5 Lagu untuk Sebuah Maaf

Momen Iedul Fitri selalu identik dengan maaf-maafan. Ibaratnya seperti bayi yang kembali suci. Meski bagi saya maaf tidak selalu harus dilakukan saat hari raya saja, namun karena tradisi demikian sudah mengakar kuat jadi ya saya menikmati momen salam-salaman itu.

 Mumpung belum mulai salam-salaman, lagu-lagu ini mungkin cocok untuk dijadikan peneman saat mudik, masak opor, atau bersih-bersih rumah untuk menyiapkan salam-salaman di hari raya Iedul fitri besok. Selalamat berhari raya, mohon maaf jangan dibatin!

“Senandung Maaf” (White Shoes and The Couples Company)

Lagu terbaik dari salah satu album soundtrack terbaik film Indonesia.

“Maafkan” (Atiek C.B)

Sedikit solois wanita Indonesia yang punya karakter vokal kuat. Liriknya soal permintaan maaf karena hubungan cinta yang kandas karena dari awalnya sudah tak beres.

Maafkanlah daku/ lupakanlah kita pernah saling cinta/ karna tuk hidup bersamaku tak mungkin/ kutelah berdua/dan kau masih punya banyak kesempatan

 Tapi meski maaf sambil meratap-ratap, Atiek tidak mau disalahkan begitu saja.

Berkali kusesali diri/ mengapa harus jatuh cinta lagi/ tetapi jawabnya tiada/ selain tentangmu dan hanya tentangmu

Ya kadang memaafkan tidak harus selalu dengan melupakan….

“Maaf” (Jikustik)

Jogjakarta pernah punya dua band bagus yang mampu berbicara banyak industri musik nasional dalam waktu yang hampir bersamaan. Pertama, Sheila On 7. Berikutnya, Jikustik. Sama-sama jebolan radio Geronimo FM. Dan bukan kebetulan juga kalau Eross, gitaris Sheila On 7, pernah satu band dengan Adit dan Icha, keyboardist dan bassist Jikustik.

Ketika single ini muncul tahun 2000 lalu, saya sempat menyangka “Maaf” adalah lagu baru KLa Project. Vokal Pongki mirip Katon. Sementara peran Icha sebagai vokalis latar punya karakter vokal yang sedikit menyerempet Lilo. Tapi dari segi penulisan lirik, Jikustik memilih cara yang lebih lugas dan meski lagu-lagunya sebagian besar bertema cinta, tidak ada kata “cinta” di semua lirik lagu sebelum akhirnya Pongki memutuskan hengkang pada 2010 lalu.

“Maaf Cintaku” (Iwan Fals)

Lagu cinta laki-laki yang dibawakan dengan cara laki-laki. Iwan Fals menulis semua kenyataan tentang laki-laki: ingin ini itu di depan pasangan perempuannya (ingin kuludahi dan  ingin kucongkel keluar), pengen mbati tapi gengsi (harus kuakui bahwa aku pengecut untuk menciummu juga merabamu).

Dan yang jelas, laki-laki akhirnya lebih jujur dan blak-blakan. Termasuk mengakui segala kebrengsekannya tadi karena mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh.  Termasuk juga yang pertama mengucapkan maaf. Maaf cintaku aku menggurui kamu, maaf cintaku aku nasehati kamu.

“Maafkanlah” (Slank)

Lagi-lagi laki-laki. Selalu kurang ajar kalau saya pikir. Menang sendiri, dan sok gak butuh  (maafkanlah aku acuhkan dirimu waktu petama kali tersenyum padaku). Tapi inginnya diperhatikan terus (maafkanlah aku jejali dirimu dengan segala kisah sumpah serapahku).

Tapi bukankah Tuhan menciptakan wanita sbagai pendamping yang lembut belaimu balutkan luka dan hangat bibirmu redakan luka ?

Maaf, cuma segini dulu. Opor belum dikasih santen…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *