Sarap…an

Dalam banyak literatur kesehatan, fungsi sarapan mendapat porsi terpenting. Menurut situs Mayo Clinic, sarapan berfungsi mengurangi rasa lapar, memberi banyak asupan energi, dan merupakan salah satu cara hidup sehat. Intinya sarapan dengan telor ceplok jauh lebih penting daripada makan malam dengan bistik bersama bribikan. Apalagi kalau mbayar sendiri-sendiri.

Akan tetapi saya seringkali tidak patuh dengan saran-saran para ahli gizi tadi. Bukan karena situs Mayo Clinic adalah bagian dari konspirasi zionis untuk menguasai dunia (well, saya rasa pengunjung warung ini cukup cerdas untuk gak mengurusi hal-hal begituan), tapi memang mood mempengaruhi pola sarapan. Bukan soal menunya, saya termasuk tak neko-neko soal sarapan, tapi kalau sudah malas ya mau gimana lagi?

SD

Kelas 1 sampai kelas 2 saya masuk pagi. Sarapan disambi pakai baju dan…tidur. Maklum sekolah jauh dan jalanan macet. Kelas 3 sampai kelas 5 masuk siang. Masih sempat sarapan. Lauknya yang ada aja. Nah kelas 6 kembali masuk pagi. Pola kembali ke awal. Tapi kadang malas sarapan supaya bisa jajan bakwan. Belakangan saya tahu, ibu sering sakit hati kalao tau saya milih jajan ketimbang sarapan. Duh…

SMP

Selalu masuk pagi dan selalu gak pernah sarapan. Cukup minum teh panas atau susu kedelai dan cusss. Sarapan ya pas jam istirahat pertama dengan menu beragam. Kalo lagi kere ya lontong sama gorengan, lagi lumayan ya makan mie ayam, lagi banyak duit ya makan nasi rames.  Herannya, lambung oke-oke aja.

SMA

Pindah ke Muntilan. Masuk pagi juga dan selalu sarapan. Maklum, jarak dari rumah ke sekolah gak sampe 15 menit naik kendaraan umum, apalagi kalau pas bawa sepeda motor. Menu seadanya yang penting keisi. Tapi kadang ada menu istimewa: bubur opor telur setengah (saya gak pernah bisa makan telur utuh), soto pojok Pasar Muntilan, dan yang paling spesial, Sop Empal.

Kuliah

Tahun pertama numpang di rumah saudara. Secara asupan makanan ya terjamin. Fungsi sarapan kemudian bergeser. Bukan lagi buat ngisi perut tapi sarana bersosialisasi. Apa lagi kalo bukan nongkrong dulu di warung burjo sebelum masuk kuliah. Kalo ada mbak-mbak lucu yang kebetulan cari sarapan ya anggap aja rejeki pagi-pagi.

Kerja

Ini makin gak beraturan lagi. Kadang sempat kadang enggak. Kadang pengen sarapan kadang males. Kalau males ya ngalamat sarapan di kantor. Beli bubur ayam atau nasi uduk sembari nonton Si Doel Anak Sekolahan atau video konser di YouTube sebelum mulai jam kerja. Yah sudah lebih dari cukup untuk presensi pagi.

 29/5/2013 21:19

2 Comments

  1. Citra Ciprut World Reply

    kata banyak orang sarapan memang sangat penting untuk mengawali aktifitas.. namun kadang sarapan memang bikin ribet di pagi hari.. apa lagi kl kerjaan numpuk dah menunggu.. hehehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *