Sekilas tentang CSDS

Yang berteman dengan saya, Nuran Wibisono, serta Nur Wahid “Bandeng” Budino di dunia 140 kata pasti sudah mafhum kalau jarum jam sudah bergerak ke angka setengah satu siang. Linimasa kami kuasai dengan potongan-potongan dialog sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan yang tayang di RCTI saban hari Senin sampai Kamis mulai jam setengah satu siang sampai bubar.

Nuran dan Bandeng awalnya begitu selo memelototi adegan demi adegan untuk kemudian dipindahkan ke dalam 140 karakter. Sedangkan saya jelas susah. Jam istrahat paling mentok sampai jam satu. Ada TV sebiji yang siarannya loyo untuk stasiun dibawah naungan MNC Group dimana RCTI salah satunya. Ini pasti konspirasi. Konspirasi si Yudi. Satu-satunya cara adalah menonton episode yang berjalan di televisi lewat YouTube sebelum masuk kerja, lalu mencatat beberapa punchline-nya untuk dibawa ke ruang diskusi.

Ruang diskusi? Jelas dong. Mosok ruang ganti. Atas petunjuk dari sing mbaurekso forum diskusi ini bernama CSDS, singkatan dari Center for Si Doel Studies. Tadinya mau dikasih nama LIDI atau Lembaga Ilmu Doel Indonesia. Tapi kami rasa kurang keren dan feng shui-nya pun jelek. Akhirnya kami balen lagi ke CSDS seperti Mandra balik ke Munaroh. Keren kan? Jelas. Namanya aja udah ke-bule bule-an. Yang penting keren nama dulu, setelahnya nanti deh dipikirin lagi.

Tempo hari Nuran berhasil mendapatkan buku Klarijn Loven yang berjudul Si Doel & Beyond: Discourse on Indonesian Television in the 1990’s.  Dia dapat di lapak buku Blok M. Nuran jadi ngelotok betul. Karena itu dia secara aklamasi diangkat menjadi Dewan Pembina, Dewan Penyantun, dan Dewan-dewan yang lain di CSDS. Sehari-hari, dia adalah peneliti bidang Resolusi Konflik, konsentrasi Konflik Mandra vs Kong Ali.

Sedangkan Bandeg, terhitung anak baru. CSDS sendiri yang meminta untuk bergabung setelah sebelumnya Cinere Intelligence Agency melaporkan gerak-geriknya yang mencurigakan di linimasa. Saat ini Bandeng membawahi bidang Kajian HI atau Hubungan Intim dengan konsentrasi pada Relasi Doel-Sarah-Zaenab.

Program rutin CSDS tentu diskusi siang karena kalau malam kami sudah punya acara sendiri-sendiri, terutama saya. Kedepannya kami sedang merancang sesuatu yang lebih keren lagi. Yang penting keren dulu, setelahnya nanti deh dipikirin lagi.

Salam oplet….

5 Comments

      1. maulinniam Reply

        eh sorry, salah baca. ternyata Mas Budi risetnya tentang identitas lokal Betawi dalam sinetron Indonesia. nyang diteliti Mandragate ame Tarzan Betawi. maap maap kate yee..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *