Ortodoks

Meski kini punya ponsel yang cukup pintar, namun saya tetap tak bisa berpaling dari buku sakti ini untuk soal catat mencatat terutama kalau sedang turun ke lapangan.

Selain saya kurang bisa mengetik cepat di layar sentuh yang tuts hurufnya macam liliput, memegang notes rasanya lebih mantap. Perbandingannya seperti megang Honda Vario dengan Honda CB. Biar tua tapi tetap gagah.

Foto diatas adalah notes yang jadi pegangan saya sekarang. Ukurannya oke buat ditaruh di kantong belakang celana. Tebalnya sesuai dan kertasnya juga gak mblobor kalau ditulisi pulpen tinta. Harganya sepasang 30 ribu, beli di Gramedia.

Sebelumnya saya pakai notes paket goodie bag acara Uni Eropa pas dulu kerja jadi reporter di salah satu surat kabar nasional. Kertasnya oke, jilid spiralnya juga kuat sehingga kertas warna kuningnya gak gampang copot. Sampulnya berkelir biru dengan logo Uni Eropa.

Notes ini isinya coret-coretan wawancara saya dengan musisi-musisi seperti The Upstairs, Bangkutaman, The Brandals, sampai Frau. Nama terakhir memuji notes saya. Katanya lucu. Ah kowe yo lucu kok mbak…

24/5/2013 22:26

Dimasak di WordPress for Android

4 Comments

  1. devilpenakut Reply

    itu yg sampulnya rada2 mirip kulit ya mas? Saya pakai begituan juga, memang lebih manteb. Berasa kaya org penting. hehe. walau sering juga dianggep bawa kitab suci. 🙂

  2. Adiitoo Reply

    Aku juga kalau ke lapangan lebih enak pakai note seperti itu. Baru selesai itu ketik di BB dan kirim, deh *nasib reporter media online*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *