5 Lagu untuk Para Pencari Kerja

Salah satu ketakutan terbesar saat lulus kuliah adalah soal pekerjaan. Saya ingat begitu lulus tahun 2010 saya sempat luntang-lantung cari kerja. Sempat kerja beberapa saat di sebuah surat kabar milik cawapres yang hobi nongol di TV itu , tapi cabut karena kontrak kerja yang absurd. Waktu itu rutinitas saya seperti ini:

Pagi : Cek e-mail sembari mencari lowongan di situs pencari kerja dan Kompas edisi Sabtu.

Siang : Ke tukang fotokopian, fotokopi ijazah beserta printilannya lalu ke percetakan buat mempercantik portofolio karya . Kalau kantor pemberi lowongan minta dikirim lewat pos ya ditambah ke kantor pos (saya belum berani ke Kantor Urusan Agama soalnya)

Malam : Kirim e-mail lamaran, berharap dibaca saat pagi sembari menelpon pacar mohon doa restu.

Dulu saat masih kuliah saya masih bisa tenang-tenang saja dengan uang tinggal 50 ribu perak di kantong untuk hidup sampai akhir bulan (yang 30 ribu malah saya belikan CD di toko kaset).

Pikir sesuk wae lah, begitu prinsip saya waktu masih kuliah. Gak bisa makan, masih banyak saudara yang bisa ditumpangi makan. Masih ada teman yang bisa dipinjam uangnya. Paling terakhir ke ATM Panggil: orangtua yang bisa ditilpun buat minta tambahan kiriman uang bulanan. Tapi sekarang kan beda. Bisa disemprot sama istri saya kalo masih hidup ala gembel begitu hehe.

Setiap ada telepon dari nomor yang tak ada di kontak saya selalu berharap: inikah jawaban Tuhan atas doa-doa saya. Apesnya, jebul malah telepon dari sales kartu kredit atau asuransi. Suram.  Tapi gak sering juga sih, mungkin tahu rekening saya yang begitu kritis.

Panggilan tes adalah harapan. Karena saya tinggal di Bogor dan seringkali tes dilakukan di Jakarta, saya berangkat bersama para pekerja. Naik KRL yang nasib perjalanannya hanya Tuhan yang tahu karena saking seringnya gangguan. Daripada pikiran saya kemana-mana, akhirnya saya menyusun 5 lagu yang rutin saya dengarkan tiap pergi tes kerja. Nih!

Sheila On 7 – Jalan Terus

“Hidup memang tak seindah waktu kita muda dulu. Umur terindah pasti ‘kan berlalu. Strategi hidup bertahan dari seleksi sang alam…”

Pada akhirnya adalah sebuah fase. Dulu saya tidak pernah membayangkan harus bekerja lima hari seminggu, delapan jam sehari, demi segala tetek bengek cicilin KPR, belanja bulanan, tagihan listrik, telepon, asuransi dan sebagainya. Tapi iya inilah hidup saya sekarang…

http://www.youtube.com/watch?v=us9PaK2gXiY

Iwan Fals – Sarjana Muda

“Engkau sarjana muda. Resah mencari kerja. Mengandalkan ijasahmu…”

Gambaran paling sahih tentang nasib para fresh graduate pencari kerja. Pengecualian kalau bapakmu orang kaya, lalu mengirim untuk sekolah bisnis di luar negeri, dan pulang dengan masa depan cerah jaminan mutu bakal bekerja di tempat bergengsi bergaji tinggi.

http://www.youtube.com/watch?v=GBSKxDVaFE4

Mel Shandy – Dari Pintu Ke Pintu

“Dengan hanya berbekal ijazah sarjana nasibku masih penuh teka teki. Dengan berbekal selembar diploma hidupku masih belum punya arti”

Salah satu kegalauan para penganggur adalah tatapan sinis sebagai benalu di keluarga. Makan dan tidur seperti parasit. Bakal tambah suram kalau urusan asmara juga ikut-ikutan nganggur.

http://www.youtube.com/watch?v=0BUYnIxEhQ8

God Bless – Kehidupan

“Tak dapatkah sejenak hentikan ambisimu. Lihatlah peluhku tengoklah hatiku”

Mencari kerja adalah kompetisi. Ya siapa sih yang mau gagal maning gagal maning son? Tapi sering gak kita berpikir, saat berkompetisi kita jadi sosok-sosok buas yang menghalalkan segala cara. Sogok sana sini sampai bawa-bawa koneksi. Saya sih mikir dua kali nutup rejeki orang lewat cara-cara yang gak bener.

http://www.youtube.com/watch?v=pwph-kF8jjc

Coldplay – Fix You

Kalau usaha sudah dilakukan dan doa sudah dirapalkan, tinggal nunggu tangan Yang Kuasa bekerja.

http://www.youtube.com/watch?v=5gvofiXHbUI

Dan sejenak mari kita dengarkan kata-kata mutiara…

“Kerja, kerja!

Sampai kapan kau bekerja?

Pergi pagi pulang malam,

Dibayarnya sama saja

Kerja, kerja!

Untuk siapa kau bekerja?

Minta naik gaji malah dikasih SP3”

(Sir Dandy Harrington – Ayo Kita Kerja)

http://vimeo.com/24127057

Oke ini yang serius. Saya sarikan dialog antara Adam Subandi (Sudjiwo Tedjo) dengan Joni (Nicholas Saputra)  di film Janji Joni (Joko Anwar, 2005)

Jadi apa pekerjaan kamu?

Saya pengantar rol film.

Dan kamu nganggap pekerjaan pengantar roll fillm itu sebagai karir?

Kenapa nggak?

Kamu itu sebetulnya pinter kelihatannya, tapi kenapa jadi under achiever. Kamu bisa dapat pekerjaan yang lebih bagus kalau kamu mau.

Memangnya kriteria anda tentang pekerjaan yang lebih baik itu apa? Yang lebih banyak duitnya?

Bener kan?

Men! Ah! Lu ngecewain gue, buat seorang seniman pikiran lu tuh terlalu dangkal.

Jelaskan!

Pekerjaan yang paling baik adalah dimana lu bisa nikmatin pekerjaan itu.

Dan kamu menikmati pekerjaan sebagai pengantar rol?

Ya, pekerjaan antar mengantar adalah bentuk dasar dari semua bentuk silaturahmi, karena sifatnya menghubung-hubungkan orang. Ingat nabi-nabi kan? Tugasnya juga mengantarkan pesan dari Tuhan ke manusia.

Kamu pikir akan bakal kemakan sama bullshitan kamu?

Sepertinya sih nggak.

 

Maaf saya kudu kerja lagi. Dadah baby, baby kingkong….

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *