Mengenang Chairil Anwar

Rangga“Barusan saya ngelempar pulpen ke orang gara-gara ada yang berisik di ruangan ini. Saya gak mau itu pulpen balik ke muka saya gara-gara saya berisik sama kamu”

Sastro“Maksudnya apa nih?”

Surat gua dibaca juga. Kirain cuma mau baca bacaan penting aja. Karya sastra…”

“Kamu ini kenapa sih? Tersinggung gara-gara saya gak mau diwawancara. Ya udah wawancara sekarang. Gak usah manja!”

“Enak aja lu ngatain gua manja. Elo mau diwawancara sekarang? Basi madingnya udah siap terbit!”

Ihirrrr“Oh kamu punya juga?”

“Ya punya lah”

“Suka gak?”

“Hmmm suka banget. Apalagi pas lagi  endingnya tuh. Pas Chairil ngerasa jalan diatas pasir…”

“Iya yang ngerasa ada sosok dia di sebelahnya?”

“Iya iya terus dia ngomong sendiri…”

“Bukan maksudku berbagi nasib…”

“Nasib adalah kesunyian masing-masing”

Terima kasih untuk Rangga yang mengenalkan kami, anak muda tanggung Indonesia era 2000-an kepada Chairil Anwar yang hari ini berulang tahun….

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *