Pembinaan Kesejahteraan Vokalis Latar

Sesuai namanya, vokalis latar atau istilah kerennya backing vocalist memang ditempatkan di bagian “latar”. Kalau di panggung ya dekat-dekat backdrop. BIasanya menemani tukang gebuk bedug Inggris. Penjelasan tentang tupoksi (ampun dah bahasanya PNS banget) dari vokalis latar adalah:

a singer who provides vocal harmony with the lead vocalist or other backing vocalists. In some cases, a backing singer may sing alone as a lead-in to the main vocalist’s entry or a counter-melody

Vokalis latar ini ada yang murni berperan sesuai tupoksi (oke kalo ini gak keren kita ganti jadi job desc) atau juga disambi memainkan instrumen musik lain. Gitar, bass, drum, keyboard, kolintang atau apalah. Tapi disini pembahasayan akan difokuskan pada band dengan vokal latar khusus. Bandnya ya band Indonesia lha wong saya mainannya disitu.

Menurut saya, Dewa 19 adalah band yang memberdayakan vokalis latarnya dengan baik. Dalam artian si vokalis latar ini tidak melulu berada di “latar”, tapi juga muncul sebagai daya tarik untuk si band yang bersangkutan. Kita mengenal nama Maia Ahmad dan Pinkan Mambo yang namanya mejeng di sampul album Dewa 19 sejak era album Bintang Lima. Maia dan Pinkan kemudian dipoles Dhani jadi duo Ratu yang kemudian pecah kongsi dan seterusnya dan seterusnya.

Sebelumnya ada Reza Artamevia. Perannya begitu terasa saat mengisi “Aku Disini Untukmu” yang ada di album Pandawa Lima. Reza lewat tangan dingin Dhani kemudian jadi salah satu dari sedikit solois wanita Indonesia  yang suaranya berkarakter , selain Anggun dan Atiek C.B (ini versi saya lho). Sayang, gara-gara Aa’ Gatot, suara emas Reza jadi rusak. Kalau saya ketemu si Gatot, pengen saya tarik kumis baplangnya.

Dewa juga dikenal sering menggamit nama-nama terkenal untuk mengisi vokalis latar. Seperti Lilo Radjadin (KLa Project) di lagu “Kirana”, Oppie Andaresta di “Kamulah Satu-Satunya dan “Selatan Jakarta”.  Semuanya tadi di album Pandawa Lima. Juga Shanty dalam lagu “Risalah Hati” di album Bintang Lima. Yang unik adalah Once. Dia jadi vokal latar di album The Best of Dewa 19. Kalau saya gak salah ingat untuk lagu “Persembahan Dari Surga”. Eh di album setelahnya, Bintang Lima, dia naik kelas jadi vokalis.

Omong-omong soal vokalis latar. Ada band yang dikenal punya vokalis latar abadi. KLa Project dengan Fransisca Insani sebagai vokal latar. Yang tidak bisa dilupakan adalah “duet” bersama Katon di “Tentang Kita” yang jadi karpet merah bagi KLa di blantika musik Indonesia. Juga isian vokalnya di nomor klasik “Yogyakarta”. Sebagai rasa terima kasih, Adi Adrian, keyboardist KLa membuatkan album solo untuk Sisca pada tahun 1997 bertajuk “Selamanya”.

Bagaimana dengan band saya, The Oncils?. Kata gitarisnya, semua personil The Oncils adalah backing vocal karena pada malu untuk bersuara….

Tabok, eh Tabik

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *