Salah Judul

Karena bait pertama yang begitu menggoda, lagu-lagu ini harus menerima kenyataaan salah judul

Iwan Fals – Yang Terlupakan menjadi Denting Piano

Berada di album Sarjana Muda , album debut Iwan Fals rilisan tahun 1981. Bait pertamanya, “denting piano kala jemari menari…” sering membuat orang terkecoh dengan judulnya. Bagian lirik yang saya suka adalah saat Iwan bernyanyi lirih penuh penyesalan, “seribu kata menggoda seribu sesal di depan mata seperti menjelma waktu aku tertawa kala memberimu dosa.”  Lirik yang nakal. Kira-kira dosa apa ya yang membuat bang Iwan jadi punya rasa sesal di dalam hati yang diam tak mau pergi itu?

Gombloh – Berita Cuaca menjadi Lestari Alamku

Selain banyak yang kecele karena judul, banyak juga yang salah mengira lagu ini adalah lagu milik Boomerang. Cukup beralasan karena Roy Jeconiah dkk. membawakan ulang lagu milik Lemon Tree’s Anno ’69 ini dengan baik. Motor Lemon Tree’s Anno ’69 adalah Gombloh, pencetus teori Tai Kucing dan Coklat. Berita Cuaca sendiri masuk dalam album berjudul sama rilisan tahun 1982.

Seringai – Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan) menjadi Individu Merdeka

Kejadian konyol saya lihat di fanpage milik Seringai. Kekonyolan pertama: meminta link unduhan gratis langsung di depan musisi yang berangkutan. Kekonyolan kedua: salah menyebut judul lagu “Mengadili Persepsi” menjadi “Individu Merdeka”. Eh tapi gak apa-apa ding, namanya juga individu…individu merdeka !

Silahkan kalo mau nambahi…

5 Comments

  1. Budi Warsito Reply

    Untuk kasus Gombloh, yang paling jamak sebenarnya ada di lagu “Kugadaikan Cintaku”, yang orang sering salah sangka judulnya sebagai “Di Radio”. Di lagu nasional, siapa yang masih tertib betul menyebut judul lagu “Bagimu Negeri”, dan bukan “Padamu Negeri”? Trivia: Gombloh pernah menyanyikan lagu ciptaan Kusbini itu di salah satu konsernya, direkam sebagai album live-nya.

    1. Fakhri Zakaria Reply

      Berarti Gombloh adalah musisi yang paling sering judul lagunya di-salahkaprah-kan dong. “Kebyar-Kebyar” jarang yang inget, tapi “In..do..ne…sia, merah darahku putih tulangku” hehehe

      Oh ya ingat, Sheila On 7 juga. “Sebuah Kisah Klasik” sering banyak yang nyebut “Kisah Klasik Untuk Masa Depan” hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *