Menebak Karir Musik SBY

Menebak Karir Musik SBY

Kita patut bersyukur mempunyai presiden yang multi talenta. Ya Presiden, ya politisi pemimpin partai, ya pendongeng sebelum tidur, ya penulis buku, ya musisi. Khusus yang terakhir memang hebat betul. Bukan main-main, empat album sudah ditelurkan pak SBY.

Urutannya kalau saya tidak salah adalah adalah Rinduku Padamu (dirilis tahun 2007), Evolusi (2009), Ku Yakin Sanpai Di Sana (2010), dan yang paling baru tapi juga tak baru-baru sekali adalah Alam, Cinta, dan Kedamaian: Harmoni Tembang untuk Bangsa rilisan tahun 2011

Musisi betulan pasti iri. Lha wong bikin satu album saja sudah jungkir balik, pak Presiden kita malah dengan gagah berani  sudah memamerkan empat album. Empat album dalam empat tahun. Sungguh prestasi yang membanggakan…bagi seorang musisi, bukan Presiden.

Sayangnya tahun ini adalah kali terakhir kita bisa melihat Presiden kita bernyanyi. Apakah penggantinya juga bisa menyamai atau bahkan melebihi keseriusan pak SBY dalam bermusik? Ada sih salah satu calon yang juga gemar bernyanyi. Tapi kita masih harus menunggu waktu. Dan juga dia belum pasti terpilih.

Kita masih belum tahu mau kemana pak SBY selepas lengser nanti. Saya sendiri merasa sayang kalau karir bermusik pak SBY juga ikut-ikutan turun panggung, meski saya juga belum pernah dengar lagu-lagunya dia.

Sekali-sekali saya ingin memberi sedikit sumbang saran untuk presiden kita ini supaya setelah lengser pak SBY tak cuma dikenal sebagai mantan Presiden Republik Indonesia.

Membuat album The Best

Di negara yang sistem industri rekamannya sudah bagus, ada perbedaan antara album The Best dengan The Greatest Hits. Album The Best merujuk pada karya-karya yang dianggap terbaik oleh si musisi. Sementara album The Gretest Hits rujukannya adalah pada seberapa sering sebuah  single jadi heavy rotation di pasaran.

Berhubung agak-agak sensitif kalau menyebut seberapa sering lagu-lagu pak SBY diputar di radio apalagi angka  penjualan albumnya, maka yang paling aman ya membuat album The Best. Pilih saja barang 10 lagu, kita-kita ndak akan protes kok. Wong tahu lagunya saja setelah diberi dengar.

Merilis boxset

Boxset secara gampang adalah kumpulan lengkap diskografi album seorang musisi. Jadi daripada pusing-pusing keluar masuk toko kaset atau semalaman berselancar di internet, lebih baik beli boxset. Memang harga dimuka terlihat lebih mahal, tapi kalau dihitung dengan seksama, akan lebih hemat ketimbang kita beli ngeteng (emangnya rokok?)

Empat album udah memenuhi syarat merilis boxset. Jangan protes dulu dong, ingat ini Presiden lho jangan disamakan dengan musisi biasa. Apapan yang dilakukan pak SBY harus kita maklumi, tentunya sambil berkata lirih, “Saya prihatin.”

Berduet dengan Gita Wiryawan

Indonesia kekuarangan pemain ganda pria di industri musik. Hanya ada Duo Kribo, 2D, Indra Lesmana & Gilang Ramadhan, Humania, Ahmad Dhani & Andra Ramadhan, dan yang paling baru The Experience Brothers. Oh ya saya kelupaaan, Fauzi dan Fauzan.

Nah, pak SBY bisa mengisi kekosongan itu dengan berduet bersama Gita Wiryawan. Kenapa harus Gita? Pertama, Gita adalah peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat. Itu kartu truf buat pak SBY. Kalau Gita menolak sama saja dengan skak mat untuk peruntungannya di kancah Pemilu 2014.

Kedua, Gita bisa bermusik. Ini sudah dibuktikan dengan tampil beberapa kali di panggung festival musik berskala nasional. Jangan lupa, dia juga pernah berduet dengan Slank. Pak SBY pada gitar dan Gita di piano. Sungguh duet yang menjanjikan.

Ketiga, Gita melek soal bisnis musik. Dia adalah pemilik label rekaman Omega Pacific Production yang merilis album Bali Lounge, Nial Djuliarso, sampai Dewi Lestari dan Tompi. Paling tidak pak SBY tak perlu risau soal jualan proyek musiknya. Lagi pula, ada kader-kader Demokrat yang menyokong duet ini dengan membeli albumnya, mungkin secara terpaksa.

Keempat. Gita is a good looking guy. Enough said.

Membuat konser tunggal

Sebagai musisi siapa yang tidak ingin tampil di konser tunggal? Saya yakin pak SBY pasti ingin barang sekali tampil di panggung bukan cuma untuk memberikan pidato arahan. Selepas pamit dari Istana Negara nanti, tampil di konser tunggal adalah pilihan paling tepat supaya pak SBY tetap berada di sorotan lampu panggung.

Kenapa? Yang jelas pak SBY tidak akan mengundang kecurigaan rakyat memakai duit negara untuk urusan pribadi. Kalau dulu waktu mantunya Ibas banyak yang nyinyir soal resepsi yang jor-joran, kelak kalau sudah lengser pak SBY bisa balik memukul pihak-pihak yang curiga. Bathukmu sempal, aku udu presiden meneh. Aku ki pesinden!

Demikian sedikit sumbang saran saya untuk pak SBY. Semoga bu Ani tidak ikutan baca.

Tulisan ini dimuat di http://geotimes.co.id/blog/856-menebak-karir-musik-sby.html

9 Comments

  1. temukonco Reply

    keliatannya dengan melihat kondisi terkini, nampaknya merilis boxset adalah yang paling tepat dilakukan dalam waktu dekat ini. sebaiknya sebelum hasil pemilu legislatif keluar. karena selain bisa jadi bahan kampanye, juga bisa lebih profitable karena pada kader dapat dengan mudah “dihimbau” untuk membeli boxset ini. sayang kalau sekarang waktunya udah kemepeten ketokke ya.. 🙂

      1. Yohanes Pasaribu Reply

        Ya pasti tekor lah, kang. Kemarin liat di Gramedia, photobook gitu, bonus 4 albumnya Pak Pres, harganya (tarik napas bentar) 850 ribu.

        Album Kpop yang lebih banyak fotonya ketimbang lagunya, mentok di 175 ribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *