Reply

    Buahahaha. Mas Iwan dan masyarakat lainnya pasti punya pemikiran yang sama terhadap judul itu. termasuk gue.

    du du du ..

    tapi, masyarakat kita cukup cerdas, kok. sudah dapat membedakan yang mana persoalan pribadi, yang mana karya luar biasa. *allah, bahasa gue*.

    intinya, track 2,6, dan 9 itu NGEHE!

  4. Zaki Reply

    Baru baca tulisan sampean dan baru sempet beli albumnya kemarin. Beda sama Mas Iwan yang ngomentarin lagu “Terbangun Sendiri” dengan interpretasi jorok lucunya, lagu ini bagi saya sangat saya sekali. Gimana nggak? Tiap pagi saya bangun orang-orang rumah udah pada nggak ada, udah pada keluar rumah-beraktifitas semua. Hahaha. Maklum,interpretasi seorang mahasiswa bangsawan (BANGsane tangi aWAN).

    Masalah cover, saya sependapat mas. Untuk “Seperti Seharusnya” ini nggak se-sophisticated isinya. Tapi kalo Musica selalu membuat desain sampul/artwork mengecewakan, nggak juga sih menurut saya. Dua cover artis keluaran Musica yang cukup “nempel” di kepala saya ya album pertama Peterpan, “Taman Langit” sama “Resesi”-nya Chrisye. Hehehe. #IMO

  5. rokhim Reply

    woyo woyo,,NOAH memang the best forever,,,,kita SEMUA adalah fans sejati NOAH
    SALAM sobat noah DI MADINAH

  6. NOCTIS Reply

    astagfirullah, track ke 6 itu adalah lagu DOA. blum baca buku kisah Lainnya yah ??? makna lagu itu sangat mendalam artinya bro, itu lagu doa untuk Tuhan

    1. Fakhri Zakaria Reply

      Saya udah baca bukunya kok. Soal interpretasi makna kan itu hal yang sangat personal. Kalopun si pencipta lagu bermaksud menjadikan lagunya sebagai doa tapi pendengarnya punya pemaknaan yang berbeda kan gak bisa disalahkan juga toh?

  7. Pingback: Sebuah Keharusan NOAH | Noah official Site

  8. Pingback: Tebak Tebak Pemenang AMI Awards 2013 Bagian Pertama | widiasmoro.com

  9. Pingback: Upaya Pongki Menyegarkan Diri | masjaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *