Indiepop Tropikal dari Jogja

Salah satu kelebihan scene musik independen Jogja adalah regenerasinya yang baik. Setiap tahun selalu ada suguhan baru nan segar. Tahun ini, Answer Sheet yang mencuri perhatian. Mas Gilang Karebet “Karebet”  (vokal, ukulele, keyboard), Wafiq “Ogi” Giotama (vokal, ukulele), dan Abdullah “Abi” Haq (bass, vokal latar) hadir sebagai representasi terkini musik independen Kota Pelajar melalui debut album penuh pertama bertajuk Chapter I: Istas Promenade. Sebelumnya mereka sudah unjuk diri melalui album mini selftitled yang dirilis oleh label asal Thailand, SEA Indie pada tahun 2010.

Daya tarik utama dari trio bentukan tahun 2010 ini adalah pemakaian ukulele sebagai instrumen utama. Selama ini hanya ada dua sosok yang populer dengan ukulele. Almarhum Mang Udel serta para musisi yang biasa tampil di kereta kelas ekonomi atau bus kota. Answer Sheet tampaknya ingin mengisi ceruk tadi dengan cara-cara yang lebih kekinian. Lewat musik indiepop simple dengan balutan folk dan bubuhan unsur elektronik dan ambient.

Ukulele kemudian jadi identitas mereka sebagai bagian dari 250 juta jiwa yang hidup di naungan garis equator. Mendengar 10 track dari album rilisan Paperplane Recording (Jogja) dan Senjahari Records (Jakarta) ini seperti diajak berpesiar dalam keindahan suasana tropika khas Indonesia, khususnya Jogja dan sekitarnya.

Dibuka dengan “Chapter I: Istas Promenade”, Answer Sheet mengajak pendengar menikmati dinginnya angin di kaki gunung Merapi lewat dentingan berbau musik etnik Jawa. Dengan sisipan ambience, membuat nomor instrumental ini meniupkan aroma mistis yang melingkupi gunung api paling aktif di dunia tersebut.

“Hills of Rabbit Face” seperti membawa turun melewati lembah pinus di Kaliurang. Ada bangunan mood lagu yang naik turun, baik dari segi musik maupun lirik. We fall to the ground. No chance to fly, no chance to hide. Are we there? Heaven?

Nomor “A Love Beach, Sadranan” kemudian menjadi definisi nyata indiepop tropikal. Sesuai judulnya, lagu ini mengambil latar pantai Sadranan yang ada di Gunung Kidul, Jogjakarta. Sulit untuk tidak melepas baju lalu berlari menceburkan diri ke laut setelah diprovokasi lewat lirik the sun is rising up from the ground, the sound of waves resonates through the air, the blue sky beautifully appear. Dan ukulele adalah kompatriot yang cocok untuk menikmati ombak dan terik matahari. Setelah Warkop DKI, Answer Sheet bisa jadi sinonim baru untuk piknik ke pantai.

“Replaced” menjadi penutup 10 track yang direkam dalam kurun waktu 2011 sampai 2012 ini. Denting ukulele yang ditimpa perkusi dengan balutan bass menjadi akhir dari tamasya. Empat menit sebelas detik yang baik untuk merebahkan badan dan beranjak menuju peraduan.

27/5/2013 11:53, posting lagi untuk 31 Hari Menulis setelah lewat 2 hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *