Nyanyi Sunyi Lagu Religi

10522_103342766349572_100000215461958_88437_4825889_n

Agib Tanjung dari Brilio tempo hari menghubungi saya. Doi minta semacam analisis pendek mengapa lagu religi belakangan ini tak semoncer biasanya. Pakai ditulis pengamat musik kelahiran Muntilan pula ?

Karena disiplin ilmu saya berangkat dari kajian komunikasi, saya meletakkannya dalam sudut pandang media. Saya kira publik saat ini mulai jenuh dengan aspek-aspek religiusitas yang semakin banal di media.

Di TV sinetron religi menjamur, bahkan tanpa embel-embel itu pun elemen agama tertentu muncul terus-terusan. Di media sosial malah dosisnya lebih tinggi, apalagi kalau sudah dekat-dekat Pemilu dan Pilkada.

Sementara lagu religi hari ini hadir dalam lingkup yang sempit dan sesak. Tema lagu sebagian besar berbicara soal hubungan vertikal dengan Tuhan dalam satu keyakinan tertentu. Bukan bertutur dalam cakupan yang universal. Sampai saat ini contoh terbaik adalah “Tuhan” ciptaan Taufiq Ismail yang dipopulerkan Bimbo dan “Damai Bersama Mu” karya Johny Sahilatua yang dipopulerkan Chrisye. Apalagi tampilannya monoton: gamis, sorban putih, peci. Maaf-maaf saja kalau outfit tadi kini sudah sempit mengerucut ke satu kelompok tertentu pasca aksi bela-bela tempo hari.

Bimbo, Opick bisa tetap jadi representasi lagu religi karena mereka hadir dalam konteks sosial yang tepat. Bimbo, yang sebelumnya dikenal sebagai grup pop, muncul saat umat Islam membutuhkan representasi di media populer, saat Islam ditekan penguasa Orde Baru. Sementara Opick sukses karena mampu menjawab kebutuhan representasi Islam kelas menengah baru. Pun mereka tetap konsisten dalam karya dan tingkah laku meski bulan puasa sudah berganti, setidaknya yang terlihat di media.

Bandingkan dengan musisi musisi aji mumpung yang menjadikan lagu religi tak lebih untuk menjaga asap dapur ngebul. Setelah lewat bulan puasa malah terumbar foto-foto mesranya dengan perempuan lain. Saya tidak sedang membicarakan Ungu lho.

Artikel lengkapnya bisa dibaca melalui tautan berikut: https://www.brilio.net/musik/ini-penyebab-lagu-religi-ramadan-tak-seramai-dulu-lagi-170531y.html

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *